RADARSEMARANG.ID, Semarang - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng menyebut tahapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Jawa Tengah, rencananya dimulai pekan ketiga Agustus 2024.
Bagi masyarakat yang ingin ikut mendaftar. Maka diimbau untuk selalu meng-update informasi dari laman resmi dan tidak mudah percaya rayuan oknum tidak bertanggung jawab atau calo.
"Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Menpan dan BKN, rangkaian seleksi dimulai pada minggu ke 3 bulan Agustus (tahap pengumuman dan pendataran)," jelas Kepala BKD Jateng Rahmah Nur Hayati.
Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Badan Kepegawaian Nasional.
Terkait Surat Edaran BKN bernomor 5419/B-KS.04.01/SD/K/2023 yang menjelaskan jadwal seleksi pengadaan PNS 2024, Rahmah pun membenarkan hal tersebut.
Ia menyebut, hal itu akan dijadikan sebagai acuan pelaksanaan pendaftaran CPNS di Provinsi Jawa Tengah.
Diketahui, pada surat edaran bertanggal 13 Agustus 2024 itu, terlampir jadwal seleksi pengadaan CPNS tahun 2024.
Tahapan dimulai dengan pengumuman seleksi pada 19 Agustus 2024 - 2 September 2024.
"Benar, hal itu dijadikan sebagai acuan bagi panitia seleksi daerah (untuk seleksi PNS) mempedomani tahapan dari BKN," ungkapnya.
Ia mengatakan berdasarkan regulasi. Proses seleksi CPNS, dimulai lebih dulu. Sementara untuk seleksi PPPK akan menyusul.
Pada tahun 2024, Jateng mendapat kuota CASN (PNS dan PPPK) total 4.446.
Dari jumlah tersebut kuota untuk CPNS sebanyak 265 formasi dan PPPK sebanyak 4.181 formasi.
Secara umum, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman SSCASN BKN. Pada laman tersebut pelamar diwajibkan membuat akun berdasarkan NIK.
Akun tersebut nantinya menjadi media pelamar. Sehingga mereka bisa mengikuti seluruh rangkaian seleksi mulai dari pendaftaran, pengumpulan syarat dokumen, hingga pengumuman hasil seleksi.
Sebab itu Rahmah mengajak mereka yang berminat jadi abdi negara mempersiapkan diri.
Ia menegaskan setiap jenjang seleksi penerimaan aparatur sipil negara terbuka dan tidak dipungut biaya. Sehingga masyarakat diimbau agar tidak tergiur oleh calo.
"Jangan percaya terhadap oknum yang menawarkan mampu meloloskan seleksi CASN dengan memberikan nominal imbalan. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara terbuka, realtime dan gratis," tandasnya. (kap/bas)
Editor : Baskoro Septiadi