Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Petani Kendal Kejar Harga Tembakau Rp70 Ribu per Kilogram, Cuaca Jadi Penentu Nasib Panen

Budi Setiyawan • Jumat, 3 Juli 2026 | 16:13 WIB
TEMBAKAU KENDAL: Petani tembakau di Ngampel, Kendal, memasuki fase krusial perawatan tanaman demi mengejar harga jual hingga Rp70 ribu per kilogram saat panen. Cuaca menjadi faktor penentu kualitas hasil panen tahun ini. (AI/RadarSemarang.ID)
TEMBAKAU KENDAL: Petani tembakau di Ngampel, Kendal, memasuki fase krusial perawatan tanaman demi mengejar harga jual hingga Rp70 ribu per kilogram saat panen. Cuaca menjadi faktor penentu kualitas hasil panen tahun ini. (AI/RadarSemarang.ID)

 

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Petani tembakau di Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, memburu harga jual hingga Rp70 ribu per kilogram dengan mengintensifkan perawatan tanaman menjelang masa panen.

Tanaman yang kini memasuki usia 30 hingga 45 hari dinilai menjadi fase paling menentukan kualitas daun tembakau yang akan dipasarkan.

Petani memperkuat perawatan melalui penyiraman rutin, penyiangan gulma, pemupukan terukur, hingga penyemprotan pestisida agar daun tumbuh lebar dan bebas serangan hama.

Baca Juga: Korupsi Modus Baru! Bupati Kendal Mbak Tika Ingatkan ASN Jangan Lengah

Petani tembakau Kebonagung, Nadhir Akhmad, mengatakan seluruh proses perawatan saat ini akan menentukan kualitas hasil panen beberapa pekan mendatang.

"Sekarang ini masa paling krusial karena kualitas daun ditentukan pada tahap ini, sehingga perawatan harus maksimal agar hasil panen lebih baik," ujarnya, Jumat (3/7).

Menurutnya, petani juga mulai melakukan perempelan atau pemangkasan tunas samping agar nutrisi tanaman terpusat pada daun utama.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan ukuran, ketebalan, dan mutu daun tembakau saat dipanen.

Meski kondisi tanaman tumbuh cukup baik, cuaca yang berubah-ubah masih menjadi tantangan terbesar musim tanam tahun ini.

Hujan yang turun di tengah musim kemarau berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman sekaligus memicu munculnya hama dan penyakit.

"Harapan kami mulai Agustus sampai panen selesai tidak turun hujan sehingga kualitas daun tetap terjaga dan proses pengeringan berjalan maksimal," katanya.

Nadhir berharap kualitas panen yang baik dapat diikuti harga jual yang sesuai dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan petani.

Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Deal! Hanif Sjahbandi Gabung PSS Sleman, Pengalaman Timnas Jadi Modal Berharga

"Kami berharap harga tembakau bisa mencapai Rp70 ribu per kilogram sehingga sebanding dengan biaya perawatan yang sudah dikeluarkan petani," harapnya.

Sementara itu, Kasi Kesejahteraan Pemerintah Desa Kebonagung, Muhtadi, mengatakan tembakau masih menjadi komoditas unggulan masyarakat di wilayahnya.

Ia berharap kondisi cuaca tetap mendukung hingga masa panen sehingga produksi dan kualitas tembakau Kebonagung meningkat sekaligus mampu mendongkrak pendapatan petani di Kecamatan Ngampel. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
#tembakau Kendal #tembakau djarum #Tembakau Sampoerna #PT HM Sampoerna Tbk #gudang garam