Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Banyak Orang Pingsan dan Kehilangan Barang saat Kericuhan Festival Durian di Pekalongan, Begini Kata Ketua Panitia

Nanang Rendi Ahmad • Senin, 15 Januari 2024 | 04:18 WIB
Pengunjung saat berebut gunungan durian setelah menjebol pagar pembatas, acara Festival Durian 2024, Alun-Alun Kajen, Minggu (14/1/2024). NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG
Pengunjung saat berebut gunungan durian setelah menjebol pagar pembatas, acara Festival Durian 2024, Alun-Alun Kajen, Minggu (14/1/2024). NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Kajen - Festival Durian 2024 Kabupaten Pekalongan di Alun-Alun Kajen, Minggu (14/1) benar-benar menjadi pusat perhatian warga.

Bahkan warga sudah langsung berebut gunungan durian padahal acara baru saja dimulai.

Alhasil, kericuhanpun sempat terjadi. Banyak orang pingsan karena berdesakan, tak sedikit yang kehilangan barang bawaan.

Baca Juga: Kronologi Bentrok Suporter Persip Pekalongan Diduga vs Oknum Pendukung Persibat Batang di Gringsing, Pengguna Jalan Ikut Jadi Korban

Panitia pun akhirnya terpaksa membubarkan festival meski rangkaian acara belum semua berjalan.

Beruntung, hingga berita ini selesai ditulis, Minggu (14/1) sore, belum ada laporan adanya korban jiwa.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang dari atas panggung, lokasi sejak pukul 08.00 sudah menjadi lautan manusia.

Awalnya pengunjung masih tampak tertib dan kondusif. Namun lambat laun merangsek ke area gunungan durian.

Saat itu padahal kirab gunungan durian dan hasil bumi dari 19 kecamatan baru beberapa yang telah masuk ke area festival. Tapi gelombang lautan manusia terus merangsek.

Baca Juga: Pembangunan Alun-Alun Kajen Molor, Kontraktor Didenda Rp 4,7 Juta Per Hari

Kericuhan pun pecah ketika beberapa orang mulai nekat mengambil durian dari gunungan. Lainnya mengikuti.

Pihak keamanan dan panitia tak mampu menahan dan menghalau pengunjung yang makin agresif dan massif.

Dua gunungan durian utama yang disediakan panitia di depan panggung ikut jadi sasaran. Padahal sudah dikelilingi pagar pembatas. Tapi pengunjung tetap saja naik dan melompat ke area itu.

Dari atas panggung desak-desakan terlihat jelas. Banyak pengunjung melambaikan tangan ke panggung meminta tolong, baik anak-anak juga orang dewasa, laki-laki maupun perempuan.

Baca Juga: Lupa Padamkan Tungku, Rumah Warga Paninggaran Kajen Terbakar

Di sudut lain panggung, banyak orang-orang melaporkan kehilangan barang bawaan. Ada yang satu orang kehilangan dua ponselnya. Padahal ada di dalam tas dan tertutup.

Di sudut lain lagi, ada anak-anak menangis terpisah dari keluarganya. Panitia mencoba mengumumkan melalui pengeras suara. Keadaan benar-benar tak karuan.

Ketua Panitia Festival Abdul Baqi mengatakan, kejadian ini di luar prediksi. Banyak pengunjung yang hadir dari luar Kabupaten Pekalongan.

Pihaknya sebenarnya sudah melakukan antisipasi, namun massa tidak bisa dikendalikan dan buru-buru berebut gunungan durian.

Baca Juga: Waduh! Polisi Temukan Admin WAG Geng Tawuran Pelajar saat Penggeledahan di SMPN 1 Siwalan Kabupaten Pekalongan

"Pengamanan sudah kami siapkan dari polisi, TNI, maupun Satpol PP. Tapi ternyata masyarakat belum siap dengan festival (gratis) begini," ujarnya.

Salah satu faktor membeludaknya pengunjung disinyalir karena Alun-Alun Kajen setiap Minggu ada Car Free Day. Biasanya, festival serupa diselenggarakan di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar. Di Alun-Alun ini merupakan kali pertama.

Sementara itu Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rohadi mengatakan, pihaknya menerjunkan 150 personel di acara ini.

Sterilisasi area sudah dilakukan sejak pagi. Baik di area panggung, pintu masuk, dan jalan-jalan raya.

“Kejadian ini  juga di luar prediksi kami. Ternyata pengunjung membeludak, dan tadi bisa dilihat mereka saking antusiasnya jadi berebut durian. Tapi situasi akhirnya bisa kami amankan,” ujarnya.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq turut menanggapi. Ia mengatakan, pengunjung yang terluka atas kejadian ini akan ditanggung pemerintah. Pihaknya sudah siapkan tim untuk soal ini.

"Sudah kami cek, ada yang luka, tapi tidak fatal," ungkapnya.

Fadia menambahkan, kejadian ini harus menjadi evaluasi semua pihak. Termasuk masyarakat. Perlu ada kesadaran pula dari para pengunjung.

"Ini serba sulit, kami gelar di sini yang luas dan tanpa tiket, malah seperti ini. Biasanya di Lolong, akses jalannya sempit, nanti macet. Jadi ini perlu kesadaran bersama," pesan Fadia. (nra/bas)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#FESTIVAL #durian #Alun-Alun Kajen #Pekalongan