RADARSEMARANG.ID, Kendal - Gelombang kedua pemudik di Pelabuhan Kendal, Jawa Tengah, meningkat menjelang Lebaran 1445 Hijriah pada Selasa (9/4) sore.
Kali ini, petugas menemukan sejumlah pemudik membawa hewan jenis unggas dari Kalimantan.
Salah satu pemudik dari Kumai, Harun mengaku, sengaja membawa burung Jalak Kerbau Kalimantan selama perjalanan menggunakan Kapal KMP Kalibodri.
Dia juga membawa surat-surat terkait hewan yang dibawanya. Nantinya, burung itu akan dibawa pulang ke tempat tinggalnya di Jawa Barat.
"Ngambil dari Kalimantan Tengah. Mau saya bawa pulang ke Tasik Jawa Barat," akunya singkat.
Usai tiba di Pelabuhan Kendal, barang bawaan milik penumpang KMP Kalibodri diperiksa oleh petugas.
Serta ditemukan beberapa burung dari Kalimantan. Meski begitu, hewan-hewan ini sudah dilengkapi dengan surat-surat.
Sementara Jun, pemudik lainnya mengaku, kali ini dia membawa ibunya yang sakit parah untuk pulang kampung.
Dia akan menuju Yogyakarta sekaligus merujuk ke rumah sakit tempat ibunya akan berobat.
Sejak keberangkatan dari Kalimantan, ibunya ditemani petugas kesehatan.
"Ini (ibu) mau dirujuk dibawa ke Jogja. Pas di Kalimantan sudah sakit kelenjar getah dan ada petugas medis yang ikut perjalanan kapal. Jadi ini sekalian pulang kampung," katanya.
Para pemudik dari Kumai, Kalimantan Tengah ini tiba di Peabuhan Kendal sekitar pukul 16.00 WIB. Adapun perjalanan yang ditempuh yakni selama 24 jam.
Saat ini, ada 581 penumpang kapal KMP Kalibodri yang tiba di Pelabuhan Kendal. Itu termasuk penumpang serta kru kapal dan awak kendaraan.
"Kalau Ramadan ini angkutan terakhir KMP Kalibodri. Jumlahnya lebih banyak dibanding gelombang pertama pas Sabtu (6/4) kemarin," jelas Kepala UPTD Pelabuhan Kendal Budi Sulistiyanto.
Budi menambahkan, KMP Kalibodri di Pelabuhan Kendal bakal kembali beroperasi pada Selasa 16 April 2024.
Nantinya, sekaligus mengangkut para pemudik yang akan kembali bekerja dan penumpang lainnya.
"Kalau tahun ini, penumpang menurun. Karena dari pihak Pelni sudah mempersiapkan 6 buah kapal untuk pemudik. Itu juga antisipasi biar yang tiba di Pelabuhan Kendal ini tidak meledak (penumpangnya)," tambahnya. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi