Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Voting Going Concern PT Sritex Ditunda, Kurator dan Debitur Bakal Siapkan Skema GC atau Pemberesan

Ida Fadilah • Jumat, 31 Januari 2025 | 01:53 WIB

 

Suasana Rapat Kreditur PT Sritex dan tiga perusahaan lainnya di PN Semarang, Kamis (30/1/2025).
Suasana Rapat Kreditur PT Sritex dan tiga perusahaan lainnya di PN Semarang, Kamis (30/1/2025).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Rapat kurator PT Sri Rejeki Isman (Sritex) dan tiga perusahaan lainnya kembali berlangsung, Kamis (30/1/2025). Sebelumnya diagendakan rapat untuk voting going concern (GC) alias keberlangsungan usaha.

Namun, dalam rapat yang dipimpin Hakim Pengawas Haruno Patriadi ini belum siap. Sehingga ditunda.

Kurator Kepailitan PT Sritex Denny Ardiansyah mengatakan hasil rapat kreditur di antaranya, para kreditor bersepakat agar kurator bertemu debitur untuk membahas mekanisme kepailitan. Yakni, apakah recovery bagi para kreditur melalui skema GC atau melalui skema pemberesan.

Baca Juga: 8 Jam Rapat Verifikasi Piutang Kreditur PT Sritex Berjalan Alot, 115 Kreditur Ditolak

"Hasil rapat hari ini, para kreditur lebih sepakat untuk kami kurator dan debitur bisa duduk bersama membahas apakah ini penyelesaian melalui GC atau pemberesan. Nah itu kan diperlukan waktu dulu. Jadi kami akan bertemu dalam jangka waktu 21 hari, setelah itu kami akan mengundang kreditor hadir lagi rapat di PN untuk membahas hasilnya," katanya ditemui usai rapat, Kamis (30/1/2025).

Dalam rapat tersebut, para kreditur juga meminta agar kurator menyediakan ahli untuk menilai kelayakan usaha alias visibility studies, untuk menilik apakah perusahaan tekstil ini layak dijalankan apa tidak.

Ia menyebut tolok ukur penentuan GC akan bergantung dengan hasil pertemuan. Pasalnya, dari debitur sendiri pun nanti akan mempersiapkan kelayakan usaha perusahaan ini.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Iwan Kurniawan Lukminto menyatakan dirinya siap untuk koordinasi dengan kurator untuk menyediakan satu skema untuk opsi GC.

Baca Juga: Dua Kali Rapat Verifikasi Piutang Kreditur Tak Hadir, Dirut Sritex Akhirnya Datang ke PN Semarang

"Kita harus melihat data-data seluruhnya ya untuk bisa menganalisa ke depannya seperti apa. Tapi harapan kami sih untuk industri tekstil masih tetap bisa berjalan," tuturnya.

Sebagai seorang pengusaha, lanjutnya, dirinya hanya melihat dari sisi bisnis, bukan soal hukum.

"Ya itu, sebenarnya saya ini orang bisnis, saya mikirnya gak pernah dari sisi hukum ya. Saya itu juga gak nyangka proses hukum bisa berlarut-larut dan sepanjang ini. Jadi ya harapan kami sih segera bisa adanya kepastian," bebernya.

Ia menuturkan, apabila terjadi GC sesuai harapannya, dan manajemen ditunjuk kurator untuk mengelola, Iwan mengatakan akan tetap mengikuti aturan saja sebagaimana yang ditentukan oleh kurator dan hakim pengawas.

"Bila mereka merasa bisa memanage ya silakan saja monggo, kita sudah terbuka kok. Misal manajemen ditunjuk ngurus lagi yaa kita gak bisa berasumsi, nanti kita pikirkan lagi," ucapnya.

"Sekarang ini kita mikirnya tidak bisa terlalu panjang, hanya untuk satu step ke depan seperti apa, kami sekarang planingnya jangka pendek," sambungnya. (ifa/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Sritex