RADARSEMARANG.ID, Kendal — Upaya pencarian terhadap mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang hanyut di Sungai Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, terus dilakukan dengan kekuatan penuh.
Lebih dari seratus personel gabungan dikerahkan sejak pagi tadi, Rabu (5/11/2025).
Namun, operasi penyisiran terpaksa dihentikan sementara akibat hujan deras yang mengguyur kawasan hulu dan sepanjang aliran Sungai Bodri.
Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengatakan bahwa kondisi cuaca di lokasi membuat tim tidak bisa melanjutkan penyisiran.
“Sekitar pukul 11.00 WIB, semua tim di lapangan kami tarik untuk istirahat karena hujan deras membuat arus kembali deras dan berbahaya,” ujarnya.
Ia menegaskan, penghentian bersifat sementara hingga cuaca memungkinkan.
“Begitu reda, kami lanjutkan lagi. Kami harus pastikan keselamatan anggota di lapangan juga,” tegas Iwan.
Sejak pagi, operasi pencarian hari kedua dimulai dengan apel gabungan di Posko Induk Genting Jolinggo.
Sebanyak 114 personel dari berbagai unsur—Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan hingga masyarakat—dibagi ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU).
Empat SRU melakukan penyisiran darat sepanjang aliran sungai, sementara satu SRU lainnya menggunakan empat perahu rafting.
Selain di lokasi utama, ratusan relawan juga melakukan pemantauan di Bendung Juwero, hingga aliran bawah di Kecamatan Gemuh dan Pegandon.
Koordinator Pencarian Korban BPBD Kendal, Ahma Garlih, menyebutkan bahwa hingga siang ini lima korban telah ditemukan.
“Lima korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Masih satu mahasiswi yang belum ditemukan, atas nama Nabila Yulian Dessi Pramesti,” katanya.
Ahma menjelaskan, dua korban terbaru ditemukan Rabu pagi di titik berbeda, sekitar 150 meter dan 3,5 kilometer dari lokasi kejadian.
“Kondisi arus sungai masih cukup deras dan panjang lintasan yang kami sisir cukup ekstrem. Tapi kami tetap berupaya semaksimal mungkin,” tambahnya.
Dari data BPBD Kendal, korban adalah bagian dari 15 mahasiswa KKN UIN Walisongo yang tengah bermain air di sungai saat arus mendadak berubah menjadi banjir bandang.
Kapolres Kendal, AKBP Hendry Sianipar, memastikan jajarannya ikut melakukan pengamanan di sekitar lokasi dan mendampingi keluarga korban.
“Kami juga menurunkan personel untuk membantu trauma healing, terutama kepada rekan-rekan mahasiswa yang selamat,” jelasnya.
Hingga berita ini ditulis, tim gabungan masih siaga menunggu cuaca membaik untuk melanjutkan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan. (bud)
Editor : Baskoro Septiadi