Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sehari Bisa Sembelih Puluhan Hewan Kurban Sapi dan Kambing, Tukang Jagal Asal Kendal Ini Siapkan Pisau Khusus dari Jerman

Budi Setiyawan • Minggu, 16 Juni 2024 | 17:06 WIB
Anggota Banser Satkoryon Kaliwungu, Umar Faruk menunjukkan  dua pisau khusus yang digunakannya untuk menyembelih hewan kurban. BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
Anggota Banser Satkoryon Kaliwungu, Umar Faruk menunjukkan  dua pisau khusus yang digunakannya untuk menyembelih hewan kurban. BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Butuh metode yang benar dan keberanian untuk menjadi penjagal penyembelihan hewan kurban.

Terlebih saat hewan yang akan disembelih sulit dijinakkan. Seperti diakui Umar Faruk, Warga Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Ia sudah 10 tahun berpengalaman menjadi penjagal. Ia mengaku sudah mendapatkan pesanan di lima tempat.

Rata-rata dalam sehari bisa menyembelih 5-10 ekor sapi dan puluhan ekor kambing. “Tahun ini sudah ada lima ekor sapi dan kerbau, kalau kambing tidak saya hitung,” tuturnya.

Anggota Banser Satkoryon Kaliwungu ini bercerita tentang pengalamannya menjadi tukang jagal.

Ia mengaku awalnya tidak memiliki keberanian untuk menyembelih hewan kurban. Terlebih sapi  dan kerbau. “Awalnya takut melihat luka dan darah,” katanya.

Karena desakan dan tuntutan warga, akhirnya memberanikan diri. Sebagai tokoh agama di lingkungan tempat tinggalnya, tidak ada yang mengetahui tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar dan halal.

Akhirnya ia mengikuti pelatihan dan bergabung di jasa jagal Golok Sembelih Nusantara (GSN). Dari situ mendapatkan banyak teknik tata cara penyembelihan hewan yang benar sesuai Syariat Islam.

“Jadi penjagal ternyata tidak mudah. Selain butuh nyali besar, juga harus mengetahui hukum syari’at. Sebab penjagal memiliki tanggung jawab atas kehalalan dari daging hewan yang disembelih,” tegasnya.

Menurutnya hewan halal, tapi dalam proses penyembelihan tidak benar, maka dagingnya bisa menjadi haram saat dikonsumsi.

Makanya, Umar memiliki persiapan khusus sebelum menyembelih. Pertama ia menyiapkan pisau khusus.

Yakni pisau yang untuk menyembelih hewan besar (Kerbau dan sapi) maupun pisau untuk menyembelih kecil seperti kambing dan domba.

“Pisaunya khusus terbuat dari Baja Vanadis 8 dari Jerman. Meski tidak diasah berbulan-bulan, pisau tidak mengalami tumpul. Cara mengasahnya mudah, cukup digosokkan ke lulang yang sudah diawetkan,”  tambahnya.

Sebagai penjagal, Umar mengaku memiliki pengalaman menarik. Saat awal menjadi penjagal, mengaku sampai berhari-hari mengalami ketakutan.

Karena melihat luka dan darah yang mengucur dari hewan yang disembelihnya. “Kalau orang jawa menyebut sawanen,” akunya.

Pengalaman tak terlupakan lainnya adalah menyembelih  sapi yang besar, kuat dan sulit dijinakkan. Bahkan sapi sulit diajak ke liang penyembelihan.

“Sampai berjam-jam, akhirnya saya minta untuk menambah kru penjagal untuk menahan sapi tersebut,” akunya.

Ada juga pengalaman,  Sapi yang justru saat akan disembelih itu seperti pasrah. Bahkan tidak butuh banyak penjagal.

“Sapi itu seperti jalan sendiri ke liang penyembelihan. Seperti sudah pasrah dan ikhlas untuk dikorbankan,” tambahnya. (bud/fth)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#IDUL ADHA #Jagal Hewan Kurban #Hewan Kurban