RADARSEMARANG.ID - Saat lelah melakoni aktivitas harian yang cukup melelahkan, kebanyakan lelaki tentunya butuh bersosialisasi dengan beberapa teman yang dirasa nyaman sebagai tempat bercerita.
'Nongkrong' atau sekedar berkumpul menjadi ajang manusia untuk melepaskan stress yang didapat dari hari-hari yang cukup berat.
Namun, masih banyak orang di sekitar kita seperti istri, keluarga, orangtua yang menganggap hal ini sebagai tindakan yang nirfaedah, kekanak-kanakkan dan tidak bertanggungjawab.
Hal ini tentunya juga dihasilkan dari persepsi negatif yang sudah tertanam di masyarakat bahwa kegiatan nongkrong bisa berujung pada hal-hal negatif jika dilakukan dengan pergaulan yang salah serta tidak bertanggungjawab.
Belum lagi kondisi kriminal ataupun marabahaya di malam hari yang tentunya membuat istri atau orangtua khawatir, dan kebanyakan memilih untuk melarang lelaki untuk pergi nongkrong bersama temannya.
Meskipun begitu, menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Harvard menyatakan bahwa setidaknya lelaki membutuhkan berkumpul dengan temannya selama 2 kali dalam seminggu minimal.
Dikatakan bahwa pertemanan antara lelaki mampu menghasilkan hal baik dalam sisi psikologi dimana lewat berkumpul akan tercipta serotonin yang mampu menurunkan kadar stress bagi pria.
Keuntungan lainnya adalah sistem imunitas yang jauh lebih kuat, pemulihan dari rasa sakit yang lebih cepat, menurunkan rasa kecemasan berlebih hingga membuat rasa kedermawanan meningkat.
Nongkrong juga mampu membuat fisik jadi lebih sehat, Harvard menyatakan bahwa kegiatan sosial antar lelaki ini mengurangi resiko untuk menjadi rentan dari berbagai penyakit.
Walaupun menjalin hubungan dengan wanita juga mampu mengaktifkan perasaan serupa, namun seorang profesor dari Universitas Maryland mengatakan bahwa tentunya hal ini berbeda.
Saat bersama dengan teman yang sudah akrab, lelaki jauh lebih bisa mengekspresikan dirinya ketimbang saat berada di depan pasangannya.
Para lelaki justru akan jauh menjadi dirinya sendiri dan hal itu merupakan hal yang sehat, sedangkan para wanita seringkali meminta waktu emosional yang jauh lebih banyak, hal inilah yang menjadi alasan kenapa lelaki tidak sepenuhnya bisa menjadi dirinya sendiri didepan pasangannya.
Baca Juga: Seminar Nasional Prodia: Tak Hanya Psikis, Masalah Pencernaan dapat Berdampak bagi Kesehatan Mental
Hubungan pertemanan membantu untuk mengisi bagian yang tidak bisa dilakukan oleh pasangan, dan tentunya dengan mengatur waktu dengan baik diantara keduanya akan membuat semuanya seimbang.
Tentu saja lelaki membutuhkan hubungan romantis dengan pasangannya, namun ia juga butuh afeksi dari lingkup pertemanannya untuk menjadikan dia bahagia.
Source: Mens Health, East Coast Radio
Editor : Baskoro Septiadi