RADARSEMARANG.ID – Warga di wilayah Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang sudah mulai terlihat menyambut Lomba Kampung Hebat 2025.
Sejumlah kampung sudah mendaftar dan mengirimkan berkas di panitia.
Salah satunya Kelurahan Pedurungan Lor yang menunjuk RW 04 untuk mengikuti lomba antarkampung yang digelar Jawa Pos Radar Semarang Bersama Pemerintah Kota Semarang ini.
“Wilayah RW 04 Kelurahan Pedurungan Lor mewakili Lomba Kampung Hebat kategori Kampung Pilah Sampah dan Pro Lingkungan,” jelas Plt Lurah Pedurungan Lor Setyorini.
Penanggungjawab Lomba Kampung Hebat RW 04 Kelurahan Pedurungan Lor Sri Miyati menambahkan, Kampung Pilah Sampah RW 04 Kelurahan Pedurungan Lor berdiri sejak September 2020.
“Pendirian kampung itu berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya produksi sampah di wilayah kampung yang tidak dikelola dengan baik,” jelasnya.
Warga di wilayah ini sudah dibiasakan untuk memilah sampah dari rumah.
Bahkan mereka sudah punya jadwal rutin untuk mengelola sampah di kampung ini.
“Kegiatan ini dilakukan setiap hari Minggu dengan cara memilah sampah kering seperti sampah botol plastik, kertas maupun kardus,” kata Sri Miyati.
Saat ini, pendaftaran Lomba Kampung Hebat 2025 sudah dibuka.
Setiap kelurahan bisa segera mendaftarkan RW yang akan mewakili wilayahnya untuk mengikuti lomba antarkampung yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Semarang bersama Pemerintah Kota Semarang ini.
“Sudah ada beberapa kelurahan atau RW yang menghubungi panitia untuk konsultasi bahkan ada yang sudah mendaftar. Kami berharap para calon peserta bisa segera mendaftar,” tutur Ketua Panitia Lomba Kampung Hebat 2025 Sugiyanto Wiyono.
Pendaftaran peserta sudah dimulai 18 September dan akan berlangsung hingga 7 Oktober 2025.
Setiap kelurahan diwakili satu Rukun Warga (RW) dan hanya boleh mendaftar di satu kategori.
Nantinya seluruh peserta akan mengikuti seleksi administrasi dan wawancara secara online.
Tim juri akan memilih 18 peserta di masing-masing kategori untuk maju mengikuti penilaian lapangan.
“Total ada 36 peserta yang akan dijuri langsung oleh juri gabungan akademisi atau praktisi, perwakilan OPD Pemkot Semarang dan dari Jawa Pos Radar Semarang untuk memperebutkan juara 1, 2, 3 dan harapan 1, 2, 3,” lanjut Sugiyanto.
Tahun ini, ada dua kategori yang dipertandingkan. Yakni Kampung Pilah Sampah dan Pro Lingkungan serta Kampung Kreatif dan Inovatif.
“Mohon kampung yang ditunjuk sebagai peserta bisa memperhatikan indikator penilaian yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Indikator penilaian untuk Kampung Pilah Sampah dan Pro Lingkungan meliputi pengelolaan sampah, infrastruktur lingkungan, penataan lingkungan, administrasi dan dokumentasi, pemberdayaan masyarakat, serta inovasi dan keberlanjutan.
Sedangkan indikator penilaian Kampung Kreatif dan Inovatif adalah ciri khas kampung, pemberdayaan ekonomi dan masyarakat, pemanfaatan teknologi, pengelolaan lingkungan, administrasi dan dokumentasi, serta inovasi dan keberlanjutan. (ton)
Editor : Pratono