Khoerun Nisa, salah seorang peserta yang ditempatkan di Pemalang sepakat dengan hal itu. Ia mempersiapkan diri untuk berbaur dengan masyarakat serta pro aktif dalam berkomunikasi dengan entitas desa tersebut.
“Siap untuk menghadapi konflik di masyarakat, dan tidak mudah sakit hati atau baper saat ada konflik,” ujarnya saat diwawancarai Jawa Pos Radar Semarang.
Sebelum terjun ia sudah cukup menerima pembekalan PKKP tahun 2022 bersama 199 peserta lainnya. Dari data kemiskinan yang dimiliki Dinas Sosial, peserta dapat membaca peta permasalahan, peluang usaha, ataupun peluang lainnya.
Selanjutnya peserta dibekali cara kolaborasi untuk membangun jaringan, relasi, dengan membuat kegiatan bersama antar desa binaan, bahkan antar daerah kabupaten dalam satu waktu. Hal ini cukup memupuk kepercayaan diri peserta dan timnya dalam melakukan kolaborasi.
Para peserta diajarkan melakukan pendekatan kultural dengan masyarakat. Sehingga mempermudah komunikasi dengan masyarakat. Lalu pengabdian berjalan optimal dan sukses seperti yang telah direncanakan.
Usai pembekalan Nisa memulai survei desa binaan melalui website untuk memahami potensi alam, sumber daya manusia, dan sumber daya sosial. Kemudian minggu ini telah berkomunikasi dengan Kepala Desa, Dinas Pemuda setempat.
“Kami sudah mulai survei lapangan, untuk menjadi bekal kami melakukan pengabdian di desa binaan ini,” imbuh Nisa.
Lebih lanjut, sebanyak delapan orang tim teknis dari dosen ahli dan Impala Network selaku panitia penyelenggara akan memantau langsung para pemuda yang tersebar di 22 kabupaten atau kota. Akan ada asesmen rutin para pemuda dari tiap pos desa bersama mentor dari tim teknis masing-masing daerah.
“Selama tujuh bulan masa tugas mereka akan terus kami pantau,” tandas Penyelenggara sekaligus Mentor PKKP Fibrika Ramadhan.
Dijelaskan peserta memiliki bekal membangun sociopreneur untuk mendorong bisnis atau usaha berbasis masyarakat sebagai solusi dari permasalahan sosial yang ada. Dengan begitu pengabdian dan pembangunan masyarakat itu, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian warga. (taf/ida) Editor : Agus AP