RADARSEMARANG.ID, Kendal – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memanfaatkan kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) Fajar Riza Ul Haq untuk memperjuangkan dunia pendidikan di Kabupaten Kendal.
Di antaranya, ia meminta supaya dilakukan percepatan revitalisasi sekolah, pembangunan unit sekolah baru (USB), dan penambahan guru aparatur sipil negara (ASN) demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kendal.
Kunjungan kerja Wamen Dikdasmen di SMP Negeri 2 Kaliwungu, Rabu (8/7/2026), menjadi momentum strategis memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kendal dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan sektor pendidikan.
Bupati yang akrab disapa Mbak Tika itu menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Kendal sebagai lokasi kunjungan kerja Wamen Dikdasmen.
hal ini menurutnya, menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap kemajuan pendidikan di daerah.
Baca Juga: Kini Urus KTP Lintas Daerah Jadi Lebih Mudah, Datang ke Rumah Rakyat Jateng Langsung Dilayani
Dalam kesempatan tersebut, Mbak Tika memaparkan berbagai kebutuhan prioritas pendidikan yang memerlukan dukungan pemerintah pusat agar pelayanan pendidikan kepada masyarakat semakin optimal.
Salah satu usulan utama adalah realisasi percepatan program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan yang telah dialokasikan Kemendikdasmen pada tahun 2026 melalui jalur reguler maupun aspirasi.
Menurut Bupati, hingga pertengahan tahun pelaksanaan revitalisasi belum sepenuhnya sesuai target, sehingga masih banyak sekolah yang membutuhkan percepatan pembangunan.
Pada jenjang PAUD dan TK, dari target revitalisasi 24 satuan pendidikan baru terealisasi 17 sekolah.
"Sementara pada jenjang SD, baru dua sekolah yang direalisasikan dari target 30 sekolah," ungkapnnya.
Adapun pada jenjang SMP, realisasi baru mencapai delapan sekolah dari target 24 sekolah.
"Kami berharap seluruh alokasi revitalisasi dapat direalisasikan sesuai rencana, bahkan bila memungkinkan dapat ditambah karena masih banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan," ujar Dyah.
Selain revitalisasi sekolah, Bupati Tika juga mengusulkan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) untuk SD.
Salah satunya percepatan pengganti SD Negeri 3 Cepiring yang harus segera direlokasi, lantaran lahan dan bangunan saat sekolah tersebut berada di atas lahan milik Industri Gula Nusantara (IGN).
Pemerintah Kabupaten Kendal sebenarnya sudah menyiapkan lahan sebagai lokasi pengganti pembangunan sekolah tersebut, supaya proses belajar mengajar tetap berjalan normal.
Pemkab Kendal juga mengusulkan pembangunan SMP Negeri di Kecamatan Kaliwungu Selatan yang hingga kini belum memiliki sekolah menengah pertama negeri.
Menurut Bupati, pertumbuhan kawasan permukiman di Kaliwungu Selatan terus meningkat sehingga kebutuhan terhadap sekolah negeri semakin mendesak.
Belum adanya SMP negeri di wilayah tersebut membuat banyak lulusan SD harus bersekolah lebih jauh sekaligus menghadapi kendala jalur domisili dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Bupati juga menyampaikan rencana pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi yang menghubungkan SMA Negeri 1 Kendal, SMP Negeri 3 Patebon, dan SD Negeri 2 Purwokerto.
:Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Kendal telah menyiapkan lahan seluas delapan hektare sebagai lokasi pengembangan kawasan pendidikan terpadu," bebernya.
Selain pembangunan fisik sekolah, Bupati Tika juga menegaskan pentingnya pemenuhan tenaga pendidik agar kualitas layanan pendidikan semakin meningkat.
Saat ini Kabupaten Kendal masih membutuhkan sekitar 150 guru SD, 150 guru SMP, 200 kepala sekolah SD, delapan kepala sekolah SMP, serta tambahan tenaga pengawas sekolah.
Menurutnya, kekurangan tenaga pendidik dipicu tingginya angka pensiun guru dan kepala sekolah dalam beberapa tahun terakhir.
"Kami memohon adanya pengangkatan guru ASN dari pemerintah pusat agar kekurangan tenaga pendidik di Kabupaten Kendal dapat segera terpenuhi," tegasnya.
Bupati juga berharap penyempurnaan kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak Kendal memperoleh akses pendidikan di sekolah negeri.
Dyah optimistis sinergi yang semakin erat antara Pemkab Kendal dan Kemendikdasmen akan mempercepat peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mewujudkan sumber daya manusia Kendal yang unggul dan berdaya saing.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, menyampaikan, pemerintah pusat terus menyiapkan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan guru secara nasional.
Ia mengatakan Kemendikdasmen telah berkoordinasi dengan Kementerian PANRB, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan DPR RI guna merumuskan mekanisme pemenuhan guru di seluruh Indonesia.
"Ada 561 ribu kekurangan guru karena setiap tahun ada sekitar 60 ribu sampai 70 ribu guru yang pensiun sehingga apabila tidak segera dipenuhi Indonesia akan menghadapi kekurangan guru dalam jumlah besar pada tahun 2030," jelasnya.
Melalui kunjungan tersebut, Pemkab Kendal berharap berbagai usulan strategis yang telah disampaikan dapat memperoleh dukungan pemerintah pusat sehingga percepatan pembangunan sekolah, penambahan guru ASN, hingga peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kendal dapat segera terealisasi. (adv/bud)
Editor : Baskoro Septiadi