RADARSEMARANG, KAJEN - Hujan mulai mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Pekalongan belakangan ini.
Namun kebanyakan masih di sekitar daerah dataran tinggi. Di Kecamatan Kandangserang, bahkan sudah ada pohon tumbang karena hujan cukup deras.
Jumat (6/10) sore hujan mengguyur di wilayah Desa Gutomo, Kecamatan Karanganyar hingga perbatasan Kecamatan Kajen.
Wartawan Radar Semarang menyaksikan sendiri hujan ini. Berlangsung sebentar, namun bisa membasahi aspal jalan. Ini merupakan hujan pertama di tengah kemarau.
Ternyata hujan tersebut juga mengguyur wilayah Kecamatan Kandangserang. Itensitasnya lebih deras.
Bahkan ada satu pohon tumbang di Jalan Raya Tajur. Anggota Polsek Kandangserang Bripka Tobasir menyebut, peristiwa ini sempat menyebabkan lalu lintas tersendat.
"Karena posisi batang pohon ini melintangi jalan. Kami langsung evakuasi bersama warga. Lalulintas sudah normal kembali," katanya.
Sabtu (7/10) malam hujan kembali turun di beberapa wilayah. Di antaranya Kecamatan Bojong, Sragi, Kajen, dan Karanganyar.
Banyak orang membagikan status (story) di WhatsApp (WA) tentang hujan ini. Baik berupa rekaman video maupun sekadar cuitan.
Salah satunya Kasi Humas Polres Pekalongan Ipda Suwarti. Ia merekam anaknya bermain hujan di depan rumah, Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar. Namun, kata dia, hujan malam itu hanya berlangsung sebentar.
"Kelakuan random si bocil (bocah kecil), hujan-hujanan. Katanya (karena) baru pertama kali hujan," tulisnya dalam status WA.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan Agus Purwanto juga mengabadikan momen hujan pertama itu di status WA. Dalam video yang ia bagikan, tampak hujan cukup besar dan membasahi jalanan depan rumahnya.
"Mlayan (lumayan)," tulisnya.
Minggu (8/10), sejak pagi, belum ada kabar hujan turun lagi di Kabupaten Pekalongan.
Namun sorenya, berdasarkan kiriman video seorang warga, wilayah Paninggaran perbatasan dengan Kalibening (Kabupaten Banjarnegara) gerimis.
Di Kecamatan Kajen hanya mendung. Tapi awan hitam memang tampak berjalan dari arah selatan. (nra)
Editor : Agus AP