RADARSEMARANG.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan koridor baru Trans Jateng yang menghubungkan kawasan Gelangmanggung, meliputi Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang. Layanan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2027.
Koridor baru ini dirancang untuk memperkuat konektivitas transportasi antardaerah sekaligus mengintegrasikan layanan angkutan umum di kawasan Magelang dan Temanggung.
Rencana tersebut telah disepakati Pemprov Jateng bersama Pemkab Magelang, Pemkot Magelang, dan Pemkab Temanggung pada Juni 2026.
Baca Juga: Menunggu Lelang, Puluhan Motor Dinas Mangkrak di Gedung Parkir Balai Kota Semarang
Dalam informasi yang disampaikan Pemprov Jateng, layanan Trans Jateng Gelangmanggung akan menggunakan 14 armada bus pada tahap awal.
Bus dijadwalkan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 19.00 WIB, dengan jarak kedatangan antarbus atau headway sekitar 15–20 menit.
Rute yang ditampilkan dalam informasi tersebut mencakup Terminal Maron – Terminal Tidar – Terminal Borobudur secara pulang-pergi.
Koridor ini diharapkan dapat menjadi penghubung transportasi bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Magelang, Kota Magelang, hingga Temanggung.
Terintegrasi Angkutan Lokal hingga Wisata
Kehadiran koridor Gelangmanggung tidak hanya diarahkan untuk melayani perjalanan masyarakat sehari-hari.
Pemprov Jateng juga menyiapkan integrasi dengan angkutan lokal, angkutan sekolah, feeder, serta layanan menuju kawasan wisata.
Sektor pariwisata menjadi salah satu perhatian karena kawasan Gelangmanggung memiliki sejumlah destinasi unggulan, termasuk Borobudur.
Pemprov Jateng juga tengah mendorong konektivitas wisata antara Borobudur dengan berbagai destinasi di wilayah Magelang, Temanggung, Purworejo, dan daerah sekitarnya.
Baca Juga: Truk Box Gagal Rem hingga Terguling di Tol KM 430, Arus Bawen-Semarang Sempat Macet Parah
Tambah Koridor Trans Jateng
Koridor Gelangmanggung akan menambah jaringan layanan Trans Jateng yang sebelumnya telah beroperasi di sejumlah wilayah Jawa Tengah.
Pemprov Jateng mencatat Trans Jateng telah memiliki 115 bus dan tujuh koridor yang melayani rute Semarang-Bawen, Semarang-Kendal, Solo-Sragen, Purwokerto-Purbalingga, Magelang-Purworejo, Semarang-Grobogan, serta Sukorejo-Surakarta-Wonogiri.
Data pada materi yang diunggah akun resmi Gubernur Jawa Tengah juga menunjukkan tingginya jumlah penumpang pada tujuh koridor tersebut selama periode 2025 hingga Juni 2026.
Koridor Semarang-Bawen tercatat melayani sekitar 3,38 juta penumpang, disusul Semarang-Kendal sekitar 2,71 juta penumpang.
Dengan tambahan koridor Gelangmanggung, layanan transportasi publik di kawasan Magelang dan Temanggung diharapkan semakin mudah diakses masyarakat.
Selain mendukung mobilitas harian, keberadaan bus ini juga diharapkan memperkuat konektivitas pendidikan, perekonomian, dan pariwisata di kawasan tersebut.
Editor : Baskoro Septiadi