Bupati Tika Ungkap Cara Petani Kendal Naik Kelas, Bukan Sekadar Jual Hasil Panen

Budi Setiyawan • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 12:53 WIB
DIALOG PETANI: Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama Kepala DPP Kendal Pandu Rapriat Ragajati saat menyambangi 34 stan peserta pameran Gelar Hasil Pembangunan Kabupaten Kendal 2026 yang menampilkan hasil dan potensi sektor pertanian dan peternakan.
DIALOG PETANI: Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama Kepala DPP Kendal Pandu Rapriat Ragajati saat menyambangi 34 stan peserta pameran Gelar Hasil Pembangunan Kabupaten Kendal 2026 yang menampilkan hasil dan potensi sektor pertanian dan peternakan. (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)

 

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Petani Kabupaten Kendal diminta tidak lagi sekadar menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah, tetapi mulai mengolahnya agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat membuka Gelar Hasil Pertanian Kabupaten Kendal 2026 di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal.

Menurut Bupati Tika, hilirisasi menjadi salah satu kunci untuk mendorong petani Kendal semakin maju sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.

“Ke depan, petani kita harus semakin maju,” tegasnya.

Bupati meminta petani tidak ragu memanfaatkan teknologi modern dalam mengembangkan usaha pertanian.

Selain meningkatkan proses produksi, pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu petani mengolah hasil panen sehingga menghasilkan produk dengan nilai jual yang lebih tinggi.

“Jangan ragu untuk memanfaatkan teknologi modern, mengolah hasil panen agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi (hilirisasi), dan memperluas akses pasar digital,” ujarnya. 

Menurut Bupati Tika, sektor pertanian memiliki peran strategis bagi Kabupaten Kendal karena tidak hanya menopang ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak perekonomian dan penyerapan tenaga kerja.

Karena itu, penguatan sektor pertanian harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan petani, pemerintah, pelaku usaha, dan generasi muda.

Pemkab Kendal juga berkomitmen memberikan pendampingan kepada petani melalui berbagai program, mulai bantuan sarana dan prasarana, penyediaan pupuk tepat sasaran, penyuluhan intensif hingga kemudahan akses pembiayaan.

Bupati berharap Gelar Hasil Pertanian Kabupaten Kendal 2026 tidak hanya menjadi ajang menampilkan potensi pertanian daerah.

Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang silaturahmi, edukasi, dan motivasi bagi petani, pelaku pangan, serta generasi muda untuk ikut membangun pertanian dan pangan berkelanjutan. 

Bupati juga mengajak seluruh pihak menjaga lahan produktif dan mencegah alih fungsi lahan yang tidak sesuai aturan.
Kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pelaku industri dinilai penting untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan pangan di Kabupaten Kendal. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
Pandu Rapriat Ragajati Gelar Hasil Pertanian Dyah Kartika Permanasari DPP Kendal