Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Polda Jateng Akui Temui Band Punk Asal Purbalingga Sukatani untuk Klarifikasi Lagu Bayar Bayar Bayar

Muhammad Hariyanto • Sabtu, 22 Februari 2025 | 01:10 WIB

 

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto
Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto

 

RADARSEMARANG.ID - Polda Jateng akhirnya buka suara soal polemik lagu Band Sukatani yang berjudul Bayar Bayar Bayar.

Sebelumnya, personel Band punk asal Purbalingga ini sempat melakukan klarifikasi permintaan maaf dan menarik lagu mereka dari platfrom musik digital.

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto menyampaikan, kepolisian tidak melarang lagu tersebut kembali dinyanyikan.

Menurutnya, kepolisian menghargai lagu tersebut sebagai bagian dari berekspresi dan berpendapat. 

"Ya monggo-monggo saja, silahkan. Pada prinsipnya kita menghargai mereka, berekspresi, berpendapat. Ini sebagai masukan Bapak Kapolri dan mereka menjadi teman Bapak Kapolri," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (21/2/2025). 

Meski demikian, pihaknya meminta Band tersebut untuk melihat masih banyak anggota polisi yang baik ketimbang polisi yang negatif. 

"Ya itu namanya kritik yang membangunkan kita harus mengkoreksi. Apabila ada anggota yang melakukan pelanggaran harus kita evaluasi," katanya. 

"Tapi lebih banyak lagi anggota polri yang melakukan kebaikan, menegakan hukum yang bersifat humanis, itukan lebih banyak dari pada itu. Ini harus kita tampilkan juga," lanjutnya. 

Pihaknya juga mengakui, Polda Jateng melalui Ditsiber telah mendatangi personel Band Sukatani, Kamis (20/2/2025).

Tujuannya untuk klarifikasi lagu tersebut, yang sarat kritikan terhadap institusi Polri.

"Iya kemarin kami melakukan klarifikasi pada Band Sukatani karena lagunya viral. Kami mendatangkan mereka hanya untuk mengetahui tujuan dari pembuatan lagu tersebut," jelasnya. 

Pasca didatangi, Band duo personil tersebut melakukan klarifikasi permintaan maaf.

Dua personel Muhammad Syifa Al Lufti atau Alectroguy dan Novi Citra alias Twister Angel. Video permintaan maaf pada publik iki diposting di akun media sosial Instagram @Sukatani.band, Kamis (20/2/2025).

Pihak Polda Jateng membantah telah mengintervensi para personel band Sukatani untuk membuat video tersebut.

Menurut Artanto, pembuatan video klarifikasi dan permintaan maaf tersebut tanpa campur tangan maupun intervensi kepolisian.

"Tidak ada intervensi. Mungkin mereka memberikan informasi lanjutan ke masyarakat. Kami juga tidak ada intervensi untuk menarik karya jadi monggo (silahkan) diedarkan, dibawakan di panggung tidak masalah," bebernya.

Artanto juga mengaku telah mendengar lagu dan liriknya. Menurutnya, tak merasa marah dan justru menghargai.

Pihaknya menilai, band Sukatani adalah bentuk kebebasan berekspresi dan berpendapat melalui seni.

"Justru kami hargai karena lirik lagunya mengkritik ke Polri. Kami hargai. Pihak yang mengkritik polri dengan membangun dan perbaikan menjadi teman bapak Kapolri," ujarnya. 

"Kita kemarin memang sempat klarifikasi terhadap band sukatani tersebut. Dan hasil klarifikasi terhadap grup band tersebut kita menghargai kegiatan untuk berekspresi dan berpendapat melalui seni. Polri tidak anti kritik," pungkasnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Polda Jateng #Sukatani #Bayar Bayar Bayar