RADARSEMARANG.ID – Dulu hanya hamparan semak belukar dan rumput liar setinggi pinggang.
Kini, lahan seluas 1.500 meter persegi di RW 05 Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang menjelma jadi kebun hijau yang dipenuhi cabai, singkong, bayam merah, hingga kacang-kacangan.
Warga menyebutnya “Kampung Sayur”.
Ide itu lahir dari musyawarah warga.
“Awalnya ini lahan tidur, tidak bermanfaat. Akhirnya kami manfaatkan bersama. Setiap RT dapat bagian untuk dikelola,” tutur Ketua RW 05 Wonolopo Khanif.
Di Lomba Kampung Hebat 2025, wilayah ini terdaftar sebagai peserta kategori Kampung Kreatif dan Inovatif.
Tak berhenti di kebun sayur, RW 05 berencana melangkah lebih jauh.
Mereka tengah menyiapkan kolam lele, ternak ayam, hingga sistem sirkulasi pupuk organik.
Sampah dapur akan diolah jadi pakan, kotoran ternak dipakai untuk menyuburkan tanaman.
“Harapannya semua terintegrasi. Nanti Balai RW jadi pusat edukasi pertanian warga,” imbuhnya.
Yang menarik, warga juga punya produk unggulan, yakni sirup jahe.
Tanaman jahe yang ditanam di lahan bersama diolah jadi minuman sehat.
Hasilnya kembali untuk warga.
Sekretaris Lurah Wonolopo Arista Andriyani menyebut RW 05 memang pantas dipilih sebagai wakil kelurahan dalam Lomba Kampung Hebat tahun ini.
“Potensi KBT (Kampung Berkebun Terpadu)-nya bagus sekali. Tahun lalu RW 10, sekarang RW 05. Tahun depan bisa gantian ke RW lain,” jelasnya.
Lomba Kampung Hebat 2025 melombakan dua kategori. Yakni Kampung Pilah Sampah dan Pro Lingkungan serta Kampung Kreatif dan Inovatif. (fgr/ton)
Editor : Pratono