RADARSEMARANG.ID — Pencarian terhadap pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, terus berlangsung.
Pada hari ketiga pencarian, petugas menggunakan tim anjing pelacak dan drone untuk membantu proses pencarian.
Kalak BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan, “Ini hari ketiga pencarian. Kami BPBD bekerja sama dengan Basarnas, relawan, TNI, dan Polri mengirimkan 5 SRU.” ujarnya
Pendaki yang hilang bernama Yasid Ahmad Firdaus, 26, menghilang saat mendaki Bukit Mongkrang pada Minggu, 18 Januari 2026.
Pencarian untuk Yasid dari Colomadu, Karanganyar, dilakukan dengan bantuan anjing pelacak dan drone dari Kantor Bea Cukai Solo dan Semarang.
Hendro menjelaskan, “Hingga sore hari belum ada hasil. Masalah utama adalah cuaca. Drone tidak berfungsi maksimal karena angin dan kabut. Jarak pandang terbatas.”
Sebelumnya, Yasid mendaki Bukit Mongkrang bersama tiga temannya, Cahya, Salman, dan Riyan.
Mereka mulai mendaki sekitar pukul 06.30 WIB dan mencapai puncak sekitar pukul 08.00 WIB.
Saat turun, mereka terpisah. Hingga siang hari, tidak ada tanda-tanda keberadaan Yasid.
Menurut Hendro, “Mereka turun bersama. Di Pos 3 mereka terpisah. Formasinya Salman di depan, kemudian Cahya, kemudian survivor, dan Riyan di belakang. Salman dan Cahya menunggu temannya di basecamp. Hanya Riyan yang datang. Mereka melaporkan ke Basarnas jika survivor belum kembali.”
Operasi pencarian pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang memasuki hari keempat, Kamis, 22 Januari 2026.
Tim SAR memperluas pencarian hingga wilayah Magetan, Jawa Timur.
Sampai hari keempat, belum ada tanda keberadaan korban.
Pencarian masih terkendala cuaca buruk dan medan yang sulit.
Koordinator Operasi SAR, Yohan Tri Anggaro, menyampaikan, “Cuaca di atas masih berangin kencang dan berkabut. Bahkan sempat terjadi badai. Kondisi ini sangat membatasi jarak pandang tim saat mencari.”
Selain cuaca, kawasan yang luas dan penuh tumbuhan juga menyulitkan proses pencarian.
Rumput ilalang yang tinggi serta lereng bukit yang curam membuat tim harus lebih berhati-hati.
“Kondisi tumbuhan yang rapat dan rumput ilalang tinggi membuat jarak pandang terbatas. Hal ini membuat penyisiran memakan waktu lebih lama,” katanya.
Masuk hari keempat, tim SAR memperluas area pencarian dari sekitar posko ke beberapa titik yang mungkin dilewati korban.
Area yang disisir mencakup jalur dari posko hingga ke kawasan Magetan, Jawa Timur.
Perluasan area dilakukan setelah seluruh wilayah yang dekat dengan posko telah disisir.
Menurut Yohan, langkah ini diambil berdasarkan evaluasi hasil pencarian hari sebelumnya dan kemungkinan pergerakan korban.
Pada operasi hari ini, tim SAR gabungan mengirimkan tujuh tim penyisiran darat, tiga tim vertikal, serta dukungan pemantauan udara menggunakan drone.
Personel berasal dari berbagai unsur, termasuk relawan lokal dan tim dari daerah lain.
“Untuk hari ini, kami mengirimkan sekitar tujuh tim penyisiran, ditambah tiga tim vertikal serta dukungan drone,” kata Yohan.
Ia menambahkan, personel dari Magetan ikut terlibat untuk memperkuat proses pencarian.
Namun, penggunaan drone sangat tergantung pada kondisi cuaca, terutama kecepatan angin.
Dalam pencarian survivor, tim SAR masih menggunakan metode open grid, yaitu penyisiran secara terbuka dengan memperluas cakupan melalui penambahan personel.
Sampai siang hari, cuaca di kawasan puncak Bukit Mongkrang dilaporkan mendung dan disertai angin kencang.
Sementara itu, cuaca di daerah bawah lebih stabil meski masih berangin.
Yohan menyebutkan keluarga korban masih berada di basecamp Mongkrang dan terus memantau perkembangan pencarian.
Keluarga sepenuhnya menyerahkan proses pencarian kepada tim SAR tanpa mengajukan permintaan khusus.
“Sebelum operasi dimulai, keluarga pernah melakukan doa bersama. Mereka sangat kooperatif dan sangat mendukung tim SAR,” katanya.
Mengenai informasi nonteknis, termasuk yang bersifat tidak rasional, Yohan menegaskan tim SAR tetap menerima semua masukan.
Namun, setiap informasi akan dianalisis terlebih dahulu sebelum ditindaklanjuti.
Sampai hari keempat operasi pencarian, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan survivor, baik berupa pakaian, barang pribadi, maupun petunjuk lain.
“Survivor masih nihil. Belum ditemukan tanda-tanda apa pun,” pungkas Yohan.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan evaluasi harian, disesuaikan dengan kondisi cuaca dan hasil penyisiran.
Polisi juga mengirimkan anjing pelacak (K9) untuk membantu pencarian pendaki yang hilang tersebut.
Pencarian Yasid Ahmad Firdaus, pendaki yang selamat dari Bukit Mongkrang asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, dihentikan pada hari keempat pencarian pada Kamis (22/1/2026) pukul 18.00 WIB, tetapi hasilnya masih kosong.
Pencarian terhadap survivor akan dilanjutkan hari ini, Jumat (23/1/2026).
Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Kelas B Surakarta, Basuki, mengatakan pada hari kelima pencarian akan dibagi menjadi empat tim Search and Rescue Unit (SRU).
“Besok kita akan bentuk empat SRU, tetapi jumlah personelnya akan ditentukan besok karena banyak relawan yang sudah pulang,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Basuki menambahkan, pada pencarian Jumat (23/1/2026), tim akan melakukan penyisiran di bawah Pos Candi hingga Pos Bayangan.
Selain itu, ada tim yang akan mengecek lokasi ditemukannya ceceran makanan ringan yang diduga milik survivor.
“Besok akan dilakukan penyisiran di area bawah Pos Candi sampai Pos Bayangan, termasuk lokasi penemuan ceceran tersebut,” tutupnya.
Operasi pencarian terhadap pendaki yang dinyatakan hilang di Bukit Mongkrang, area lereng Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, hingga hari keenam belum menemukan hasil.
Tim SAR gabungan memastikan pencarian dilanjutkan pada hari Minggu (25/1/2026) sebagai hari ketujuh dan menjadi hari terakhir sesuai dengan SOP.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa pada hari Sabtu (24/1/2026) sejak pukul 07.30 WIB, tim SAR mengirimkan enam unit SRU, terdiri dari lima unit resmi dan satu unit relawan dari masyarakat sekitar.
Baca Juga: Sosok Yasid Ahmad Firdaus Pendaki yang Hilang di Bukit Mongkrang Gunung Lawu
"Semua SRU kembali ke basecamp Mongkrang sekitar pukul 16.30 WIB. Setelah dicek, hasil pencarian hari ini masih kosong, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban," ujar Hendro hari Sabtu sore (24/1/2026).
Ia menuturkan bahwa operasi SAR akan dilanjutkan pada hari Minggu pagi mulai pukul 07.00 WIB.
Fokus pencarian akan didahulukan pada jalur Pos 3 hingga puncak Bukit Mongkrang melalui sisi kiri jalur pendakian.
Area tersebut dipilih karena terdeteksi aroma bau anyir di kawasan bawah puncak.
Tim vertikal akan dikerahkan jika ada titik yang dicurigai.
Hendro menegaskan, hari ketujuh merupakan tahap akhir operasi pencarian sesuai SOP.
Namun demikian, evaluasi akan tetap dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi medan dan perkembangan terbaru di lapangan.
Upaya pencarian terhadap Yasid Ahmad Firdaus, pendaki dari Colomadu, Karanganyar, yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, belum membuahkan hasil.
Setelah pencarian intensif selama tujuh hari, tim SAR gabungan memutuskan memperpanjang masa pencarian selama tiga hari ke depan.
Keputusan ini diambil melalui rapat koordinasi yang melibatkan BPBD, Basarnas, Forkopincam Tawangmangu, aparat keamanan, serta pihak keluarga korban.
"Hasil pencarian selama tujuh hari masih nihil. Namun berdasarkan kesepakatan bersama, pencarian akan diperpanjang selama tiga hari, yakni Senin, Selasa, dan Rabu," kata Hendro Prayotno Minggu (25/1/2026).
Hendro menjelaskan, perpanjangan operasi pencarian adalah hasil kesepakatan antara BPBD, Basarnas, Forkopincam Tawangmangu yang terdiri dari camat, kapolsek, dan danramil, serta pihak keluarga.
Pada hari ketujuh pencarian, tim SAR mengerahkan hingga 10 unit SRU.
Selain itu, pencarian juga melibatkan anjing pelacak (K9) dari Polres untuk membantu mencari kemungkinan keberadaan korban.
"Jumlah personel yang terlibat hampir 300 orang. Mereka terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, serta masyarakat," ujarnya.
Terkait laporan adanya bau yang menyengat di beberapa titik pencarian, Hendro menyebutkan bahwa tim SAR gabungan sudah melakukan pencarian secara intensif.
Beberapa relawan fokus menyisir area yang dicurigai.
Namun hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Meski pencarian belum menemukan hasil, tim SAR tetap melanjutkan operasi dengan harapan korban bisa segera ditemukan.
Pihak keluarga juga menyetujui perpanjangan waktu pencarian tersebut.
Selain aktivitas di lapangan, masyarakat setempat akan menggelar doa bersama.
Pada Senin (26/1/2026) pagi, rencananya akan dilaksanakan Salat Istianah oleh komunitas Muslim Gondosuli Peduli di area basecamp Mongkrang.
Sholat istianah adalah permohonan pertolongan kepada Allah, seringkali diiringi sholat sunnah seperti Istisqa (minta hujan) atau Istighosah (minta pertolongan saat kesulitan) atau sholat sunnah umum yang niatnya memohon pertolongan Allah.
Dengan dalil utama Al Quran Surat Al Baqarah ayat 153, yang menekankan hanya kepada Allah kita meminta pertolongan, baik saat lapang maupun sulit, dan tidak kepada selain-Nya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)
“Besok pagi sekitar pukul 06.30 WIB akan dilaksanakan salat istianah di area basecamp Mongkrang. Diperkirakan hampir 100 orang akan mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Salat istianah dilakukan sebagai bentuk ikhtiar batin untuk memohon pertolongan agar proses pencarian bisa berjalan lancar dan korban dapat ditemukan, dalam kondisi apa pun.
Hendro juga meminta masyarakat tetap mendoakan keberhasilan pencarian dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. (fal)
.
Editor : Baskoro Septiadi