Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tangis, Tawa dan Harapan: Kisah Haru di Balik Khitanan Massal LAZISNU Pegandon

Budi Setiyawan • Kamis, 29 Mei 2025 | 22:30 WIB

 

Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, KENDAL—Tangis dan tawa mewarnai halaman Klinik Pratama NU Pegandon pada Rabu pagi (29/5). 

Sebanyak 39 anak dari berbagai desa di Kecamatan Pegandon, Kendal, berkumpul untuk mengikuti kegiatan khitanan massal yang diselenggarakan oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU). 

Bagi sebagian anak, ini bukan sekadar proses medis—melainkan sebuah langkah besar dalam perjalanan hidup mereka sebagai muslim.

Sejak pagi, raut ceria tampak menghiasi wajah anak-anak yang datang didampingi orang tua mereka. 

Dengan tas sekolah baru di tangan, sarung dan peci menempel rapi di pelukan, serta amplop kecil berisi uang saku yang menggantung di leher, mereka tampak antusias. 

Namun begitu nama mereka mulai dipanggil satu per satu, keberanian yang tadi memancar perlahan berubah menjadi gugup. Beberapa bahkan menangis, menolak masuk ke ruang tindakan.

Danial (8), salah satu peserta, sempat terlihat menutupi wajahnya dengan tangan kecilnya. “Awalnya takut,” ucapnya pelan. “Tapi pas disunat cuma terasa agak sakit dan geli.” Tuturnya polos, sambil tersenyum tipis menahan rasa yang belum sepenuhnya hilang.

Di balik ekspresi ketakutan anak-anak, tersimpan niat mulia dan kerja keras para panitia yang sejak pagi sudah bersiap. 

Menurut Ketua LAZISNU Kabupaten Kendal, Abidin, kegiatan ini bukan hanya tentang khitan. 

Ini adalah bentuk nyata penyaluran dana umat kepada mereka yang membutuhkan, khususnya warga Nahdliyin dari kalangan ekonomi lemah.

“Target awal kami 100 peserta, tapi yang mendaftar hanya 39 anak. Meski begitu, kami tetap bersyukur bisa membantu keluarga-keluarga ini. Kami ingin meringankan beban mereka, karena khitan adalah kewajiban agama yang tak semua orang mampu jalani dengan mudah,” jelas Abidin.

Kerja sama dengan Klinik Pratama NU Pegandon menjadikan proses berjalan lancar. Para tenaga medis bekerja cepat dan sigap, sementara panitia terus mendampingi peserta agar tetap tenang dan merasa aman.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Plt. Ketua PCNU Kendal, Izzudin, hadir langsung dan memberikan doa untuk anak-anak. 

“Semoga mereka tumbuh menjadi anak-anak sholeh, berguna bagi agama, bangsa, dan negara,” ucapnya penuh harap.

Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, turut hadir bersama istri. Ia membagikan angpao kepada para peserta dan memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya LAZISNU. 

“Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi. Terima kasih kepada semua yang telah peduli dan bekerja keras,” ujarnya.

Lebih dari sekadar program tahunan, khitanan massal ini adalah potret tentang empati, gotong royong, dan kasih sayang yang menyatukan komunitas. 

Di balik setiap tangisan anak, ada kelegaan orang tua. Di balik setiap tawa setelah khitan, ada harapan akan masa depan yang lebih baik—masa depan yang dibangun di atas solidaritas dan cinta sesama. (bud/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Laziznu #NU