Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Keluarga Setyo Herlambang Merasa Ada Kejanggalan Usai Lihat CCTV, Begini Penjelasan Kuasa Hukum Brigpol SH

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 28 September 2023 | 23:23 WIB
Keluarga Brigpol SH usai melihat rekaman cctv bersama penyidik di Mapolres Kendal Rabu (27/9) malam kemarin.
Keluarga Brigpol SH usai melihat rekaman cctv bersama penyidik di Mapolres Kendal Rabu (27/9) malam kemarin.

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Usai melihat rekaman CCTV dan olah TKP meninggalnya Walpri Kapolda Kaltara, keluarga korban menemukan beberapa kejanggalan.

Kendati begitu, pihak keluarga belum bisa menyimpulkan karena kasus tersebut masih dalam proses penyidikan.

Selama hampir 3 jam keluarga almarhum Brigadir Polisi Setyo Herlambang melihat rekaman CCTV dan olah TKP yang ada di sekitar kamar korban di rumah dinas Kapolda Kaltara.

Rekaman CCTV yang diperlihatkan itu berdurasi kurang dari satu jam. Hal itu juga disaksikan Kompolnas RI, penyidik, serta pengacara korban di Mapolres Kendal pada Rabu (27/9) kemarin.

Keluarga Brigpol SH juga sudah menerima hasil otopsi dan diserahkan ke penyidik.

"Rekaman CCTV sudah diperlihatkan semua, intinya biar penyidik yang menjelaskan. Kami dari keluarga minta perkara ini ditangani dengan sebaik-baiknya, transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi," ungkap Kuasa Hukum keluarga Brigpol SH, Aryas Adi Suyanto.

Aryas menegaskan, ada beberapa hal yang perlu didalami dalam rekaman CCTV yang diperlihatkan. Namun, keluarga Herlambang belum bisa menyimpulkan karena masih dalam proses penyidikan.

"Supaya tidak terjadi simpang siur. Nanti ditunggu saja hasilnya dan akan dirilis oleh Mabes Polri atau Polda Kaltara," tegasnya.

Menurut Wadansat Brimob Polda Kaltara AKBP Sutrisno Hadi Santoso, selama ini tidak ada kejanggalan dalam kematian Brigpol Setyo Herlambang. Hal itu turut disampaikan penyidik terkait kronologi kemarian korban melalui CCTV.

"Sejauh ini kejanggalan-kejanggalan saya rasa enggak ada ya," tuturnya.

Wadansat menambahkan, untuk proses kepindahan tugas atau mutasi Brigpol SH sudah berjalan.

Yakni dengan tujuan mutasi ke Jawa Tengah. Itu berdasarkan alasan Brigpol SH ingin mendekatkan diri dengan keluarga.

"Itu sudah berjalan prosesnya. Tinggal nunggu TR aja bisa dibilang," tambahnya.

Kasus kematian Brigpol SH yang masih menjadi misteri ini, rupanya mendapat sorotan dari Kompolnas RI.

Bahkan, Kompolnas juga mendorong adanya transparansi dalam penyidikan. Hal itu diungkapkan Anggota Kompolnas Yusuf Harsyim usai melihat rekaman cctv.

"Kompolnas ke sini (Kendal) memastikan bahwa pihak keluarga direspon dengan baik oleh penyidik, dan kami sudah menyaksikan secara langsung juga," kata Yusuf Harsyim.

Yusuf menjelaskan, keluarga Brigpol SH menyerahkan kasus ini kepada penyidik agar diusut tuntas dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

Pihaknya menilai yang dilakukan penyidik saat ini sudah on the track. Selain itu, Polda Kaltara juga cukup responsif terhadap keluarga korban.

"Kalau transparan, kejanggalan apapun nantinya akan terlihat dengan sendirinya. Dan durasi rekaman CCTV gak sampai sejam lah. Namanya CCTV pengamanan kan lama, harus sabar ngelihatnya," jelasnya.

Yusuf menambahkan, dalam rekaman CCTV itu paling utama tersorot yakni di pintu kamar korban. Pasalnya hal itu bisa memperlihatkan keluar masuknya korban ke kamar di rumah dinas Polda Kaltara.

"Yang kami pastikan, pihak keluarga sudah cukup jelas melihatnya. Dan untuk lain-lainnya biar penyidik saja yang menjelaskan," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Walpri Kapolda Kaltara Brigpol Setyo Herlambang ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di dada kiri di rumah dinas Kapolda pada Jumat (22/9) lalu.

Kemudian jenazah dimakamkan di Desa Sumberagung, Kecamatan Weleri, Kendal. Hingga saat ini, kematian korban masih menjadi misteri pihak keluarga maupun masyarakat lainnya. (dev/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#kendal #tewas #Setyo Herlambang #Brigpol sh #kapolda kaltara