RADARSEMARANG.ID, Kendal— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal mengingatkan bahwa berbagai isu nasional berpotensi merembet hingga ke daerah sehingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) diminta menjadi garda terdepan dalam memperkuat komunikasi dan mencegah munculnya konflik sosial sejak dini.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kendal menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri Sarasehan Ngopi Bareng Putaran Ketiga yang digelar FKUB Kabupaten Kendal di Ma'had Shoutul Qur'an, Kedinding, Desa Purwokerto, Kecamatan Brangsong, Jumat malam (10/7).
Kepala Kesbangpol Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando, mengatakan kerukunan masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas daerah di tengah derasnya berbagai isu yang berkembang secara nasional.
Baca Juga: Beredar Isu OTT dan Penggeledahan SPPG MBG, Kejati Jateng Beri Klarifikasi
Menurutnya, dinamika nasional sewaktu-waktu dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi sosial di tingkat lokal apabila tidak diantisipasi sejak awal.
"Guyub rukun itu penting karena isu nasional bisa turun ke daerah sehingga peran FKUB sangat penting untuk menyatukan dan menjaga kerukunan masyarakat," ujarnya.
Ia mengapresiasi FKUB Kabupaten Kendal yang tetap konsisten menggelar sarasehan lintas agama meski belum memperoleh dukungan anggaran khusus dari pemerintah.
Bahkan, Alfebian menawarkan diri menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Ngopi Bareng pada putaran berikutnya sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga kerukunan masyarakat.
"Saya mengapresiasi FKUB Kabupaten Kendal karena tanpa anggaran tetap mampu menyelenggarakan sarasehan secara rutin dan kegiatan berikutnya saya minta dilaksanakan di tempat saya," katanya.
Alfebian meyakini kepemimpinan Ketua FKUB Kabupaten Kendal KH Sajidin Noor mampu menjaga keberlangsungan forum dialog lintas agama tersebut sebagai wadah mempererat persaudaraan.
Ia menambahkan kondisi kerukunan umat beragama di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Kendal, hingga saat ini tergolong sangat baik.
Hal tersebut tercermin dari Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Jawa Tengah yang mencapai 78,98 atau berada di atas rata-rata nasional.
Menurutnya, situasi keamanan di Kabupaten Kendal juga tetap kondusif berkat sinergi antara tokoh agama, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat.
Ia menyebut stabilitas daerah menjadi salah satu faktor penting yang mendorong meningkatnya investasi sehingga angka pengangguran di Kabupaten Kendal terus mengalami penurunan.
Baca Juga: Tercium Bau Tak Sedap, Pria Paruh Baya di Kendal Ditemukan Tewas di Kamar
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Kendal KH Sajidin Noor mengusulkan agar FKUB di tingkat kecamatan kembali diaktifkan untuk memperluas pembinaan kerukunan hingga masyarakat tingkat bawah.
Menurutnya, keberadaan FKUB kecamatan akan memperkuat komunikasi lintas agama sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu keharmonisan masyarakat.
Melalui forum Ngopi Bareng tersebut, FKUB berharap kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, aparat keamanan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat terus diperkuat agar Kabupaten Kendal tetap aman, damai, serta menjadi daerah yang kondusif bagi kehidupan sosial maupun pertumbuhan investasi. (bud)
Editor : Baskoro Septiadi