Cegah PMK Merebak, DPP Kendal Gencarkan Vaksinasi Sapi dan Kambing

Budi Setiyawan • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:44 WIB

 

VAKSINASI TERNAK — Tim Puskeswan Sukorejo melakukan vaksinasi PMK pada kambing milik peternak di Desa Selo, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal. (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)
VAKSINASI TERNAK — Tim Puskeswan Sukorejo melakukan vaksinasi PMK pada kambing milik peternak di Desa Selo, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal. (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)

 

RADARSEMARANG.ID, KENDAL — Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal memperkuat perlindungan ternak dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melalui vaksinasi secara berkala.

Vaksinasi menyasar ternak sapi dan kambing milik peternak, salah satunya di Kelompok Ternak Candisari, Desa Selo, Kecamatan Patean.

Pelayanan vaksinasi dilakukan tim Puskeswan Sukorejo pada kelompok ternak binaan dinas dan pemerintah desa yang memiliki populasi ternak cukup tinggi.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Rabies, Pemkot Semarang Gelar Vaksinasi dan Sterilisasi Kucing Anjing Gratis

Dokter hewan Puskeswan Sukorejo Achmad Septian mengatakan, vaksinasi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyebaran PMK pada ternak.

“PMK merupakan penyakit yang disebabkan virus. Penularannya cukup cepat dan bisa menimbulkan kerugian bagi peternak,” ujarnya.

Menurut Achmad, vaksinasi tidak cukup dilakukan satu kali karena kekebalan ternak perlu dipertahankan melalui vaksinasi pengulangan.

Vaksinasi lanjutan umumnya diberikan secara berkala setiap enam bulan untuk menjaga imunitas ternak.

“Hal tersebut harus dilakukan secara rutin agar imunitas atau kekebalan yang diberikan melalui vaksin tetap terjaga,” jelasnya.

Pelayanan kesehatan hewan tersebut dilakukan secara rutin oleh Puskeswan Sukorejo yang memiliki wilayah kerja meliputi Kecamatan Patean, Pageruyung, Plantungan, dan Sukorejo.

Pelayanan diprioritaskan di wilayah dengan populasi ternak yang cukup tinggi, termasuk Desa Selo.

Desa Selo menjadi salah satu wilayah dengan potensi peternakan cukup besar di Kecamatan Patean.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan Burundi, Negara Termiskin di Dunia: Melarang Jogging hingga Memuja Status Lewat Sapi

Kepala Desa Selo Sugeng mengatakan, mayoritas warga memelihara sapi, sementara sebagian lainnya memelihara kambing sebagai ternak sampingan.

“Mayoritas warga Desa Selo memelihara sapi. Untuk jumlahnya cukup banyak,” katanya.

Menurut Sugeng, aktivitas peternakan di Desa Selo juga dilakukan secara berkelompok.

Pemerintah desa telah menyediakan lokasi khusus untuk kandang ternak guna mendukung pengelolaan peternakan warga.

Karena itu, Sugeng mengapresiasi pelayanan vaksinasi yang diberikan DPP Kendal melalui tim kesehatan hewan Puskeswan Sukorejo.

“Kami selaku Pemerintah Desa Selo mengucapkan terima kasih dengan adanya vaksinasi untuk hewan ternak sapi di Desa Selo,” ujarnya.

Sugeng berharap pelayanan tersebut dapat terus ditingkatkan, terutama melalui sosialisasi dan penyuluhan mengenai kesehatan ternak kepada para peternak.

Menurutnya, perlindungan ternak dari PMK tidak hanya bergantung pada vaksinasi, tetapi juga membutuhkan kesadaran peternak dalam menjaga kesehatan hewan dan menerapkan biosekuriti kandang.

Dengan vaksinasi berkala dan penerapan biosekuriti, risiko penyebaran penyakit diharapkan dapat ditekan sehingga produktivitas dan keberlangsungan usaha peternakan warga tetap terjaga. (bud)

Editor : Tasropi
Vaksin PMK Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal DPP Kendal