
RADARSEMARANG.ID - Sejak pagi, Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah tampak ramai. Pencari kerja datang silih berganti, ada yang mengenakan batik, ada pula yang memilih kemeja putih. Di tangan mereka, map berisi surat lamaran dan dokumen persyaratan siap diserahkan ke perusahaan yang dituju.
Mereka datang dengan tujuan yang sama. Mendapatkan pekerjaan. Suasana itu terlihat dalam Job Fair yang digelar di Kantor Disnakertrans Jateng, Kamis (20/8). Kegiatan berlangsung selama dua hari yakni pada 20-21 Agustus 2026. Kegiatan ini mempertemukan pencari kerja dengan 30 perusahaan yang menyediakan total 4.617 lowongan.
Baca Juga: SUV Bekas Rp100 Jutaan: Ford Escape 2012 atau X-Trail T30
Di antara ramainya pencari kerja, ada pula penyandang disabilitas yang ikut mencoba peruntungan. Tahun ini, terdapat 10 perusahaan yang menyediakan lowongan bagi penyandang disabilitas. Hingga Kamis siang, tercatat sudah 51 pelamar disabilitas yang datang.
Salah satunya Irfan, 34. Penyandang disabilitas tuli asal Solo itu sengaja datang ke Semarang untuk mencari pekerjaan. Ia datang bersama teman-teman lainnya. Berangkat dari Solo sekitar pukul 09.00, Irfan kemudian melihat satu per satu stan perusahaan yang tersedia. Banyaknya pilihan justru membuatnya sempat bingung menentukan perusahaan yang akan dituju.
"Saya dari Solo datang ke sini ke Semarang. Saya mau melamar pekerjaan, tapi saya bingung, banyak perusahaan jadi bingung milih. Jadi mungkin saya akn pilih dua perusahaan untuk saya lamar," ujarnya.
Irfan lulusan pendidikan S1 Manajemen. Ia berharap ada perusahaan yang membuka posisi sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Menurutnya untuk sementara ini, ia melihat beberapa pilihan pekerjaan, termasuk operator maupun bagian menjahit.
“Bagian mesin mungkin jahit (yang akan saya lamar), tapi saya belum tahu juga, sebab saya menunggu informasi yang match dengan background saya di mana. Apakah operator, apakah menjahit saya belum tahu informasi selanjutnya," ungkapnya.
Bagi Irfan, mencari pekerjaan bukan hal yang baru. Sebelumnya ia pernah bekerja di perusahaan finance selama tiga tahun di Jogja. Namun, setelah kontraknya berakhir, ia kembali menjadi pencari kerja pada 2024.
"Sudah lama saya menganggur. Saya sulit mencari pekerjaan. Sudah dua tahun ini (saya) datang ke acara-acara seperti ini (job fair) untuk mencari pekerjaan," tegasnya.
Selama dua tahun, ia mencoba mencari pekerjaan di sejumlah kota. Mulai Solo, Jogja hingga Semarang. Beberapa kali mengikuti proses wawancara, tetapi belum mendapatkan panggilan berikutnya.
Meski begitu, Irfan mengaku tidak menemui kesulitan berarti saat mengikuti job fair. Pelayanan yang diberikan justru membuatnya merasa terbantu.
“Hambatan tidak ada (saat job fair), semuanya ramah, semuanya melayani saya. Nanti juga ketika saya pulang saya juga akan di-follow up oleh Disnakertrans bahwa saya akan di match-kan dengan pekerjaan lowongan yang cocok untuk saya," bebernya.
Kisah lain datang dari Iman Adianto, warga Pudakpayung, Semarang. Ia juga datang dengan harapan yang sama. Pria 39 tahun ini ingin mendapat pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan bisa bertahan dalam jangka panjang.
Lulusan S1 Teknik Informatika itu mengincar posisi di bidang back office, IT, admin support, admin network hingga helpdesk. Ia tidak ingin asal memasukkan lamaran. Stan perusahaan akan dilihat satu per satu, kemudian dipilih yang paling sesuai.
"Saya minat untuk bagian back office IT, admin, helpdesk, administrasi, dan sebagainya," ujarnya.
Perjalanan Iman mencari pekerjaan juga cukup panjang. Ia pernah bekerja sebagai kasir dan pramuniaga pada 2018. Pekerjaan itu hanya berlangsung sekitar tiga bulan karena harus menyelesaikan kuliah.
Setelah lulus pada 2021, ia kembali mencari pekerjaan. Ia mengaku sudah mengirim lamaran hingga ratusan kali, tetapi belum juga mendapatkan pekerjaan tetap.
“Banyak sekali, sudah hampir ratusan (lamaran) bahkan lebih dari ratusan, saya masukin lamaran," akunya.
Menurutnya, usia menjadi salah satu tantangan ketika mencari pekerjaan. Terlebih bagi pencari kerja yang sudah berusia di atas 35 tahun.
“Iya susah sekali (cari kerja) susah banget dan usia di atas 35 sampai 40 itu untuk rekrutmen karyawan yang masih non pengalaman itu kok sulit. Jadi minta tolong pemerintah diringankan untuk bisa merekrut karyawan yang pencari pekerjaan yang usianya lebih dari 35 dan di bawah 40 tahun," tuturnya.
Ramainya pencari kerja itu menjadi gambaran bahwa job fair secara langsung masih diminati.
Kepala Disnakertrans Jateng Ahmad Aziz mengatakan ada 4.617 lowongan pekerjaan yang tersedia. Sedangkan yang telah mendaftar secara online ada 5.800 pelamar kerja.
Menurutnya, meski lowongan kerja bisa diakses secara online, pencari kerja tetap memilih datang langsung agar bisa melihat dan bertanya kepada perusahaan. Pada hari pertama, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 1.500 hingga 2.000 orang. Mereka tidak hanya berasal dari Semarang, tetapi juga dari daerah lain.
"Ada 4.617 lowongan, sementara yang terdaftar secara online ada 5.800 (pelamar)," ungkapnya.
Ia menjelaskan kesempatan kerja juga dibuka bagi penyandang disabilitas. Aziz menyebut ada perusahaan yang secara khusus membuka posisi bagi penyandang disabilitas, sementara sebagian lainnya membuka posisi yang bisa diisi pekerja umum maupun disabilitas.
Baca Juga: 4.817 Lowongan Pekerjaan Tersedia di Hari Jadi Jateng, Terbuka Bagi Penyandang Disabilitas
"Ada 10 perusahaan (menerima disabilitas), jumlah pendaftarnya hari ini 51," imbuhnya.
Menurutnya, perusahaan juga wajib memperhatikan aksesibilitas bagi pekerja disabilitas. Bahkan, ketentuan ketenagakerjaan telah mengatur kewajiban perusahaan mempekerjakan penyandang disabilitas.
"Terkait dengan kuota berdasarkan Undang-undang itu 1 persen tenaga kerja yang sudah ada (disabilitas). Artinya kalau ada 100 tenaga kerja, maka satu (pekerja) wajib dari teman-teman disabilitas," ungkapnya.
Pemerintah juga memastikan tidak ada diskriminasi dalam proses perekrutan. Perusahaan tidak boleh mencantumkan syarat seperti harus berpenampilan menarik, tinggi badan tertentu, maupun bentuk fisik tertentu.
"Syarat berpenampilan menarik enggak ada yang penting kualifikasinya jelas dan lain sebagainya," akunya.
Sementara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang meninjau langsung pelaksanaan job fair melihat kegiatan tersebut sebagai jembatan antara perusahaan dan pencari kerja.
"Jadi kesempatan kerja ini adalah bagaimana kita merekrut tenaga kerja yang profesional. Tentu seluruh perusahaan kita hadirkan. Jadi job fair ini adalah sebagai sarana untuk menjembatani kebutuhan perusahaan dan sumber daya manusia yang akan diserap," kata Luthfi usai meninjau Job Fair. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi