Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Bangun Daerah Tanpa Melupakan Akar Budaya, Ketua Fraksi Golkar DPRD Jawa Tengah Ferry Wawan Cahyono Angkat Kesenian Ebeg untuk Daya Tarik Pariwisata

Ida Fadilah • Senin, 16 Desember 2024 | 21:58 WIB
PEDULI BUDAYA : Ketua Fraksi Golkar DPRD Jawa Tengah Ferry Wawan Cahyono bersama sejumlah seniman tradisional.
PEDULI BUDAYA : Ketua Fraksi Golkar DPRD Jawa Tengah Ferry Wawan Cahyono bersama sejumlah seniman tradisional.

 

RADARSEMARANG.ID, Dalam upaya yang tak kenal lelah untuk mendengarkan dan merespons aspirasi masyarakat, Ketua Fraksi DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, kembali menunjukkan komitmennya dengan menghadirkan seni tradisional ebeg, sebuah kesenian tradisional yang mengandung banyak makna dan simbol tentang kehidupan, agama, dan tradisi masyarakat Jawa Tengah.

Kegiatan Media Tradisional yang digelar di Desa Larangan, Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah ini, bukan sekadar hiburan semata, tetapi sebuah simbol dari dedikasi Ferry dalam membangun komunikasi yang lebih baik dan efektif antara pemerintah daerah dengan rakyatnya.

Kesenian ebeg, yang dikenal sebagai salah satu warisan budaya khas Jawa Tengah, merupakan tarian tradisional yang melibatkan pemain yang berperan sebagai prajurit kuda lumping.

Tarian ini tidak hanya sarat dengan unsur mistis dan spiritual, tetapi juga mengandung pesan moral dan kultural yang mendalam.

Dengan memilih kesenian ini, Ferry Wawan Cahyono ingin menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal sekaligus membuka ruang dialog yang lebih akrab antara legislatif dan masyarakat.

Ferry menyampaikan, kegiatan ini adalah bagian dari upaya DPRD Jateng untuk lebih dekat dengan masyarakat dan memahami kebutuhan serta harapan mereka secara langsung.

“Kesenian tradisional seperti ebeg adalah cerminan identitas kita sebagai warga Jawa Tengah. Dengan menghadirkan seni ini di tengah-tengah masyarakat, kami berharap dapat menjaga warisan budaya sekaligus menguatkan tali silaturahmi antara pemimpin dan rakyat,” ujarnya.

Tidak hanya sebagai tontonan yang menghibur, pertunjukan ebeg ini juga membuka ruang diskusi dan dialog antara Ferry Wawan Cahyono dan masyarakat.

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung setelah pertunjukan, berbagai isu lokal diangkat, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Salah seorang warga yang hadir, menyatakan kebanggaannya atas perhatian yang diberikan oleh Ferry Wawan Cahyono terhadap budaya lokal dan aspirasi masyarakat.

“Ini adalah bukti bahwa Pak Ferry benar-benar peduli dengan kami. Beliau tidak hanya sekadar datang dan berbicara, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi yang hampir terlupakan. Ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Komitmen Ferry untuk mengangkat aspirasi masyarakat melalui pendekatan kultural seperti ini mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk para tokoh budaya dan pemuda setempat.

Mereka melihat ini sebagai langkah maju yang tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.

 Baca Juga: Smartfren Komitmen Lestarikan Budaya hingga Berikan Layanan Kebutuhan Terbaik untuk Pelanggan

Ia berjanji untuk terus mendengarkan dan berjuang untuk kesejahteraan rakyat, sembari tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya lokal.

“Kita tidak bisa membangun daerah tanpa memahami akar budaya dan identitas kita. Kesenian tradisional seperti ebeg adalah salah satu cara untuk mengingatkan kita akan pentingnya kebersamaan dan gotong royong. Saya berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat merasa lebih dekat dan lebih didengarkan,” kata dia.

Daya Tarik Pariwisata dan Peningkatan Ekonomi Kreatif

Tarian ebeg, kini semakin mendapat perhatian sebagai salah satu potensi besar dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Menurut Ferry Wawan Cahyono, pengembangan budaya lokal, seperti tarian ebeg, memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal maupun regional.

"Tarian ebeg bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga merupakan bagian dari kearifan lokal yang berpotensi menjadi daya tarik wisata yang sangat penting bagi daerah," ujarnya.

 Baca Juga: Bukan Sekadar Mistis, Kesenian Ebeg Cilacap Punya Potensi untuk Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Tarian ebeg, memiliki daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Tarian ebeg yang biasanya ditampilkan dalam acara adat dan upacara keagamaan, kini semakin sering dipertunjukkan dalam festival seni dan acara kebudayaan.

Hal ini membuka peluang bagi Kuningan dan sekitarnya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang datang untuk menikmati kekayaan budaya daerah.

"Keberadaan tarian ebeg, sebagai bagian dari kebudayaan tradisional yang unik, dapat menjadi magnet wisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar," ujar Ferry.

Pendapatan dari sektor pariwisata yang meningkat dapat digunakan untuk meningkatkan fasilitas dan infrastruktur di daerah tersebut, menciptakan peluang kerja, dan membuka usaha baru, seperti penyediaan akomodasi, kuliner, hingga suvenir khas daerah.

Selain itu, tarian ebeg juga memberikan kontribusi terhadap ekonomi kreatif. Ferry menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas seni, dan pelaku industri kreatif dalam menjaga dan mengembangkan budaya tradisional ini.

Sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar Jawa Tengah, Ferry berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya sebagai salah satu program unggulan.

"Partai Golkar akan selalu mendukung kebijakan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya, termasuk melalui peningkatan pariwisata berbasis budaya, yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah," tuturnya. (adv)

Editor : Tasropi
#Ferry Wawan Cahyono #identitas budaya #dprd jawa tengah #Kesenian ebeg #industri kreatif