Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Bank Indonesia Hidupkan Wisata Sejarah Jawa Tengah Lewat Jasirah Race, 20 Tim Berlomba Eksplorasi Heritage dan Kuliner Jateng

Khafifah Arini Putri • Sabtu, 26 Juli 2025 | 19:40 WIB

 

Flag off Jasirah Race 2025 di Lawang Sewu oleh Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dan jajaran pimpinan lainnya.
Flag off Jasirah Race 2025 di Lawang Sewu oleh Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dan jajaran pimpinan lainnya.

 

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Suasana pagi di Lawang Sewu, mendadak berubah semarak.

Sejak pukul 06.00 WIB, ratusan orang memadati halaman ikon sejarah Kota Semarang.

Sebanyak 20 tim, yang terdiri dari 60 peserta dari berbagai latar belakang, bersiap memulai petualangan seru dalam Jasirah Race 2025.

Sebuah ajang penelusuran wisata sejarah yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Tengah (Jateng).

Lawang Sewu bukan sekadar titik start. Di sinilah bendera start dikibarkan dalam flag off ceremony yang langsung dipimpin oleh Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Komisaris PT KAI KGPAA Mangkoenagoro X, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Kepala DAOP IV PT KAI, Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah, Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah dan DIY, sejumlah pimpinan perbankan Jateng, pimpinan PT Gojek Tokopedia, dan pimpinan PT Garuda Indonesia.

Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra menyampaikan Jasirah Race 2025 berlangsung 25-27 Juli 2025.

Agenda ini merupakan perlombaan penelusuran destinasi wisata sejarah yang interaktif dan imersif dengan menggunakan kereta api.

Menariknya Jasirah Race ini mengelilingi lima kota dan dua provinsi, yakni Semarang, Tegal, Purwokerto, Solo, serta Yogyakarta.

Inisiatif ini dilakukan untuk meningkatkan destinasi wisata berbasis sejarah dengan konektivitas kereta api, daya saing UMKM, dan mendorong digitalisasi ekonomi daerah melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Jasirah itu semacam race, perlombaan menelusuri destinasi wisata serta situs sejarah di lima wilayah Semarang, Tegal, Purwokerto, Solo, dan Jogja menggunakan kereta api,” jelas Rahmat usai flag off ceremony Jasirah Race 2025 di Lawang Sewu, Jumat (25/7).

Menurutnya kegiatan ini tak sekadar kompetisi. Tapi para peserta juga berperan sebagai duta wisata.

Setiap tim wajib memviralkan perjalanan mereka di media sosial, bahkan minimal satu anggota tim harus memiliki 2.000 pengikut.

Selain berburu destinasi dan kuliner lokal, peserta harus menyelesaikan berbagai tantangan dengan batasan waktu sesuai jadwal kereta.

 Baca Juga: Riset Ipsos 2025: Menilik Lanskap Perkembangan UMKM dan Brand Lokal di Tengah Persaingan E-Commerce

“Penilaian dilakukan berdasarkan jumlah destinasi, situs sejarah, dan UMKM kuliner yang dikunjungi. Siapa yang bisa menyelesaikan paling banyak, dia yang menang. Tapi ingat, ada time limit tiap kota,” imbuhnya.

Event ini juga akan mencetak rekor MURI untuk ‘Pemrakarsa Perjalanan Wisata Menggunakan Kereta Api Dengan Rute Terpanjang’ yang menempuh jarak hingga lebih dari 600 kilometer.

Selama tiga hari dua malam, peserta akan mengelilingi Jawa Tengah dan Yogyakarta sambil memanfaatkan layanan transportasi dari mitra Gojek di tiap kota untuk berpindah antar destinasi.

Sebagai bagian integral dari rangkaian kegiatan, KPwBI Provinsi Jawa Tengah Library in Motivation melalui penyelenggaraan Talkshow Terbatas bertajuk ‘Meniti Wisata Sejarah: Jawa Kalungan Wesi’. Talkshow ini menyoroti peran strategis moda kereta api sebagai tulang punggung konektivitas wilayah.

Khususnya dalam mendukung integrasi logistik, mobilitas masyarakat, dan pengembangan ekosistem wisata sejarah di kawasan Joglosemarkarto (Yogyakarta–Surakarta–Semarang–Purwokerto dan sekitarnya).

Hadir sebagai narasumber Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra, Komisaris PT KAI, KGPAA Mangkoenagoro X, Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Youtuber Asisi Suhariyanto, dan dimoderatori oleh influencer Timothy Marbun.

Pada kesempatan itu, KPwBI Jateng menggandeng Perpustakaan Kota Semarang menyelenggarakan program GENIUS (Gerakan Ekudiasi dan literasI Sekolah), berupa pembukaan corner perpustakaan dan program edukasi kebijakan Bank Indonesia terkini dan Whats on Library.

Adapaun sosialisasi yang dilakukan, yaitu QRIS, ciri-ciri keaslian uang rupiah, perlindungan konsumen, serta Sosialisasi Perpustakaan KPwBI Provinsi Jawa Tengah dan Perpustakaan Kota Semarang. Sasarannya adalah anak SMP. KPwBI juga turut memberikan bantuan pemberian 240 buku layak pakai kepada Perpustakaan Kota Semarang untuk mendorong literasi anak-anak dan masyarakat di Kota Semarang.

Sementara Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan hal penting dalam Jasirah Race 2025 bukanlah mendapatkan hadiah melainkan bagaimana peserta dapat menghayati setiap destinasi.

Eksplorasi ini ke depan akan berkontribusi dalam upaya Pemerintah Provinsi Jateng menciptakan aglomerasi wilayah, wisata, dan ekonomi baru.

Seperti potensi investasi dan konektivitas wilayah yang akan jadi kebanggaan Jawa Tengah.

"Mereka secara tidak langsung akan melakukan eksplorasi pertumbuhan ekonomi baru terhadap wisata-wisata, heritage, termasuk hotel. Sekaligus mempromosikan sebagai syarat mereka dapat menggunakan sarana KAI yaitu kereta api, kalau di kota pakai Gojek, penerbangan bisa menggunakan promosi dari Garuda Indonesia," ujar Luthfi. (kap)

Editor : Tasropi
#Rekor Muri #Kantor Perwakilan Bank Indonesia #Quick Respon Code Indonesian Standard #Jasirah Race 2025 #Sekretaris Daerah Jawa Tengah #Komisaris PT KAI #Rahmat Dwisaputra #JAWA TENGAH #BI Jateng #gojek tokopedia #lawang sewu