Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Peninggian Jalan Kaligawe Dikebut, Targetkan H-10 Lebaran Bisa Dilalui untuk Arus Mudik

Khafifah Arini Putri • Minggu, 1 Maret 2026 | 11:20 WIB

Kepala BBPJN Jateng DIY Moch Iqbal Tamher.
Kepala BBPJN Jateng DIY Moch Iqbal Tamher.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta memastikan peninggian Jalan Kaligawe, Kota Semarang, menjadi prioritas utama dan dikebut penyelesaiannya.

Proyek strategis ini ditargetkan rampung H-10 Lebaran atau 11 Maret 2026. Sehingga bisa dilalui untuk arus mudik.

Kepala BBPJN Jateng DIY Moch Iqbal Tamher menyampaikan peninggian ruas Jalan Kaligawe itu masuk dalam paket penanganan ruas Semarang - Demak - Kudus sepanjang lima kilometer.

Dari jumlah itu, penanganan Jalan Kaligawe ialah 1,1 kilometer. Kendati demikian yang menjadi prioritas penanganan untuk arus mudik 700 meter.

"Target H-10 lebaran ini 700 meter, itu arah Demak sudah berfungsi rigid. Jadi 700 meter ini yang ke arah Demak dari Kaligawe," kata Iqbal.

Nanti, setelah Lebaran, pekerjaan akan dilanjutkan untuk menyelesaikan sisa ruas hingga Terminal Terboyo dan sisi sebaliknya dari Demak menuju Semarang.

"Setelah lebaran, setelah H+10 baru kita lanjutkan lagi yang sisanya sampai di Terminal Terboyo dan kita lanjutkan ke arah sisi dari Demak ke arah Semarang," imbuhnya.

Pihaknya menjelaskan Jalan Kaligawe menjadi salah satu titik prioritas karena selama ini kerap terdampak banjir dan memicu kemacetan panjang di jalur Pantura.

Penanganan juga dilakukan dengan kolaborasi bersama Balai Besar Wilayah Sungau (BBWS) Pemali Juana.

BBPJN kata dia fokus pada peninggian jalan, dan BBWS Pemali Juana melakukan normalisasi sungai.

"Kita kerja sama dengan pemerintah provinsi, pemerintah kota, Balai Besar Pemali Juana dan kita sendiri (BBPJN). Kita kolaborasi untuk menanggulangi banjir di kawasan Kaligawe," bebernya.

Lebih lanjut Iqbal menjelaskan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, dan Korlantas, seluruh kegiatan proyek di jalan nasional wilayah Jateng-DIY akan dihentikan sementara mulai H-10 Lebaran.

Karena itu, saat ini pihaknya mengebut sejumlah paket pekerjaan, terutama di jalur Pantura. Sebab kondisi kemantapan jalannya menurun, dimana akhir 2024 95 persen, kini hanya 91 persen.

"Yang memang sedikit parah di Pantura. Ini yang menjadi perhatian sekarang," tegasnya.

Pihaknya menyebut ada lima paket penanganan jalan di wilayah Pantura Jateng. Diantaranya preservasi Jalan Pemalang - Pekalongan sepanjang 9,71 kilometer, preservasi Jalan Pekalongan - Batang - Plelen sepanjang 17 kilometer, prservasi Jalan Weleri - Kendal - Semarang sepanjang 12,6 kilometer, Prservasi Jalan Semarang - Demak - Kudus sepenjang lima kilometer, dan preservasi Jalan Kudus - Pati - Rembang sepanjang 14,37 kilometer.

Iqbal melanjutkan menjelang arus mudik lebaran ini, kondisi kemantapan jalan di Jateng-DIY ialah 94,2 persen dengan panjang 1.888 kilometer. Terdiri dari 1.581 kilometer jalan nasional di Jateng dan 307,24 kilometer jalan nasional di DIY.

"Berdasarkan survei tahun 2025 semester II itu Jawa Tengah Tengah dan DIY itu 94,20 persen, yang terdiri untuk Jawa Tengah sendiri 93,47 persen dan di Provinsi DIY Yogyakarta 97,96 persen," ungkapnya.

BBPJN Jateng - DIY juga menyiapkan 18 posko untuk mendukung kelancaran arus mudik lebaran. Posko itu tersebar di jalur-jalur utama seperti Pejagan, Tegal, Pemalang, hingga ruas-ruas rawan macet dan rawan bencana.

Sementara untuk wilayah DI Yogyakarta, disiapkan lima posko mudik yang berada di kawasan rawan seperti Piyungan, Sentolo, dan Janti.

"Silakan bapak-ibu kalau ada yang mudik, minimal (ada posko) di daerah Pejagan, Tegal, Pemalang ada," tandasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#jalan kaligawe #arus mudik #KOTA SEMARANG #JAWA TENGAH #Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional