RADARSEMARANG.ID, Yogyakarta - Korban apartemen Malioboro City yang merasa dirugikan oleh pengembang PT Inti Hosmed akan kembali menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut hak-hak mereka.
Rencananya, aksi ini akan digelar di depan kantor DPRD DIY & Gubernur DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.
Ketua P3SRS Malioboro City, Edi Hardiyanto mengaku mereka merasa dirugikan karena apartemen yang mereka beli lunas hingga kini belum mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Dengan begini, mereka kesulitan mendapat Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun.
"Belasan tahun kami berjuang, dan sampai saat ini hak atas kepemilikan belum kita dapatkan. Kami merasa menjadi korban dari mafia pengembang dalam hal ini PT Inti Hosmed yang saat ini dalam kepailitan," tuturnya, Senin (10/3/2025).
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Sleman untuk berani ambil tindakan tegas karena menyangkut banyak orang.
"Saatnya Pak Bupati Sleman bertindak untuk kepentingan masyarakat yang sudah belasan tahun dibohongi dan di PHP sama mafia pengembang Inti Hosmed ini. Kami sudah bosen rapat-rapat jika tidak ada segera kepastian untuk masyarakat dalam hal ini konsumen," kata Edi.
Ia membeberkan, aksi protes ini rencananya akan digelar untuk menuntut hak-hak korban. Serta meminta kurator sebagai wakil dari pengembang (dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang) karena saat ini tidak memenuhi janji-janji mereka.
"Kami akan terus memperjuangkan hak-hak kami sampai mendapatkan SLF dan SHM SRS. Sekarang kuncinya pada kebijakan dan keputusan kepala daerah. Kalau berbicara aturan dari kementrian, kami sudah datangi semua dan jawabannya kembali di serahkan pada keputusan kebijakan dari pemerintah daerah kabupaten Sleman..Kami harus bagaimana?" tanyanya.
Ia menjelaskan, dirinya telah bertemu dengan CEO MNC Hary Tanoe selaku pihak pemilik SHGB apartemen -yang diambil alih oleh MNC Bank karena pihak Inti Hosmed menjaminkan dan wanprestasi-.
Saat pertemuan, Hary Tanoe berjanji akan mendukung upaya para korban dengan memberikan apa yang menjadi hak milik para masyarakat atau konsumen.
"Pak Hary Tanoe memberi dukungan dan kita siap memperjuangkan sampai para korban mendapatkan hak-hak," imbuhnya. (ifa/bas)
Editor : Baskoro Septiadi