RADARSEMARANG.ID, Kendal - Pemadaman api dalam kebakaran pabrik mainan PT MasterKidz Indonesia di Kawasan Industri Kendal (KIK) memasuki tahap pendinginan.
Hanya saja, masih ada dua titik api di bagian dalam bangunan dan gedung penyimpanan bahan produksi mainan.
Baca Juga: 10 Jam Belum Padam, Kebakaran Pabrik Mainan PT MasterKidz di Kendal Timbulkan Kerugian Besar
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang pada Sabtu (2/11) pukul 15.00 WIB, terlihat masih ada kepulan asap berwarna putih di area belakang PT MasterKidz Indonesia.
Kepulan asap ini tidak terlalu tebal seperti pada Jumat pagi (1/11) kemarin.
Para petugas damkar tampak berjibaku memadamkan api dan melawan asap tersebut. Sementara, supply air dilakukan oleh KIK.
Selain itu, telah diterjunkan alat berat untuk merobohkan bangunan.
Kemudian, alat berat tersebut mengurai palet kayu yang terbakar. Sehingga petugas pemadam bisa lebih mudah dalam memadamkan api.
"Alat berat datang Jumat kemarin jam 9 malam. Tidak untuk merobohkan seluruh bangunan, hanya mengurai material (yang terbakar) dan besi-besi yang berbahaya agar petugas kami tetap aman," jelas Kasi Operasional dan Pengendalian (Opsdal) Damkar Kendal, Jambari.
Jambari melanjutkan, petugas Damkar Kendal saat ini siap siaga dalam pemadaman kebakaran PT MasterKidz Indonesia di Kawasan Industri Kendal. Terlebih, pada Sabtu (2/11) ini pemadaman sedang dalam proses pendinginan.
"Sudah proses pendinginan. Tapi masih ada titik-titik api. Lalu sampah-sampah yang ada di dalam gedung dikeruk dan diurai pakai alat berat itu," lanjutnya.
Jambari membeberkan, api sulit dipadamkan lantaran di lokasi tersebut merupakan gedung penyimpanan bahan baku produksi mainan anak-anak.
Selain itu terdapat bahan kimia berupa cat juga thinner.
"Banyak tumpukan kayu. Jadi yang atas sudah disiram air, ternyata yang bawah masih bisa keluar api," bebernya di lokasi kejadian.
Meski begitu, Jambari berharap proses pendinginan bisa selesai pada Sabtu (2/11) ini.
Terlebih, petugas Damkar telah berusaha memadamkan api di PT MasterKidz Indonesia sejak Jumat (1/11).
"Hari pertama sampai jam 11 malam lalu kami tarik pasukan karena terlalu lelah. Dan hari kedua ini mulai pemadaman lagi sejak pukul 8 pagi," ujarnya.
Adapun pemadaman di hari kedua ini hanya mengerahkan Damkar Sektor Kaliwungu dan Sektor Kendal.
Selain itu, terdapat kendala untuk masuk ke bagian dalam bangunan. Pasalnya, alat berat terhalang besi-besi bangunan yang besar.
"Alat berat kesulitan masuk ke dalam. Jadi petugas juga belum bisa masuk untuk pendinginan. Kalau dipaksakan, nanti petugas kami yang kena," tambah Jambari.
Terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto mengatakan, kepolisian memeriksa dua saksi yang kali pertama melihat api di lokasi kejadian. Saksi tersebut lalu melaporkan peristiwa kepada HRD alias manajemen perusahaan.
Untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran PT MasterKidz Indonesia, kepolisian akan menerjunkan Tim Labfor Polda Jateng.
"Kalau sudah kondusif, akan kami terjunkan Tim Labfor dari Polda Jateng untuk mengecek penyebab kebakaran tersebut," lanjutnya.
Dikatakan, peristiwa kebakaran hebat ini tentunya menimbulkian kerugian yang besar.
Terlebih luasan pabrik mencapai 1,1 hektare. Ia menegaskan, dalam peristiwa kebakaran yang terjadi sejak Jumat (1/11) pukul 8.30 WIB kemarin, tidak ada korban jiwa alias nihil.
"Tidak ada korban jiwa. Kerugian material masih dihitung. Karena masih berproses terkait pemadaman api," ujarnya.
"Saat ini hanya satu lokasi (kebakaran). Dan nanti kami akan lakukan olah TKP untuk menentukan berapa persen yang terbakar," sambung Kabid Humas Polda Jateng. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi