Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Orang Tua Siswa Keluhkan Program Makan Bergizi Gratis di Kendal, Ada yang Basi dan Menu Seadanya

Budi Setiyawan • Senin, 25 Agustus 2025 | 21:55 WIB
Unggahan menu MBG salah satu orang tua siswa di media sosial.
Unggahan menu MBG salah satu orang tua siswa di media sosial.


RADARSEMARANG.ID, Kendal – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi penopang gizi siswa di Kabupaten Kendal justru menuai sorotan. 

Sejumlah foto menu MBG yang beredar di media sosial memperlihatkan lauk pauk yang minim dan seadanya.

Dalam beberapa unggahan, nampak menu yang disajikan hanya terdiri dari nasi, sepotong tempe, sayur seadanya, serta potongan buah semangka. 

Ada pula foto yang menampilkan mie instan, seiris telur dadar, dan segelas susu kotak sebagai menu utama. 

Kondisi ini membuat orang tua siswa prihatin, karena jauh dari harapan makanan bergizi seimbang.

Lebih memprihatinkan, sejumlah orang tua siswa mengeluhkan bahwa lauk seringkali dalam kondisi kurang segar. 

“Saya selalu pesen ke anak, jangan dimakan kalau lauknya sudah basi. Lebih baik beli di kantin daripada sakit perut,” tulis salah satu wali murid di laman Facebook, yang mengunggah foto menu MBG di sekolah anaknya.

Pengelola MBG juga disebut-sebut memberi “imbauan” kepada para orang tua agar tidak mengunggah keluhan di media sosial. 

Hal itu tertuang dalam sebuah pengumuman sekolah yang beredar di kalangan wali murid. Dalam poin ketiga, jelas tertulis:

“Pesen dari petugas MBG, apapun makanan yg kita terima jangan di-up di sosmed, misalkan makanan yg didapat kurang berkenan, cukup protes di group WA aja, nanti saya yang menyampaikan ke petugasnya.”

Kebijakan ini memicu tanda tanya besar. Alih-alih terbuka terhadap kritik, justru terkesan ada upaya menutup-nutupi persoalan di lapangan.

Program MBG sejatinya diluncurkan pemerintah untuk membantu pemenuhan gizi anak sekolah. 

Namun, dengan kondisi seperti ini, banyak pihak khawatir manfaatnya justru tidak maksimal. 

Alih-alih menambah gizi, menu yang ala kadarnya bahkan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bila tidak dijaga kualitas dan kebersihannya.

Sejumlah warganet pun ramai mengomentari. Ada yang menyindir, “Bukan 4 sehat 5 sempurna, tapi 4 seadanya 5 alakadarnya.”

Kini publik menunggu sikap tegas pemerintah daerah dan pihak sekolah. 

Transparansi pengelolaan anggaran serta pengawasan mutu makanan harus diperkuat, agar program mulia ini tidak sekadar menjadi formalitas, sementara anak-anak hanya mendapat makanan yang jauh dari standar bergizi. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
#kendal #Mbg #Makan Bergizi Gratis