Pabrik Saus dan Bumbu PT Foodindo Resmi Beroperasi di KEK Kendal, Investasi Rp190 Miliar Serap 150 Pekerja

Budi Setiyawan • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 14:52 WIB

 

INVESTASI KEK: PT Foodindo Dwivestamas meresmikan pabrik baru di KEK Kendal dengan investasi Rp190 miliar yang menyerap 150 tenaga kerja dan berkapasitas produksi 1.000 ton bumbu per tahun. (Istimewa)
INVESTASI KEK: PT Foodindo Dwivestamas meresmikan pabrik baru di KEK Kendal dengan investasi Rp190 miliar yang menyerap 150 tenaga kerja dan berkapasitas produksi 1.000 ton bumbu per tahun. (Istimewa)

 

RADARSEMARANG.ID, Kendal—PT Foodindo Dwivestamas resmi mengoperasikan pabrik baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dengan nilai investasi mencapai Rp190 miliar yang akan memproduksi saus, sambal, dan bumbu untuk memenuhi pasar domestik hingga ekspor.

Pabrik yang mulai beroperasi penuh pada Juli 2026 itu menyerap sekitar 150 tenaga kerja dengan kapasitas produksi mencapai 1.000 ton per tahun.

Fasilitas produksi tersebut beroperasi selama 24 jam untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, termasuk tujuan ekspor ke Arab Saudi dan Dubai.

PT Foodindo Dwivestamas merupakan perusahaan produsen saus, bumbu, dan seasoning yang berdiri sejak 2007 di Cikarang, Jawa Barat.

Melalui merek MYTASTE, perusahaan memproduksi berbagai jenis sambal tradisional, saus Asia dan Barat, serta aneka bumbu marinasi yang telah memenuhi standar keamanan pangan internasional.

Baca Juga: Pabrik Kemasan Premium Resmi Beroperasi di Kendal, Jadi Langganan Nike hingga Adidas

Produk Foodindo juga telah dipasarkan melalui berbagai jaringan ritel modern di Indonesia, seperti Hypermart, Ranch Market, Papaya, Grand Lucky, Hero Supermarket, Lotte Mart, AEON, dan Farmers Market.

Direktur PT Foodindo Dwivestamas Lucky Rumengan mengatakan beroperasinya fasilitas produksi di KEK Kendal menjadi langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar.

"Peresmian fasilitas produksi ini menandai babak baru bagi Foodindo karena dengan kapasitas produksi yang lebih besar dan teknologi manufaktur yang lebih modern, kami siap meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pangsa pasar, baik di Indonesia maupun pasar ekspor," ujar Lucky.

Ia menambahkan keberadaan pabrik di KEK Kendal akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Executive Director PT Kawasan Industri Kendal (KIK) Juliani Kusumaningrum menilai beroperasinya Foodindo menjadi bukti semakin matangnya realisasi investasi di KEK Kendal.

Menurutnya, investasi yang sebelumnya berada pada tahap pembangunan kini mulai memasuki fase produksi sehingga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan industri di kawasan.

"Kehadiran Foodindo semakin memperkuat fondasi klaster industri pangan di KEK Kendal dan kami berharap semakin banyak perusahaan yang saling terhubung dalam rantai pasok industri sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi pertumbuhan industri maupun perekonomian nasional," katanya.

Juliani menjelaskan sektor makanan dan minuman menjadi salah satu industri strategis yang terus dikembangkan di KEK Kendal.

Dengan bertambahnya perusahaan yang beroperasi, kawasan tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem industri pangan yang terintegrasi mulai dari pengolahan bahan baku, produksi bumbu dan seasoning, pengemasan, hingga distribusi.

Penguatan ekosistem itu diyakini akan meningkatkan efisiensi industri, mempererat kolaborasi antarmanufaktur, sekaligus memperkuat daya saing produk pangan Indonesia di pasar global. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
FOODINDO KEK Kendal