Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

147.114 Personel Gabungan Dikerahkan Pengamanan Pilkada 2024 Serentak di Jateng

Muhammad Hariyanto • Senin, 26 Agustus 2024 | 19:35 WIB
Personel gabungan mengikuti apel persiapan Operasi Mantab Praja Candi 2024 di Makodam IV Diponegoro, Senin (26/8/2024). (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Personel gabungan mengikuti apel persiapan Operasi Mantab Praja Candi 2024 di Makodam IV Diponegoro, Senin (26/8/2024). (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 147.114 personil gabungan dari berbagai instansi dilibatkan pelaksanaan Operasi Mantab Praja Candi 2024-2025.

Mereka yang terlibat juga dikerahkan dalam pengamanan selama pelaksanaan Pilkada 2024 di Jawa Tengah.

Ratusan ribu personil tersebut juga telah mengikuti apel kesiapan Operasi Mantab Praja di Lapangan Makodam IV Diponegoro, Senin (26/8/2024). Upacara, dipimpin langsung oleh PJ Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana.

"Upacara gelar pasukan ini sebagai salah satu langkah untuk melakukan pengecekan kesiapan personel alat material khusus serta kendaraan dinas yang akan digunakan pada operasi mantab praja candi 2024-2025," ungkapnya saat memimpin upacara, di Lapangan Makodam IV Diponegoro, Senin (26/8/2024).

Nana Sudjana menyebut, personel yang terlibat ada sebanyak 24.340 Polri di wilayah Polda Jawa Tengah.

Kemudian, 3.200 personel TNI Jajaran Kodam IV Diponegoro, 113.622 Satlinmas dari Pemprov Jawa Tengah serta kota dan Kabupaten. Termasuk Satpol PP Provinsi dan kabupaten 5.952 orang.

"Dikerahkan untuk pelaksanaan pengamanan pemilihan kepala daerah di Jawa Tengah yang akan dimulai terhitung 27 Agustus 2024 sampai pelaksanaan pelantikan pasangan calon terpilih," bebernya.

Nana juga, menyebutkan, ada empat indikator keberhasilan Pemilu atau Pilkada. Disamping masalah keamanan, yaitu terkait kondusifitas wilayah yang harus dijaga.

Kedua, adalah partisipasi masyarakat yang tinggi. Kemudian pentahapan berjalan tanpa gangguan, dan ke empat adalah roda pemerintahan dalam pelayanan kepada masyarakat.

"Ini harus tetap berjalan. Saya percaya kepada para personil yang bertugas akan mampu menjaga kondusifitas serta kelancaran jalannya Pilkada Jawa Tengah," tegasnya.

Lanjutnya mengatakan, Pesta demokrasi rentan terjadi gangguan baik dari alam maupun manusia itu sendiri. Sehingga, perlu melakukan berbagai langkah antisipasi agar gangguan tersebut tidak menghambat jalannya Pilkada.

Langkah tersebut mengingat pelaksanaan pilkada 2024 bertepatan dengan masuknya musim penghujan.

"Jadi kita harus waspada adanya potensi bencana alam seperti banjir rob dan longsor. Usahakan untuk menghindari pungutan suara susulan seperti yang terjadi pda Febuari 2024 yang lalu," katanya.

Hal lain yang harus diwaspadai terkait kerawanan, adalah pengerahan massa dalam jumlah besar, penyebaran berita hoax, money politik, black campaign atau kampanye hitam, yang dapat memprovokasi masyarakat.

"Tapi kita yakin dengan pengalaman kemarin, masyarakat kita sudah semakin meninggi tingkat kesadarannya. Tinggal kita Maintenance bagaimana supaya masyarakat ini dapat mendatangi TPS-TPS dan melakukan pencoblosan untuk memilih calon calon pimpinan di jawa Tengah," jelasnya.

Terkait pemetaan wilayah rawan, Nana menyampaikan telah menetapkan pola pengamanan serta memberikan pelatihan kepada personil guna mengantisipasi terjadinya konflik pada pelaksanaan pilkada serentak 2024.

Seperti halnya, pelatihan penanganan hukum terpadu atau gakkumdu.

"Kemudian, pelatihan sistem pelayanan kepolisian terpadu, dan juga sistem pengamanan kota yang dilaksanakan dengan keterpaduan TNI Polri, Pemda dan juga unsur masyarakat," katanya.

Selain itu, ada beberapa hal yang ditekankan untuk menjadi perhatian bersama, yakni melaksanakan mitigasi dengan memberikan pelatihan kepada personil, menjaga sarana dan prasarana, dan meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait.

"Langkah tersebut sebagai antisipasi potensi terjadinya bencana alam yang dapat terjadi sewaktu waktu,"

Kedua mengawal dan memberikan pengamanan dengan humanis dan persuasif terhadap kegiatan masyarakat yang menghadirkan banyak massa. Ketiga, memberikan pendidikan politik secara masif.

"Pilihan boleh berbeda tetapi jaga kerukunan kekeluargaan serta persatuan dan kesatuan. Berikan himbauan secara masif untuk turut serta menjaga situasi kamtibmas yang aman, selama pelaksanaan pilkada 2024," tegasnya.

"Kita selaku aparat untuk selalu menjaga netralitas dan soliditas TNI polri dan asn untuk melaksanakan tugas pengamanan dengan penuh rasa tanggung jawab," pungkasnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#personel gabungan #Pilkada Serentak 2024