Pabrik Kemasan Premium Resmi Beroperasi di Kendal, Jadi Langganan Nike hingga Adidas

Budi Setiyawan • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 14:50 WIB
RESMI BEROPERASI: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran manajemen BSN Group dan PT Kawasan Industri Kendal (KIK) meresmikan operasional PT DKV Printing Indonesia di KEK Kendal, Selasa (21/7). (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)
RESMI BEROPERASI: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran manajemen BSN Group dan PT Kawasan Industri Kendal (KIK) meresmikan operasional PT DKV Printing Indonesia di KEK Kendal, Selasa (21/7). (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)

 

RADARSEMARANG.ID, KENDAL—Pabrik kemasan premium yang memasok kebutuhan merek-merek global seperti Nike, Adidas, Crocs, dan Skechers resmi beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.

PT DKV Printing Indonesia meresmikan operasional fasilitas produksi terbarunya di KEK Kendal, Selasa (21/7/2026).

Perusahaan yang merupakan bagian dari BSN Group tersebut menggelontorkan investasi mencapai Rp728 miliar untuk membangun fasilitas produksi kemasan premium.

Baca Juga: Cek Info GTK, Dapodik Versi 2027 Mulai Ditarik 22 Juli 2026, Data Ini Jadi Penentu Validasi

Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 500 ribu boks per hari atau sekitar 180 juta boks per tahun. Saat beroperasi penuh, PT DKV Printing Indonesia diproyeksikan mampu menyerap sekitar 800 tenaga kerja lokal.

Fasilitas produksi itu memproduksi berbagai jenis kemasan, mulai outer carton, color box, inner box, hingga premium handmade box.

Produk kemasan tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan sekitar 400 merek global yang dipasok BSN Group di kawasan Asia Tenggara.

Sejumlah merek internasional yang menggunakan produk tersebut di antaranya Adidas, Nike, Crocs, Vans, UGG, Tommy Hilfiger, Lacoste, Columbia, Skechers, TEVA, TUMI, dan Under Armour.

Wakil Presiden dan Direktur Eksekutif BSN Group Miao Renxiao mengatakan, pembangunan fasilitas produksi di KEK Kendal merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat jaringan manufaktur di Asia Tenggara.

“Peresmian fasilitas produksi di KEK Kendal merupakan langkah strategis BSN Group dalam memperluas jaringan manufaktur di Asia Tenggara,” ujar Miao Renxiao.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar sebagai basis produksi karena didukung ekosistem industri yang terus berkembang dan lokasi yang strategis.

Melalui fasilitas tersebut, BSN Group menargetkan peningkatan kapasitas produksi dan percepatan pemenuhan kebutuhan pelanggan global.

Executive Director PT Kawasan Industri Kendal Juliani Kusumaningrum mengatakan, kehadiran PT DKV Printing Indonesia semakin memperkuat posisi KEK Kendal sebagai kawasan industri manufaktur.

Menurutnya, industri kemasan memiliki peran penting dalam mendukung rantai pasok global.

“Keputusan Grup BSN untuk kembali berinvestasi melalui PT DKV Printing Indonesia menjadi bentuk nyata kepercayaan terhadap KEK Kendal,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, investasi di Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif di tengah dinamika geopolitik dunia.

Menurutnya, Jawa Tengah masih menjadi salah satu tujuan utama investasi karena menawarkan iklim investasi yang menarik.

“Investasi tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi sehingga kita bisa belajar,” ujar Ahmad Luthfi.

Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng akan memberikan jaminan keamanan dan kemudahan perizinan bagi investor, termasuk investor dari China maupun negara lain.

Dia menyebutkan, investasi yang masuk ke Jawa Tengah pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp23 triliun.

Sementara sepanjang 2025, total investasi yang masuk ke Jawa Tengah mencapai Rp110 triliun.

“Ini bukti bahwa Jawa Tengah menarik dan ramah untuk iklim investor,” tegasnya.

Dengan beroperasinya PT DKV Printing Indonesia, ekosistem industri di KEK Kendal semakin lengkap karena perusahaan tersebut menjadi bagian dari rantai pasok berbagai sektor manufaktur.

Kehadiran industri pendukung di dalam kawasan diharapkan dapat memperpendek rantai pasok, mempercepat proses produksi, dan meningkatkan efisiensi industri.

Bagi Kendal, investasi Rp728 miliar tersebut tidak hanya menambah kapasitas industri, tetapi juga membuka peluang ratusan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
investasi Rp728 miliar DKV Printing Nike dan Adidas Pabrik Kemasan KEK Kendal