Produktivitas Bawang Merah Kendal Meningkat, DPP Perkuat Petani

Budi Setiyawan • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:31 WIB
GRAFIS: Produksi bawang merah di Kendal, Dinas Pertaninan dan Pangan Kabupaten Kendal perkuat petani lewat pelatihan pembibitan DBHCHT  2026.
GRAFIS: Produksi bawang merah di Kendal, Dinas Pertaninan dan Pangan Kabupaten Kendal perkuat petani lewat pelatihan pembibitan DBHCHT 2026.

 

RADARSEMARANG.ID, KENDAL– Produktivitas bawang merah di Kabupaten Kendal mencapai 102,09 kuintal per hektare pada 2025, mendorong Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal memperkuat keterampilan petani melalui pelatihan pembenihan yang didukung Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026.

Program ini menyasar 60 petani di Kecamatan Gemuh dan Ringinarum, terutama petani pemula yang belum tergabung dalam asosiasi atau perkumpulan bawang merah.

Kepala UPTD Perbenihan Pertanian DPP Kendal Budi Heru Santoso, S.P. mengatakan, pelatihan tersebut dirancang untuk memperluas akses pengetahuan dan teknologi bagi petani yang masih membutuhkan pendampingan dalam pembenihan dan budidaya bawang merah.

”Sasaran kami petani yang akses informasinya masih terbatas,” ujarnya.

Berdasarkan data DPP Kendal, produktivitas bawang merah meningkat dari 98,57 kuintal per hektare pada 2024 menjadi 102,09 kuintal per hektare pada 2025.

Peningkatan produktivitas itu diikuti kenaikan produksi dari 251.657 kuintal pada 2024 menjadi 257.781 kuintal pada 2025, meskipun luas panen turun dari 2.553 hektare menjadi 2.525 hektare.

Sementara itu, data hingga September 2026 mencatat luas panen bawang merah mencapai 2.125,15 hektare dengan produksi 180.633,68 kuintal dan produktivitas 85 kuintal per hektare.

Angka tersebut masih bersifat sementara karena belum mencakup satu tahun penuh, sehingga perkembangan produksi dan produktivitas 2026 masih perlu dilihat hingga akhir tahun.

Dalam pelatihan selama dua hari tersebut, peserta memperoleh materi pembenihan, teknik budidaya, serta pengenalan hama dan penyakit tanaman dari narasumber yang kompeten dan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Kendal.

Peserta juga mengikuti praktik pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebagai salah satu alternatif pendukung pertumbuhan tanaman yang dapat dipelajari dan dikembangkan secara mandiri.

”Harapannya, petani bisa membuat PGPR sendiri di rumah atau bersama kelompoknya,” jelas Budi.

Melalui program yang didukung DBHCHT 2026 ini, DPP Kendal berharap petani semakin terampil dalam pembenihan dan budidaya bawang merah serta memiliki akses lebih luas terhadap pengetahuan pertanian.

Penguatan kapasitas petani tersebut diharapkan menjadi bekal untuk mendukung budidaya yang lebih optimal dan meningkatkan kemandirian petani bawang merah di Kabupaten Kendal. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
DBHCHT Kabupaten Kendal bawang merah kendal pelatihan pembenihan bawang merah DPP Kendal