Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Manfaat dan Macam-macam Pijat sebagai Pengobatan Tradisional Khas Indonesia

Tasropi • Rabu, 22 Mei 2024 | 03:41 WIB
Tangkap layar tayangan video pijat tradisional.
Tangkap layar tayangan video pijat tradisional.

RADARSEMARANG.ID, PIJAT menjadi salah satu cara bagi masyarakat Indonesia meredakan pegal linu dan rasa lelah usai menjalani aktifitas harian.

Padatnya aktivitas sehari-hari apalagi adanya tuntutan pekerjaan yang harus segera diselesaikan, sering membuat badan kita terasa lelah dan capek hingga pegal-pegal.

 

Ada banyak jenis pijat yang tersedia, tetapi jenis yang paling populer di Indonesia yaitu pijat tradisional.

Menurut World Health Organization (WHO) setiap negara perlu mengangkat serta mengembangkan pengobatan tradisional di masing-masing negara.

Saat ini, masyarakat dunia memiliki kecenderungan untuk kembali ke alam (back to nature) dalam hal menjaga, memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan dengan memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional.

Dalam pengembangan pengobatan tradisional, maka terdapat tiga komponen yang harus dikembangkan, yakni produk, praktik, dan praktisi.

Pijat menjadi bagian dari pengobatan tradisional di Indonesia dan telah dilakukan secara turun temurun.

Pengobatan ini masuk ke dalam tradisi dan budaya Indonesia, tetapi juga dipengaruhi negara asing, seperti China dan beberapa negara Eropa.

Pijat itu merupakan teknik perawatan tubuh dengan cara mengusap, menekan, meremas, mencubit, menepuk dan menggetarkan menggunakan tangan, kaki tanpa atau dengan alat bantu lain berujung tumpul, umumnya menggunakan minyak kelapa.

Adakalanya aktifitas pijat diperkaya dengan ramuan tradisional khas Indonesia pada permukaan tubuh yang memberikan efek stimulasi dan relaksasi.

Jauh sebelum pengobatan formal ada, seperti obat-obatan dari dokter, teknik pijat sudah dikenal banyak orang. 

Pijat tradisional di Indonesia ternyata terdiri dari berbagai macam yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan.

Berikut ini adalah beberapa jenis pijat yang cukup terkenal di kalangan masyarakat, mulai dari refleksi hingga bekam.

1. Urut

Pada dasarnya teknik urut tidak jauh berbeda dengan jenis pijat tradisional pada umumnya. Namun, tekanan yang dihasilkan pijat urut lebih keras dan melibatkan dorongan, serta menahan beberapa titik di tubuh kamu.

Urut pada umumnya cocok untuk mereka yang sedang mengalami rasa lelah yang luar biasa karena cukup efektif. Terlebih lagi, jenis pijat ini cukup terjangkau sehingga digemari oleh semua kalangan.

2. Pijat Refleksi

Pijat refleksi merupakan jenis pijat tradisional yang populer di kalangan pekerja. Pasalnya, refleksi berbeda dengan pijat biasa. Ahli pijat refleksi akan memfokuskan diri terhadap titik-titik yang ada pada tubuh, terutama pada kaki dan tangan.

Ini dikarenakan titik kaki dan tangan memberikan pengaruh langsung terhadap saraf-saraf organ. Alhasil, tekanan tersebut memberikan dampak terhadap fungsi organ, seperti melancarkan peredaran darah atau mengurangi sakit kepala.

3. Pijat Perut

Jenis pijat ini memiliki titik yang disebut pulung ati. Nantinya, ahli pijat akan memijat ulu hati bagian perut kiri dan kanan sebelah atas pusar. Pijat perut ini bertujuan meredakan perut kembung, diare, hingga susah kentut.

4. Bekam

Selain refleksi, jenis pijat tradisional lainnya yang kerap dijadikan sebagai alternatif yaitu bekam. Pengobatan tradisional asal Cina dan Timur Tengah ini disebut dapat meredakan rasa sakit dan nyeri otot.

Seperti kita ketahui, bekam memanfaatkan alat yang disebut cawan yang menghisap lapisan kulit dan lemak dari otot.

Bahkan, alat yang terbuat dari gelas, plastik, atau silikon ini dapat memindahkan lapisan otot satu sama lain.

Dari beberapa jenis pijat ini ada yang menggunakan minyak pelumas juga ada yang tidak. Minyak yang sering digunakan seperti minyak pijat aroma terapi, minyak kayu putih, atau balsem hangat atau jenis lainnya.

Tujuannya adalah untuk melicinkan kulit agar tukang pijat lebih mudah mengerjakan tugasnya dan tidak menyebabkan iritasi tau lecet pada kulit.

Selain itu, minyak kayu putih atau balsem memberikan efek hangat sehingga tubuh pun terasa lebih rileks.

Manfaat Pijat Tradisional

Sama seperti pijat lainnya, pijat tradisional memberikan efek relaksasi terhadap tubuh yang terasa pegal dan lelah.

Selain itu, ada beberapa kebaikan lainnya yang bisa kita dapatkan dari pengobatan tradisional ini, yaitu:

  1. Melancarkan peredaran darah
  2. Melancarkan peredaran limfe (getah bening)
  3. Mengoptimalkan dan menguatkan fungsi organ tubuh 
  4. Mengelola stres dan meningkatkan relaksasi
  5. Meredakan rasa sakit, nyeri otot, dan ketegangan
  6. Meningkatkan sirkulasi dan energi
  7. Menurunkan detak jantung dan tekanan darah dan
  8. Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh

Di samping manfaat untuk kondisi atau penyakit tertentu, kita masih dapat menikmati pijat karena terkadang memberikan rasa nyaman.

Risiko dari Pijat Tradisional

Pada dasarnya kita memang bisa mendapatkan manfaat yang beragam dari pijat tradisional. Namun, bukan berarti pengobatan alternatif ini terlepas dari berbagai risiko.

Hal ini terutama bisa terjadi pada orang yang menderita kondisi kesehatan tertentu.

Sebelum Anda memutuskan untuk dipijat, perlu diketahui riwayat penyakit tertentu sebagai pertimbangan apakah pijat perlu dilakukan atau tidak, seperti: gangguan pendarahan, infeksi, patah tulang, osteoporosis, jumlah trombosit yang rendah dan luka bakar atau menjalani penyembuhan luka.

Pijat tradisional memang kerap menjadi pengobatan alterantif bagi banyak orang. Walaupun demikian, kita tetap perlu berhati-hati ketika ingin mendapatkan pijatan dari orang lain.

Ada baiknya untuk memperoleh jasa pijat dari ahlinya guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Pentingnya pijat bagi masyarakat Indonesi bahkan terekam dalam relief Karmawibhangga di Candi Borobodur.

Relief ini menggambarkan seorang pria memperoleh sejumlah perawatan dari beberapa wanita, seperti pijatan di kepala, tangan hingga kaki.

 

Editor : Tasropi
#pengobatan tradisional #pegal linu #ramuan tradisional #khas indonesia #world health organization