Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Hujan Turun Tanpa Ampun, 12 Desa di Kendal Terendam, Sekolah Ikut Kebanjiran

Budi Setiyawan • Kamis, 15 Januari 2026 | 18:47 WIB
Hujan Turun Tanpa Ampun, 12 Desa di Kendal Terendam, Sekolah Ikut Kebanjiran
Hujan Turun Tanpa Ampun, 12 Desa di Kendal Terendam, Sekolah Ikut Kebanjiran

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kendal memicu banjir luas, longsor, dan pohon tumbang di sejumlah wilayah Kamis (15/1/2026).  

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal mencatat ada 14 desa di empat kecamatan terlanda bencana.

Mulai dari Banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. 

Kecamatan Kendal Kota menjadi wilayah terdampak paling parah bencana banjir.  

“Genangan terjadi hampir merata di wilayah perkotaan dengan ketinggian air antara 10 sampai 50 sentimeter,” kata Kasi Kedaruratan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, Kamis (15/1/2026).  

Di Kelurahan Trompo, banjir merendam 10 RT, menggenangi SDN 1 Trompo, serta menyebabkan pohon trembesi berdiameter hampir satu meter tumbang dan menutup Sungai Kendal.  

“Pohon tumbang langsung kami tangani karena berpotensi memperparah luapan air sungai,” ujar Iwan.  

Banjir juga meluas ke Kelurahan Kebondalem, Sijeruk, Kalibuntuwetan, Pegulon, Pekauman, Patukangan, Langenharjo, Ngilir, dan Balok.  

Sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Pahlawan 1 dan 2, Jalan Masjid, serta Jalan Taat tergenang hingga 50 sentimeter dan menghambat aktivitas warga.  

“Selain permukiman, fasilitas umum seperti kantor kelurahan, sekolah, madrasah, dan TPS juga ikut tergenang,” jelas Iwan.  

Di Kecamatan Ngampel, banjir merendam beberapa RT di Desa Ngampelkulon dan Banyuurip dengan ketinggian air mencapai 25 sentimeter.  

Sementara itu, hujan deras juga memicu longsor talud di ruas jalan Plantungan–Blumah, Kecamatan Plantungan.  

“Untuk wilayah atas, ancamannya longsor, sedangkan wilayah bawah didominasi genangan dan luapan air,” kata Iwan.  

Di Desa Karangmulyo, Kecamatan Pegandon, pohon besar berdiameter sekitar 180 sentimeter tumbang dan menutup akses jalan serta pagar pemakaman.  

Iwan menegaskan BPBD Kendal telah melakukan asesmen cepat dan penanganan darurat di seluruh titik terdampak.  

“Kami mengimbau warga tetap waspada karena potensi hujan masih tinggi dan bencana susulan bisa terjadi,” tegasnya. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
#kendal #BANJIR #LONGSOR