Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Innalillahi, Honorer Satpol PP Kendal Ditemukan Meninggal Usai Minum Kopi di Warung, Begini Kronologinya

Baskoro Septiadi • Kamis, 25 April 2024 | 22:48 WIB
Petugas kepolisian saat melakukan identifikasi di TKP Desa Banyuurip, Ngampel, Kendal
Petugas kepolisian saat melakukan identifikasi di TKP Desa Banyuurip, Ngampel, Kendal

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Seorang warga Desa Bulugede, Kecamatan Patebon, bernama Suudi, 52, yang juga pegawai honorer Satpol PP Kendal ditemukan meninggal dunia usai minum kopi di warung Desa Banyuurip, Kecamatan Ngampel pada Rabu (24/4) sore. 

Diketahui, korban S merupakan pegawai honorer Satpol PP Kendal. Peristiwa ini dibenarkan Kapolsek Pegandon AKP Adi Winarno.

 Baca Juga: Berpeluang Usung Calon Bupati dan Cawabup Mandiri, PKB Kendal Tetap Tunggu Instruksi DPP

Kapolsek menjelaskan, peristiwa bermula saat korban sampai di TKP alias warung makan milik Nasokah, untuk memesan makanan. Setelah makan korban memesan minum es kopi.

"Kemudian korban duduk di teras sebelah timur warung, setelah itu tiba-tiba tubuh korban jatuh ambruk di meja yg berada di sebelah timur warung," jelasnya saat dikonfirmasi Kamis (25/4).

Mengetahui korban ambruk, saksi Nasokah alias pemilik warung berusaha membantu untuk membangunkan korban.

Setelah diperiksa, korban dalam keadaan lemah tidak berdaya. Karena merasa panik, Nasokah melapor kepada Kades Banyuurip.

"Setelah itu diteruskan ke Polsek Pegandon dan Puskesmas Ngampel untuk tindakan lebih lanjut," terang Kapolsek.

Selanjutnya petugas kepolisian dan tim kesehatan datang ke TKP untuk melakukan cek dan olah TKP. Diketahui, korban mengidap penyakit asam urat, gula dan penyakit jantung.

 Baca Juga: DPRD Kendal Serahkan Rekomendasi LKPJ Bupati 2023, Harus Jadi Perbaikan Penyelenggaraan Pemerintahan

Dari hasil pemeriksaan petugas Puskesmas Ngampel, pada tubuh korban masih dalam keadaan lemas dan tidak terdapat kaku.

Kemudian tidak diketemukan tanda bekas kekerasan atau penganiayaan. Hanya saja, terdapat bengkak pada kaki kanan dan kiri.

Lalu pada kulit terlihat membiru di bagian muka dan ekstremitas jari kaki dan kanan akibat asfiksia atau kekurangan oksigen.

"Kemudian keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. Dan jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga," kata AKP Adi.

Kendati begitu, saat ini jenazah sudah dikebumikan di pemakaman umum desa tempat tinggal korban."Iya, sudah dimakamkan," tandasnya. (dev/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kapolsek Pegandon #AKP Adi Winarno #honorer Satpol PP Kendal #meninggal usai minum kopi #honorer Satpol PP Kendal meninggal usai minum kopi