RADARSEMARANG.ID — Pencarian terhadap pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, terus berlangsung.
Pada hari ketiga pencarian, petugas menggunakan tim anjing pelacak dan drone untuk membantu proses pencarian.
Kalak BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan, “Ini hari ketiga pencarian. Kami BPBD bekerja sama dengan Basarnas, relawan, TNI, dan Polri mengirimkan 5 SRU.” ujarnya
Pendaki yang hilang bernama Yasid Ahmad Firdaus, 26, menghilang saat mendaki Bukit Mongkrang pada Minggu, 18 Januari 2026.
Pencarian untuk Yasid dari Colomadu, Karanganyar, dilakukan dengan bantuan anjing pelacak dan drone dari Kantor Bea Cukai Solo dan Semarang.
Hendro menjelaskan, “Hingga sore hari belum ada hasil. Masalah utama adalah cuaca. Drone tidak berfungsi maksimal karena angin dan kabut. Jarak pandang terbatas.”
Sebelumnya, Yasid mendaki Bukit Mongkrang bersama tiga temannya, Cahya, Salman, dan Riyan.
Mereka mulai mendaki sekitar pukul 06.30 WIB dan mencapai puncak sekitar pukul 08.00 WIB.
Saat turun, mereka terpisah. Hingga siang hari, tidak ada tanda-tanda keberadaan Yasid.
Menurut Hendro, “Mereka turun bersama. Di Pos 3 mereka terpisah. Formasinya Salman di depan, kemudian Cahya, kemudian survivor, dan Riyan di belakang. Salman dan Cahya menunggu temannya di basecamp. Hanya Riyan yang datang. Mereka melaporkan ke Basarnas jika survivor belum kembali.”
Operasi pencarian pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang memasuki hari keempat, Kamis, 22 Januari 2026.
Tim SAR memperluas pencarian hingga wilayah Magetan, Jawa Timur.
Sampai hari keempat, belum ada tanda keberadaan korban.
Pencarian masih terkendala cuaca buruk dan medan yang sulit.
Koordinator Operasi SAR, Yohan Tri Anggaro, menyampaikan, “Cuaca di atas masih berangin kencang dan berkabut. Bahkan sempat terjadi badai. Kondisi ini sangat membatasi jarak pandang tim saat mencari.”
Selain cuaca, kawasan yang luas dan penuh tumbuhan juga menyulitkan proses pencarian.
Rumput ilalang yang tinggi serta lereng bukit yang curam membuat tim harus lebih berhati-hati.
“Kondisi tumbuhan yang rapat dan rumput ilalang tinggi membuat jarak pandang terbatas. Hal ini membuat penyisiran memakan waktu lebih lama,” katanya.
Masuk hari keempat, tim SAR memperluas area pencarian dari sekitar posko ke beberapa titik yang mungkin dilewati korban.
Area yang disisir mencakup jalur dari posko hingga ke kawasan Magetan, Jawa Timur.
Perluasan area dilakukan setelah seluruh wilayah yang dekat dengan posko telah disisir.
Menurut Yohan, langkah ini diambil berdasarkan evaluasi hasil pencarian hari sebelumnya dan kemungkinan pergerakan korban.
Pada operasi hari ini, tim SAR gabungan mengirimkan tujuh tim penyisiran darat, tiga tim vertikal, serta dukungan pemantauan udara menggunakan drone.
Personel berasal dari berbagai unsur, termasuk relawan lokal dan tim dari daerah lain.
“Untuk hari ini, kami mengirimkan sekitar tujuh tim penyisiran, ditambah tiga tim vertikal serta dukungan drone,” kata Yohan.
Ia menambahkan, personel dari Magetan ikut terlibat untuk memperkuat proses pencarian.
Namun, penggunaan drone sangat tergantung pada kondisi cuaca, terutama kecepatan angin.
Dalam pencarian survivor, tim SAR masih menggunakan metode open grid, yaitu penyisiran secara terbuka dengan memperluas cakupan melalui penambahan personel.
Sampai siang hari, cuaca di kawasan puncak Bukit Mongkrang dilaporkan mendung dan disertai angin kencang.
Sementara itu, cuaca di daerah bawah lebih stabil meski masih berangin.
Yohan menyebutkan keluarga korban masih berada di basecamp Mongkrang dan terus memantau perkembangan pencarian.
Keluarga sepenuhnya menyerahkan proses pencarian kepada tim SAR tanpa mengajukan permintaan khusus.
“Sebelum operasi dimulai, keluarga pernah melakukan doa bersama. Mereka sangat kooperatif dan sangat mendukung tim SAR,” katanya.
Mengenai informasi nonteknis, termasuk yang bersifat tidak rasional, Yohan menegaskan tim SAR tetap menerima semua masukan.
Namun, setiap informasi akan dianalisis terlebih dahulu sebelum ditindaklanjuti.
Sampai hari keempat operasi pencarian, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan survivor, baik berupa pakaian, barang pribadi, maupun petunjuk lain.
“Survivor masih nihil. Belum ditemukan tanda-tanda apa pun,” pungkas Yohan.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan evaluasi harian, disesuaikan dengan kondisi cuaca dan hasil penyisiran.
Polisi juga mengirimkan anjing pelacak (K9) untuk membantu pencarian pendaki yang hilang tersebut.
Pencarian Yasid Ahmad Firdaus, pendaki yang selamat dari Bukit Mongkrang asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, dihentikan pada hari keempat pencarian pada Kamis (22/1/2026) pukul 18.00 WIB, tetapi hasilnya masih kosong.
Pencarian terhadap survivor akan dilanjutkan hari ini, Jumat (23/1/2026).
Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Kelas B Surakarta, Basuki, mengatakan pada hari kelima pencarian akan dibagi menjadi empat tim Search and Rescue Unit (SRU).
“Besok kita akan bentuk empat SRU, tetapi jumlah personelnya akan ditentukan besok karena banyak relawan yang sudah pulang,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Basuki menambahkan, pada pencarian Jumat (23/1/2026), tim akan melakukan penyisiran di bawah Pos Candi hingga Pos Bayangan.
Selain itu, ada tim yang akan mengecek lokasi ditemukannya ceceran makanan ringan yang diduga milik survivor.
“Besok akan dilakukan penyisiran di area bawah Pos Candi sampai Pos Bayangan, termasuk lokasi penemuan ceceran tersebut,” tutupnya.
Operasi pencarian terhadap pendaki yang dinyatakan hilang di Bukit Mongkrang, area lereng Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, hingga hari keenam belum menemukan hasil.
Tim SAR gabungan memastikan pencarian dilanjutkan pada hari Minggu (25/1/2026) sebagai hari ketujuh dan menjadi hari terakhir sesuai dengan SOP.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa pada hari Sabtu (24/1/2026) sejak pukul 07.30 WIB, tim SAR mengirimkan enam unit SRU, terdiri dari lima unit resmi dan satu unit relawan dari masyarakat sekitar.
Baca Juga: Sosok Yasid Ahmad Firdaus Pendaki yang Hilang di Bukit Mongkrang Gunung Lawu
"Semua SRU kembali ke basecamp Mongkrang sekitar pukul 16.30 WIB. Setelah dicek, hasil pencarian hari ini masih kosong, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban," ujar Hendro hari Sabtu sore (24/1/2026).
Ia menuturkan bahwa operasi SAR akan dilanjutkan pada hari Minggu pagi mulai pukul 07.00 WIB.
Fokus pencarian akan didahulukan pada jalur Pos 3 hingga puncak Bukit Mongkrang melalui sisi kiri jalur pendakian.
Area tersebut dipilih karena terdeteksi aroma bau anyir di kawasan bawah puncak.
Tim vertikal akan dikerahkan jika ada titik yang dicurigai.
Hendro menegaskan, hari ketujuh merupakan tahap akhir operasi pencarian sesuai SOP.
Namun demikian, evaluasi akan tetap dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi medan dan perkembangan terbaru di lapangan.
Upaya pencarian terhadap Yasid Ahmad Firdaus, pendaki dari Colomadu, Karanganyar, yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, belum membuahkan hasil.
Setelah pencarian intensif selama tujuh hari, tim SAR gabungan memutuskan memperpanjang masa pencarian selama tiga hari ke depan.
Keputusan ini diambil melalui rapat koordinasi yang melibatkan BPBD, Basarnas, Forkopincam Tawangmangu, aparat keamanan, serta pihak keluarga korban.
"Hasil pencarian selama tujuh hari masih nihil. Namun berdasarkan kesepakatan bersama, pencarian akan diperpanjang selama tiga hari, yakni Senin, Selasa, dan Rabu," kata Hendro Prayotno Minggu (25/1/2026).
Hendro menjelaskan, perpanjangan operasi pencarian adalah hasil kesepakatan antara BPBD, Basarnas, Forkopincam Tawangmangu yang terdiri dari camat, kapolsek, dan danramil, serta pihak keluarga.
Pada hari ketujuh pencarian, tim SAR mengerahkan hingga 10 unit SRU.
Selain itu, pencarian juga melibatkan anjing pelacak (K9) dari Polres untuk membantu mencari kemungkinan keberadaan korban.
"Jumlah personel yang terlibat hampir 300 orang. Mereka terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, serta masyarakat," ujarnya.
Terkait laporan adanya bau yang menyengat di beberapa titik pencarian, Hendro menyebutkan bahwa tim SAR gabungan sudah melakukan pencarian secara intensif.
Beberapa relawan fokus menyisir area yang dicurigai.
Namun hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Meski pencarian belum menemukan hasil, tim SAR tetap melanjutkan operasi dengan harapan korban bisa segera ditemukan.
Pihak keluarga juga menyetujui perpanjangan waktu pencarian tersebut.
Selain aktivitas di lapangan, masyarakat setempat akan menggelar doa bersama.
Pada Senin (26/1/2026) pagi, rencananya akan dilaksanakan Salat Istianah oleh komunitas Muslim Gondosuli Peduli di area basecamp Mongkrang.
Sholat istianah adalah permohonan pertolongan kepada Allah, seringkali diiringi sholat sunnah seperti Istisqa (minta hujan) atau Istighosah (minta pertolongan saat kesulitan) atau sholat sunnah umum yang niatnya memohon pertolongan Allah.
Dengan dalil utama Al Quran Surat Al Baqarah ayat 153, yang menekankan hanya kepada Allah kita meminta pertolongan, baik saat lapang maupun sulit, dan tidak kepada selain-Nya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)
“Besok pagi sekitar pukul 06.30 WIB akan dilaksanakan salat istianah di area basecamp Mongkrang. Diperkirakan hampir 100 orang akan mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Salat istianah dilakukan sebagai bentuk ikhtiar batin untuk memohon pertolongan agar proses pencarian bisa berjalan lancar dan korban dapat ditemukan, dalam kondisi apa pun.
Hendro juga meminta masyarakat tetap mendoakan keberhasilan pencarian dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Upaya mencari pendaki yang dilaporkan menghilang di Bukit Mongkrang, wilayah lereng Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, masih berlangsung hingga hari ke-8, Senin (26/1/2026).
Pendaki tersebut bernama Yasid Ahmad Firdaus, warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Yasid dilaporkan hilang sejak hari Minggu (18/1/2026).
Pada hari kedelapan pencarian, kegiatan dimulai dengan pelaksanaan salat istianah yang diikuti oleh ratusan orang sebagai bentuk doa dan harapan agar proses pencarian bisa berjalan lancar.
Salat istianah ini dilakukan oleh Jamaah Muslim Gondosuli Peduli sebelum tim gabungan kembali melakukan pencarian di jalur Bukit Mongkrang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan bahwa salat istianah diikuti sekitar 300 orang.
Setelah salat, dilanjutkan dengan tausyiah singkat, lalu tim melakukan pendakian kembali untuk melanjutkan pencarian.
Pada hari kedelapan, tim relawan kembali menyusuri titik-titik yang diduga sebagai lokasi kejadian, tetapi tetap memperhatikan kondisi medan dan keselamatan anggota tim.
Hendro juga menambahkan bahwa salat istianah dilakukan sebagai bentuk doa bersama agar pencarian bisa lebih mudah dan korban segera ditemukan.
"Hari ini tim relawan kembali menelusuri titik-titik yang mencurigakan. Sampai saat ini, pencarian masih berlangsung," kata Hendro.
BPBD Karanganyar memastikan pencarian akan terus berjalan sesuai prosedur dan melibatkan seluruh pihak terkait, sambil terus memantau situasi di lapangan.
Beberapa informasi yang beredar di media sosial mengenai ditemukannya pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang terbukti tidak benar.
Sampai pukul 14.00 WIB, Senin (26/1/2026), pencarian terhadap Yasid Ahmad Firdaus, 26, belum memberikan hasil.
Orang tua Yasid, Sapto Mulyono dan Rustiningsih, juga turut terlibat langsung dalam upaya pencarian.
Koordinator Pengendali Operasi SAR (Opsar) Mongkrang, Gunung Lawu, Tri Puji Susilo, menegaskan bahwa klarifikasi yang dikeluarkan bersifat resmi dan didasarkan pada kondisi di lapangan.
Ia mengklaim bahwa kabar bahwa korban telah ditemukan adalah hoaks.
"Informasi itu tidak benar. Saya yakin karena saya masih berada di area pencarian," kata Tri Puji (26/1/2026).
Dalam laporan resmi perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), Tri Puji menyampaikan pada pukul 14.05 WIB bahwa cuaca di kawasan Gunung Lawu hujan deras, sehingga tim meningkatkan kewaspadaan selama proses pencarian.
"Kami sebagai koordinator pengendali operasi SAR di Mongkrang, Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, melaporkan hasil sementara masih nihil. Cuaca hujan dan pencarian masih terus dilakukan," ujarnya.
Pihak SAR meminta masyarakat tidak mudah percaya informasi yang beredar di media sosial terkait korban yang disebut telah ditemukan, termasuk isu duka atau lelayu.
Seluruh perkembangan pencarian, kata Tri Puji, hanya akan diumumkan melalui posko SAR dan pernyataan resmi petugas di lapangan.
"Kami memohon semua pihak untuk memperhatikan hal ini dan menunggu informasi resmi dari SAR," katanya.
Baca Juga: Insentif Guru Honorer Kabupaten Semarang Dihapus, Ini Respons Dewan
Untuk memperkuat upaya pencarian, Polres Karanganyar mengirimkan anggota dari satuan Sabhara dan Brimob, serta mendapat bantuan tambahan dari personel Polda Jawa Tengah.
Operasi pencarian Yasid Ahmad Fridaus, seorang pemuda asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, yang hilang di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, telah berlangsung hingga hari ke-9, Selasa (27/1/2026).
Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan sejak awal menerima laporan, Polres Karanganyar sudah mengirimkan bantuan dari berbagai satuan.
Kemudian, jumlah anggota yang terlibat diperkuat oleh keterlibatan Brimob serta bantuan dari Polda Jawa Tengah.
"Sejak adanya laporan, anggota kami sudah melakukan bantuan di lokasi. Mulai dari personel Sabhara, kemudian diperkuat oleh Brimob, sekaligus mendapat bantuan dari personel Polda Jawa Tengah," kata Arman, Selasa (27/1/2026).
Menurut dia, keterlibatan Brimob dan personel Polda Jateng sangat penting karena kondisi medan di kawasan Bukit Mongkrang cukup sulit, ada perbukitan, jalur pendakian curam, dan vegetasi yang rapat.
Polisi bergabung bersama tim SAR dalam mencari pendaki yang hilang tersebut.
Selain personel, kepolisian juga menurunkan unit K-9 atau anjing pelacak untuk membantu menelusuri jejak korban.
"K-9 sudah diterjunkan untuk membantu proses pencarian. Kami berharap dengan bantuan ini tetap ada harapan untuk menemukan korban," ujarnya.
Arman menambahkan, seluruh anggota yang terlibat saat ini terus melakukan penyisiran di berbagai titik, baik di jalur pendakian utama maupun area sekitar yang diduga dilalui korban.
Koordinasi antarinstansi terus berjalan agar proses pencarian berjalan optimal.
Saat ini, tim gabungan masih berada di lokasi dan terus melakukan pencarian terhadap Yazid Ahmad Firdaus.
Pada hari ke delapan, tim SAR mengubah fokus pencarian ke daerah di atas Pos 3 Tapak Nogo Bukit Mongkrang.
Keputusan ini diambil setelah tim SRU mendeteksi aroma menyengat di lokasi tersebut.
Koordinator Operasi Basarnas Solo, Tri Puji Sugiharto, menjelaskan bahwa pencarian akan difokuskan di area Pos 3 sejak pagi hari.
Diketahui jarak dari basecamp pendakian Bukit Mongkrang ke Pos 2 atau Candi 2 sekitar 1,5 kilometer.
Sementara jarak dari Pos Candi 2 ke Pos 3 Tapak Nogo sekitar 800 meter, sehingga total jarak dari basecamp ke Pos 3 mencapai sekitar 2,3 kilometer.
"Rencana operasi pagi hari ini akan fokus di atas Pos 3," ujar Tri Puji (27/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil penyisiran sebelumnya.
"Kami memutuskan fokus di sana karena aroma anyir masih tercium di area atas Pos 3 oleh tim SRU, serta operasi besok akan dimulai secepatnya jika cuaca cerah," ujarnya.
Tim SAR berharap kondisi cuaca mendukung agar operasi pencarian berjalan lancar dan korban segera ditemukan.
Misteri hilangnya Yasid Ahmad Firdaus, seorang pendaki dari Colomadu, di Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, masih belum terpecahkan hingga kini.
Pada hari ke-10 pencarian, Selasa (27/1/2026), tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban meskipun telah menyisir hampir seluruh area pencarian.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, melakukan inspeksi langsung ke posko pendakian Mongkrang untuk memantau perkembangan pencarian.
Saat kunjungan tersebut, Sumarno bertemu dengan Sapto Mulyono, ayah Yazid, yang setiap hari menunggu kabar putranya di basecamp.
"Kami berikan dukungan moral kepada keluarga agar tetap sabar dan terus mendoakan keselamatan Yazid," ujar Sumarno (28/1/2026).
Koordinator Lapangan Basarnas Surakarta, Tri Puji S, menjelaskan bahwa operasi pencarian melibatkan sekitar 300 personel gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan.
Selain menyisir area secara darat dengan bantuan masyarakat lokal yang mengenal medan, tim juga menggunakan drone untuk memantau daerah yang sulit dijangkau.
Meski tim mengklaim telah menyisir 98 persen wilayah yang diperkirakan, hasilnya tetap nihil.
Hambatan utama di lapangan adalah cuaca ekstrem dan kabut tebal yang menyulitkan pandangan dan identifikasi petunjuk kecil apa pun.
Operasi pencarian yang semula diperkirakan selesai pada Minggu (25/1/2026) diperpanjang hingga Rabu (28/1/2026) untuk mencari korban secara maksimal.
Tri Puji menegaskan bahwa tim akan terus melakukan upaya terbaik sebelum evaluasi total dilakukan.
Selama kunjungan, Sumarno juga berdialog dengan Tri Puji tentang kemungkinan keberadaan korban di area pencarian.
"Berbagai metode sudah dilakukan, termasuk drone dan penjagaan oleh masyarakat lokal," jelas Tri Puji.
Meski telah menyisir hampir seluruh area, kondisi medan yang terjal, kabut tebal, dan cuaca yang berubah cepat sering kali menghambat pencarian.
Tri Puji menyatakan, meski hasilnya nihil, tim tetap optimis menemukan korban.
"Sebanyak 98 persen area sudah kami sisir, tetapi belum menemukan keberadaan korban. Kami tetap yakin bisa menemukan survivor," kata Tri Puji.'
Sumarno menegaskan pentingnya evaluasi jika pencarian belum membuahkan hasil.
"Hasil pencarian akan kami evaluasi dan laporkan kepada pimpinan," ujar Tri Puji.
Harapan keluarga dan tim SAR untuk menemukan pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, tetap hidup.
Operasi pencarian resmi diperpanjang selama tiga hari ke depan atau hingga hari Sabtu (31/1/2026), setelah mengevaluasi hasil dari pencarian sebelumnya.
Keputusan ini diambil dalam pertemuan bersama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, relawan, hingga keluarga korban.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa perpanjangan pencarian telah disepakati bersama Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Kepala Kantor Basarnas Surakarta, serta seluruh pihak terkait.
“Berdasarkan hasil dari briefings dan evaluasi bersama Pak Sekda Provinsi, Kepala Basarnas Surakarta, dan semua pihak yang terlibat, kami memutuskan untuk melanjutkan pencarian dengan perpanjangan tiga hari,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Sosok Yasid Ahmad Firdaus Pendaki yang Hilang di Bukit Mongkrang Gunung Lawu
Hendro menyebutkan bahwa pencarian saat ini memasuki hari ke-10 dan merupakan perpanjangan pertama.
Sampai hari ini, belum ada temuan apa pun. Meski demikian, pencarian tetap akan dilanjutkan mulai hari Kamis pagi.
Menurutnya, keputusan ini lahir dari koordinasi bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan dan keluarga korban.
Beberapa kendala tetap dihadapi di lapangan, seperti cuaca yang buruk, kabut tebal, angin kencang, serta kondisi vegetasi berupa rumput tinggi di sekitar area pencarian.
Operasi mencari pendaki yang tidak diketahui keberadaannya di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, secara resmi diperpanjang selama tiga hari ke depan.
Keputusan ini diambil setelah pencarian dilakukan hingga hari ke-10, pada Rabu 28 Januari 2026, tetapi belum menemukan hasil apa pun.
Kalakhar BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan bahwa keputusan untuk memperpanjang masa pencarian tersebut didasarkan pada kesepakatan bersama antara BPBD, relawan, Basarnas, TNI, Polri, serta keluarga korban.
Selama proses pencarian, lanjut Kalakhar, tim gabungan menghadapi tantangan dari lingkungan alam yang cukup sulit di lokasi pencarian.
Selain cuaca yang sering berubah, kondisi tanaman di Bukit Mongkrang juga menyulitkan para personel yang sedang bertugas di lapangan.
“Kendalanya yang pertama adalah cuaca, kemudian vegetasi. Rumput-rumput di sana terlalu tinggi. Selain itu, kondisi kabut tebal dan angin yang kencang juga memperumit situasi bagi teman-teman semuanya," katanya.
Hendro menjelaskan, dalam pencarian yang memasuki hari ke-11, tim akan menitikberatkan kekuatan mereka pada titik-titik yang dinilai memiliki tanda-tanda keberadaan korban.
Salah satu tempat yang mendapat perhatian utama adalah area sekitar Pos 3, yang menjadi titik perhatian tim pencari sandera.
"Masih fokus pagi hari nanti di sekitar Pos 3 karena ada bau yang mungkin menandakan bahwa para pendaki sedang berada di sana," katanya.
Hendro mengatakan, agar pencarian bisa berjalan maksimal, tim SAR sudah menurunkan berbagai jenis unit khusus, mulai dari anjing pelacak hingga alat pemantau udara.
Personel yang memiliki keahlian khusus dalam kondisi medan yang sulit juga telah ditempatkan di lokasi yang dituju.
Tadi delapan orang anggota S-L-U dikirim, lalu unit K-9 dari Shark Dog Indonesia turun juga.
Kami juga turunkan teman-teman relawan yang punya keahlian vertikal serta unit drone untuk menyisir lokasi, ujar Hendro.
Pencarian terhadap Yasid Ahmad Firdaus (26) masih berlangsung pada hari ke-11, Kamis (29/1/2026).
Tim pada pencarian hari ini, menerbangkan drone.
Seorang anggota dari Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) di daerah Jateng-DIY mengoperasikan drone-nya untuk memantau lokasi Bukit Mongkrang.
Pemantauan menggunakan drone tidak dilakukan di Basecamp Mongkrang atau di pos pendakian, melainkan di tepi jalan Gondosuli–Tawangmangu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Dari pengamatan udara, pesawat drone tersebut berhasil melewati kabut yang terbawa angin.
Drone mengawasi dari titik pendakian pertama sampai warung yang ada di lereng gunung.
Namun, sampai puncak Bukit Mongkrang, pesawat tidak bisa terhubung karena sinyal tidak ada.
Pilot drone serta anggota APDI Jateng-DIY, Pungki Sasando (29), menyatakan bahwa pesawat tersebut terbang pada pukul 10.45 WIB.
Kemarin, Rabu (28/1/2026), kami sudah berada di puncak, tetapi karena kabut yang sangat tebal dan jarak pandang sangat terbatas, drone tidak bisa terbang.
"Kemarin, saya mencoba melakukan pemantauan lagi," kata Sando, Kamis (29/1/2026).
Sando menjelaskan bahwa pesawat drone yang dikemudikan tersebut berjenis First Person View (FPV).
Drone itu adalah pesawat yang dibuat sendiri olehnya sejak satu tahun yang lalu.
Ia menyebut harga pembuatan drone rakitan yang paling murah sekitar 10 juta rupiah.
Baca Juga: Sosok Yasid Ahmad Firdaus Pendaki yang Hilang di Bukit Mongkrang Gunung Lawu
“Saya sudah punya ini sejak tahun lalu. Membuatnya membutuhkan dana sekitar Rp 10 juta dan proses pemasangannya hanya butuh satu hari," ujarnya.
Pria yang tinggal di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, itu mengatakan berdasarkan hasil pemantauan, kamera drone berhasil merekam area dari pos pendakian pertama hingga warung yang terletak di lereng gunung. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi