Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Sambangi Petani di Kendal, Mentan Amran Jamin Padi Terdampak Banjir dapat Harga yang Baik

Devi Khofifatur Rizqi • Jumat, 22 Maret 2024 | 17:28 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman saat berdialog dengan petani Desa Turunrejo terkait tanaman padi yang terendam banjir Jumat (22/3). DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG
Mentan Andi Amran Sulaiman saat berdialog dengan petani Desa Turunrejo terkait tanaman padi yang terendam banjir Jumat (22/3). DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambangi para petani terdampak banjir di Desa Turunrejo, Kecamatan Brangsong, Kendal, Jumat (22/3) pagi.

Mentan menjamin tanaman padi yang terdampak banjir bakal mendapat harga yang baik. Selain itu, para petani juga mendapat bantuan bibit padi hingga alat pertanian.

"Tadi sudah lihat langsung. Yang pertama kita selamatkan padi yang kena dengan mendatangkan combine (alat panen)," kata Mentan Andi Amran Sulaiman.

Adapun bantuan benih padi yang diberikan senilai Rp 1,9 miliar untuk 5.603 hektar lahan dan benih jagung senilai Rp 1,77 miliar untuk 1.970 hektar lahan pertanian.

Mentan juga memberikan bantuan alat pertanian berupa pompa air senilai Rp 1,9 miliar. Bahkan, untuk pupuk petani saat ini stoknya naik menjadi 9,5 juta ton.

"Serta ada bantuan lainnya dengan total Rp 10 miliar. Dan ada mesin pertanian yang bisa dipake semua petani yang ada di sini," jelas Mentan.

Tak hanya itu, Mentan juga bekerja sama dengan Bulog untuk menjamin tanaman padi yang terendam banjir agar mendapat harga yang baik.

"Harga terjamin. Ingat, petani itu pahlawan pangan kita. Tanpa pangan negara tidak ada," tegas Mentan.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal Pandu Rapriat Rogodjati mengatakan, ada 11 kecamatan atau 1.260 hektar lahan pertanian yang terendam banjir di Kabupaten Kendal.

Adapun di Desa Turunrejo, Brangsong, terdapat 625 hektar tanaman padi terdampak banjir.

Kondisi ini akan mempengaruhi kualitas tanaman padi serta berdampak terhadap stok pangan di Kabupaten Kendal. Pasalnya padi yang terendam banjir ini sudah memasuki masa panen.

"Ada yang satu minggu panen dan posisinya terendam. Dan kami upayakan untuk menyelamatkan tanaman padi termasuk perlakuan-perlakuan penanganan pasca panen juga," katanya.

Salah satu petani Desa Turunrejo, Tarjo mengatakan, ada 3 hektar tanaman padi miliknya yang terendam banjir sejak awal Ramadan. Kondisi ini membuatnya merugi karena harga padi turun drastis.

Selain itu, saat dipanen kualitas tanaman padi menjadi jelek. Bahkan, Tarjo mendapat komolain daru pembeli karena kualitas padi tidak bisa bertahan lama.

Lantaran saat menjadi beras ketika dimasak berpotensi berwarna kuning dan menghitam.

"Sudah masuk masa panen tapi terendam air. Kalau musim normal satu hektar bisa mencapai 8 ton. Tapi kalo kondisinya begini paling dapat 5-6 ton saja. Jadi merugi," tandasnya. (dev/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#kendal #Mentan