Kepala Desa Banjarejo Blora Kaget Warganya Very Jadi Tersangka Pembunuh Mozza

Falakhudin • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 05:29 WIB
MDVA Pembunuh Mozza Axillia Gunarsa
MDVA Pembunuh Mozza Axillia Gunarsa

 

RADARSEMARANG.ID – Kasus hilangnya Mozza Axillia Gunarsa adalah seorang remaja perempuan berusia 18 tahun asal Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang sempat dilaporkan hilang misterius selama lebih dari satu tahun sejak 25 Juni 2025 akhirnya ada titik temu. 

Kasus hilangnya alumni Siswa SMK Negeri 11 Semarang ini akhirnya menemui titik terang yang tragis pada awal September 2026, setelah kepolisian berhasil mengungkap bahwa ia menjadi korban pembunuhan. 

Kisah pilu Mozza Axillia Gunarsa yang seharusnya mengenakan jaket almamater Universitas Diponegoro (Undip) kini tinggal menjadi simbol harapan tersisa bagi keluarganya. 

Baca Juga: Setahun Hilang Usai Pamit Antar Laptop, Mozza Axillia Gunarsa Ternyata Dibunuh Teman Dekat, Ini Kronologinya!

Mozza Axillia Gunarsa seorang Remaja berusia 18 tahun itu dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru Undip pada Juli 2025, namun ia tidak pernah mengetahui kabar tersebut karena telah lebih dulu menghilang dari rumah.

Setahun berlalu, keluarga pun masih menunggu kepulangannya. Sang ayah, Singgih (42) masih mengingat jelas pesan WhatsApp (WA) terakhir dari putri sulungnya. 

Misteri hilangnya Mozza Axillia Gunarsa sejak Juni 2025 akhirnya terjawab dengan tragis. 

Baca Juga: Sosok Mozza Axillia Gunarsa Alumni SMK Negeri 11 Semarang yang Hilang 1 Tahun Kini Ditemukan

Pihak kepolisian dari Polrestabes Semarang berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang ternyata adalah kekasih korban sendiri, Mahendra Very Dwi Anggara (22) alias MDVA.

Kasus pembunuh Mozza ini langsung menjadi sorotan publik setelah pelaku sempat buron dan bersembunyi selama lebih dari satu tahun.

Pelaku akhirnya diringkus tim gabungan saat sedang menonton pertandingan bola voli di Desa Banjarejo, Blora, pada 3 September 2026.

Berikut adalah kronologi lengkap, motif, hingga cara polisi membongkar kasus pembunuhan berdarah di Jalan Sriwijaya Semarang ini.

Motif Pembunuhan: Cemburu Buta karena Chat Pria Lain

Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, motif utama dari pembunuhan keji ini adalah cemburu. 

Peristiwa berdarah ini terjadi pada 25 Juni 2025 di sebuah kamar kos yang terletak di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.

Baca Juga: Misteri Hilangnya Mahasiswa Undip Mozza Axillia Terungkap, Jasad Ditemukan di Lereng Tol Jangli

Saat itu, pelaku dan korban terlibat cekcok hebat. Pelaku naik pitam setelah membaca isi pesan (chat) di ponsel Mozza yang dikirim oleh pria lain. 

Dalam kondisi emosi, pelaku tega membekap dan mencekik korban selama 7 menit hingga korban kehabisan napas dan tewas di tempat.

Jasad Korban Dibuang di Pinggir Jalan Tol JangliUntuk menghilangkan jejak, pelaku melakukan tindakan yang sangat keji:Pelaku memasukkan jenazah Mozza ke dalam sebuah karung.

Jasad korban kemudian dibawa menggunakan sepeda motor menuju kawasan Tembalang.

Baca Juga: Sosok Mozza Axillia Gunarsa Alumni SMK Negeri 11 Semarang yang Hilang 1 Tahun Kini Ditemukan

Pelaku membuang karung berisi jasad tersebut ke dalam jurang atau semak-semak di pinggir Jalan Tol Jangli, Kota Semarang.

Karena lokasi pembuangan yang terjal dan tersembunyi, jasad korban tidak pernah ditemukan selama berbulan-bulan, hingga akhirnya hanya tersisa kerangka saat dievakuasi oleh petugas pada 4 September 2026.

Jejak Digital di Instagram Jadi Kunci Pengungkapan

Kasus ini sempat mengalami jalan buntu selama lebih dari 14 bulan sejak pihak keluarga melaporkan hilangnya Mozza pada 28 Juni 2025. 

Namun, pepatah "sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga" terbukti dalam kasus ini.

Polisi berhasil menemukan titik terang berkat jejak digital. 

Petugas mendeteksi isi percakapan atau direct message (DM) Instagram antara korban dan pelaku yang ternyata masih tertaut di ponsel orang tua korban. 

Dari riwayat chat itulah polisi berhasil mengidentifikasi keterlibatan MDVA dan melacak keberadaannya hingga ke Kabupaten Blora.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Mozza Axillia Dihabisi di Hari Pertama Hilang, Pelaku Simpan Rahasia Rapat Selama Setahun

Pelaku Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Kini, Mahendra Very Dwi Anggara telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polrestabes Semarang. 

Karena korban masih terhitung di bawah umur saat peristiwa pembunuhan terjadi, pelaku dijerat dengan pasal berlapis.

Tersangka dikenakan undang-undang terkait UU Perlindungan Anak serta pasal pembunuhan dalam KUHP. Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara. 

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman dan melengkapi berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan.

Baca Juga: Isi Chat Terakhir Jadi Kunci! Alasan Dibalik Pembunuhan Mozza Axillia yang Ditemukan di Tol Jangli

Penjelasan Kepolisian

Polisi mengungkap Mozza Axillia Gunarsa yang ditemukan tinggal kerangka di jurang tol Jangli Semarang tewas dibunuh Mahendra Very Dwi Anggara (22). 

Very pun ditangkap saat menonton turnamen voli di kampung halamannya di Blora.

Kepala Desa Banjarejo, Suwarno, membenarkan Very merupakan warganya. 

Dia juga membenarkan jika Very ditangkap saat pertandingan voli di lapangan desa setempat.

"Kalau saya melihat di foto tadi itu memang warga saya, betul. Itu yang juga dijemput ketika nonton turnamen voli di lapangan voli," ujar Suwarno Banjarejo, Blora, Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga: Isi Chat Terakhir Jadi Kunci! Alasan Dibalik Pembunuhan Mozza Axillia yang Ditemukan di Tol Jangli

"Dia baik, nggak aneh-aneh. Dia juga pendiam. Orangnya baik betul, mas. Baik," jelas dia.

Dia pun kaget jika pemuda di desanya merupakan seorang pembunuh. "Enggak menyangka kalau di media seperti itu (pelaku pembunuhan), saya tidak tahu," jelasnya.

Menurutnya, selama setahun terakhir tak ada sifat yang mencurigakan dari Very. "Biasa, biasa, biasa," ujarnya.

Suwarno mengatakan Very ditangkap pada Kamis (3/9) sekitar pukul 21.00 WIB. Kala itu dia sempat dihubungi perangkat desanya untuk mendampingi penangkapan polisi.

Baca Juga: Isi Chat Terakhir Jadi Kunci! Alasan Dibalik Pembunuhan Mozza Axillia yang Ditemukan di Tol Jangli

"Waktu pengamanan dari Polres Semarang itu sudah memberi tahu ke perangkat saya. Posisi dia itu di lapangan voli. Dijemput baik-baik, 'Mas ikut saya'," jelasnya.

Kala itu, Suwarno mengaku tak tahu kasus yang menjerat warganya itu. Setelahnya, Verdy digiring polisi dengan diborgol dan pengawalan.

"Permasalahannya apa juga tidak tahu, tidak diberi tahu. Tahu-tahu dia dikecrek (diborgol), kemudian dimasukkan mobil, kemudian dibawa entah ke Semarang, entah ke Polres juga enggak tahu. Yang jelas mobil-mobil polisi. Kelihatannya mungkin dibawa ke Semarang itu aja," ujarnya.

 

Proses Penangkapan MVDA

Pihak kepolisian juga sudah menangkap terduga pelaku yang diamankan saat sedang menonton pertandingan voli di Desa Banjarejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Kamis (3/9/2026) sekitar Pukul 21.00 WIB. 

Kapolsek Banjarejo, AKP Gembong Widodo mengatakan terduga pelaku diamankan saat sedang menonton pertandingan Voli.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Mozza Axillia Dihabisi di Hari Pertama Hilang, Pelaku Simpan Rahasia Rapat Selama Setahun

"Pelaku diamankan di lapangan Voli Kalitengah Banjarejo," ujarnya Sabtu (5/9/2026).

Gembong menjelaskan saat penangkapan pihaknya hanya mendampingi tim Polres Semarang.

"Yang mengamankan langsung dari tim Resmob Semarang, dari unit Reskrim Polres Semarang Kabupaten. Kami mendampingi karena berada di wilayah kami, tapi segala sesuatu, tindakan, pengamanan itu langsung Satreskrim Polres Semarang Kabupaten," ujarnya. 

Baca Juga: Isi Chat Terakhir Jadi Kunci! Alasan Dibalik Pembunuhan Mozza Axillia yang Ditemukan di Tol Jangli

Menurutnya, terduga pelaku menyerahkan diri tanpa perlawanan di lapangan voli setelah dikepung oleh polisi berseragam preman. 

Pelaku akhirnya mengakui perbuatannya usai diinterogasi. "Penangkapan di lapangan voli. Terus diinterogasi akhirnya mengaku, terus dibawa ke Semarang.

Ada perangkat desa untuk menyaksikan juga," ujarnya. 

Setelah diamankan, terduga pelaku kemudian dibawa oleh tim gabungan ke Polres Semarang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

"Awalnya kan untuk dimintai keterangan sebagai saksi, makanya kan bukan penangkapan, tapi mengamankan. Kan hanya dimintai keterangan saja, terus dikembangkan akhirnya jadi pembunuhan," ujarnya.

Kronologi Pembunuhan Mozza Axillia

Korban dan pelaku diketahui saling mengenal lewat media sosial Tiktok pada Mei 2025 dan saling bertukar nomor whatsapp. 

Baca Juga: Sosok Mozza Axillia Gunarsa Maba Undip Semarang yang Hilang 1 Tahun Ditemukan di Lereng Tol Jangli

Mereka kemudian bertemu pada 25 Juni 2025 di kos pelaku di wilayah Tegalsari Kota Semarang.

"Selanjutnya pada hari kejadian korban bermain ke kos milik tersangka berinisial MDVA yang berada di wilayah Kota Semarang," ungkap dia.

Namun saat berada di dalam kamar kos tersebut keduanya terlibat cekcok.

Tersangka mengaku cemburu karena Mozza berkirim pesan dengan pria lain.

Baca Juga: Sosok Mozza Axillia Gunarsa Maba Undip Semarang yang Hilang 1 Tahun Ditemukan di Lereng Tol Jangli

"Tersangka cemburu karena melihat ada chat korban dengan pria lain. Padahal mereka sudah berpacaran," ujar Sriniti.

Tersangka yang gelap mata kemudian membekap Mozza dengan tangan kosong hingga lemas selama 7 menit.

"Pelaku membekap korban selama 7 menit hingga korban lemas," ujarnya.

Melihat Mozza yang lemas, pelaku kemudian keluar kamar kos untuk membeli makan dan rafia. Ia juga sempat melakukan survei untuk mencari tempat yang dianggap tepat untuk membuang jasad Mozza.

"Di kos itu tersangka mengikat korban dan dibungkus dengan kain, kemudian di kardus dan masukan karung. Tersangka membopong korban naik motor korban ke daerah Jangli dan dibuang," ujarnya.

Tersangka kemudian menjual motor milik korban ke seorang kenalannya.

Baca Juga: Teka-Teki Hilangnya Mozza Axillia: Ditemukan Meninggal di Jurang Tol Jangli

Membuang ponsel dan kartu identitas korban di sejumlah titik di Kota Semarang.

"Tersangka kemudian berpindah kos dan pulang ke kampung halamannya di Blora sebelum akhirnya tertangkap," ujar Sriniti. (fal)

 

Editor : Baskoro Septiadi
Mozza Axillia Gunarsa Motif Pelaku MDVA Kronologi Pembunuhan Mozza Axillia Pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa Mahendra Very Dwi Anggara