Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kembangkan Kreativitas Remaja, Dosen Unnes Gelar Pelatihan Desain Grafis Fundamental di Panti Asuhan Gunungan Surakarta

H. Arif Riyanto • Senin, 6 Mei 2024 | 00:29 WIB
Tim Pengabdian Masyarakat dari Prodi Seni Rupa dan Prodi Sastra Indonesia FBS Unnes bersama peserta Pelatihan Desain Grafis Fundamental di Panti Asuhan Gunungan Surakarta, Sabtu-Minggu (4-5/5/2024)
Tim Pengabdian Masyarakat dari Prodi Seni Rupa dan Prodi Sastra Indonesia FBS Unnes bersama peserta Pelatihan Desain Grafis Fundamental di Panti Asuhan Gunungan Surakarta, Sabtu-Minggu (4-5/5/2024)

SOLO, Radar Semarang—Industri kreatif memiliki peran penting dalam inovasi dan pertumbuhan ekonomi suatu negara melalui optimalisasi ide kreatif, bakat individu, keterampilan, serta inovasi dapat menjadi usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Desain grafis menjadi salah satu bidang yang berperan penting dalam industri kreatif yang penggunaan dan pemanfaatannya dapat dirasakan, serta dekat dengan kehidupan masyarakat.

Pemanfaatan desain grafis sering dijumpai pada desain kemasan, periklanan atau pemasaran dengan memberikan konten visual yang menarik.

Kemampuan desain grafis menjadikan individu memiliki jiwa kreatif entrepreneurship atau kewirausahaan yang berguna.

Keahlian tersebut dapat digunakan serta dipelajari oleh berbagai usia.

Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Seni Rupa dan Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang  (FBS Unnes), selama dua hari, Sabtu-Minggu (4-5/5/2024) mengadakan pelatihan desain grafis fundamental kepada anak-anak penghuni Panti Asuhan Gunungan Surakarta.

Panti asuhan yang berlokasi di Jalan Arjuna 6, RT 02 RW 04, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta ini mengasuh 17 anak, terdiri atas 11 putri dan enam putra.

Penghuni panti asuhan ini tergolong usia remaja yang memiliki minat besar untuk belajar dan mengembangkan bakat yang dimiliki.

Fina, pengurus Panti Asuhan Gunungan Surakarta mengungkapkan, anak panti asuhan yang diampunya memiliki banyak prestasi dan bakat, tetapi belum dapat dikembangkan secara maksimal karena terbatasnya kemampuan pengajar dan fasilitas yang tersedia.

“Pengembangan kemampuan anak-anak di sini belum dilakukan secara maksimal karena belum adanya pengajar yang membimbing untuk belajar desain grafis dan pengaplikasiannya pada produk siap jual. Selain itu, belum adanya fasilitas yang tersedia menyebabkan anak tidak bisa belajar mencoba kemampuan desain grafis,” kata  Fina.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat dari Prodi Seni Rupa dan Prodi Sastra Indonesia FBS Unnes Nadia Sigi Prameswari mengatakan, remaja sebagai generasi muda memiliki peran dalam pembangunan berkelanjutan dan menjadi sumber daya manusia masa depan.

Namun, masih banyak remaja yang tidak memiliki kesempatan pendidikan atau mendapatkan pelatihan pengembangan bakat yang baik disebabkan salah satunya oleh keterbatasan fasilitas yang dimiliki.

“Pada masa ini, remaja yang dekat dengan perkembangan teknologi akan mudah untuk memunculkan ide-ide kreatif yang mampu menjadikan anak memiliki jiwa wirausaha yang kreatif,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Nadia, diperlukan fasilitas dan pelatihan desain grafis untuk dapat terus dikembangkan sebagai bekal masa depan bagi anak-anak remaja di Panti Asuhan Gunungan Surakarta.

Tim pengabdian beranggotakan Muhammad Nasirul Umam, Maria Krisnawati, dan Maharani Intan Andalas.

Mereka mempersiapkan dan membantu penghuni Panti Asuhan Gunungan Surakarta mengembangkan jiwa kreatif kewirausahaan melalui pelatihan desain grafis fundamental atau dasar.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan remaja panti asuhan memahami perkembangan pengetahuan dan teknologi dalam desain grafis dasar serta pengaplikasiannya pada produk siap jual dengan strategi berupa pelatihan dan pendampingan program desain grafis dasar serta membantu fasilitas sebagai penunjang pengembangan kemampuan anak,” jelas Maharani Intan Andalas.  

Dikatakan, pelatihan desain grafis fundamental ini mendapatkan sambutan hangat dan antusias tinggi dari peserta.

Pelatihan desain grafis dasar menggunakan aplikasi Adobe Illustrator dengan memfokuskan pada desain logo, desain kaos atau t-shirt, dan desain kemasan oleh-oleh khas Surakarta.

“Selain itu, pelatihan mengajarkan terkait pengaplikasian hasil desain grafis,” tambah Muhammad Nasirul Umam.

Menurut Maria Krisnawati, desain hasil pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam produk suvenir dan oleh-oleh khas Surakarta.

Pada kesempatan ini, dilakukan pula penyerahan komputer yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan para remaja dan sebagai fasilitas penunjang kepentingan bersama di Panti Asuhan Gunungan Surakarta.

Nadia Sigi Prameswari menambahkan, indikator keberhasilan pengabdian masyarakat program desain grafis fundamental pada anak Panti Asuhan Gunungan di Surakarta ini diharapkan dapat terus dikembangkan, baik kemampuannya dalam pembuatan desain grafis maupun penerapan hasil desain pada produk siap jual sehingga dapat dipromosikan dan dikenal oleh masyarakat.

“Pelatihan desain grafis dasar ini merupakan langkah awal bagi anak panti asuhan untuk dapat menjadi bekal masa depan,” katanya. (bis/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#PELATIHAN #UNNES #pengabdian masyarakat #industri kreatif #FBS Unnes #Desain Grafis