RADARSEMARANG.ID, Kendal – Penyegelan Balai Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, sejak Senin (22/9) membuat pelayanan masyarakat terganggu.
Perangkat desa terpaksa membuka kantor darurat di ruang perpustakaan SD Negeri 2 Tunggulsari.
Pantauan di lokasi, sejumlah warga hilir mudik mendatangi sekolah untuk mengurus keperluan administrasi.
Abdullah, salah satu warga, mengaku datang untuk meminta surat pengantar BPJS Kesehatan.
“Keluarga saya ada yang opname di rumah sakit Kaliwungu. Kartu BPJS memerlukan surat pengantar dari desa. Makanya saya datang ke sini,” ujarnya.
Sekretaris Desa Tunggulsari, Arif Setyawan, mengatakan pelayanan sementara dialihkan karena balai desa masih disegel warga.
“Perangkat desa ada sembilan orang. Sebagian bertugas di sekolah, sebagian lain kerja dari rumah (WFH),” jelasnya.
Menurut Arif, kondisi darurat membuat warga terkadang harus mendatangi langsung rumah perangkat desa.
“Tadi ada yang butuh surat pengantar BPJS. Karena petugasnya WFH, kami arahkan langsung ke rumahnya,” tambahnya.
Kasi Keuangan Desa, Adi Susanto, memastikan pelayanan tetap diusahakan semaksimal mungkin.
“Meski menumpang di sekolah dan bekerja dari rumah, pelayanan tetap kami jalankan. Harapannya situasi cepat normal,” katanya.
Sebelumnya, warga Tunggulsari menyegel balai desa dengan tali dan tulisan besar “Balai Desa Disegel Warga”.
Penyegelan dilakukan buntut kekecewaan warga terhadap Kepala Desa Abdul Khamid, yang dituding ingkar janji soal penolakan galian C.
Warga menuntut kades mundur dari jabatannya serta meminta transparansi pengelolaan pemerintahan desa. (bud)
Editor : Baskoro Septiadi