Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Rayakan Maulid Nabi, Warga Kendal Gelar Tradisi Weh-Wehan

Devi Khofifatur Rizqi • Jumat, 29 September 2023 | 22:58 WIB

 

 

Tradisi weh-wehan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad di Kaliwungu, Kendal.
Tradisi weh-wehan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad di Kaliwungu, Kendal.

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Kemeriahan warga Kecamatan Kaliwungu, Kendal, dalam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan cara berbagi aneka makanan dan jajanan. Itu dikenal dengan weh-wehan yang menjadi tradisi unik di bulan Maulid.

Tradisi weh-wehan ini hanya dilakukan oleh warga Kaliwungu. Bahkan sudah turun temurun dilakukan.

Termasuk turut diajarkan kepada anak cucu. Hak itu sebagai bentuk suka cita menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW di bulan Rabiul Awal ini.

"Jajanan khasnya sumpil. Makanan disiapkan di depan rumah, lalu anak-anak berkeliling tukar makanan," ungkap Muhammad Arsyad, sesepuh Kaliwungu.

Arsyad mengatakan, tradisi ini memiliki maksud kepada anak-anak maupun orang dewasa agar saling berbagi.

Tanpa melihat makanan atau jajanan apa yang disajikan. Tradisi itu juga mengajarkan untuk selalu mempererat tali silaturrahmi antar warga.

"Selain untuk kemeriahan bulan maulid, juga ajang silaturrahmi. Kami akan terus nguri-uri tradisi baik ini," katanya.

Sementara Abduh, 45, warga lainnya mengatakan, tradisi ini sudah dilakoninya sejak masih kecil. Saat itu, ada beberapa makanan yang digantungkan di tali sepanjang gang.

Bisa berupa sayuran atau hasil bumi, seperti terong, kacang panjang, bawang merah, cabe dan jenis hasil bumi lainnya. Seiring dengan perkembangan zaman diganti berbagai jenis jajanan.

"Biar lebih menarik diganti dengan jajanan, tujuannya agar anak-anak merasa senang bisa mendapatkan berbagai jenis jajanan," katanya.

Tradisi weh-wehan ini menambah guyub rukun warga. Anak-anak berjalan ke setiap gang dan mampir dari rumah ke rumah untuk menukar makanan. Hal itu membuatnya senang karena mendapat berkah bulan Maulid. (dev/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#kendal #Tradisi #Maulid