Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Awalnya Mabuk Bareng, Heru Ariyanto Tewas Ditangan Rekannya. Ini Penyebabnya

Muhammad Hariyanto • Jumat, 15 Maret 2024 | 04:29 WIB
EVAKUASI: Petugas mengevakuasi jasad Heru Ariyanto yang tergeletak di depan RM Padang Diva Minang.
EVAKUASI: Petugas mengevakuasi jasad Heru Ariyanto yang tergeletak di depan RM Padang Diva Minang.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Berawal dari mabuk bareng, Heru Ariyanto, warga Sendangguwo, Kecamatan Pedurungan, tewas dibantai rekannya.

 

Peristiwa sadis ini terjadi di Jalan Majapahit, Kota Semarang, Kamis (14/3/2024). Awalnya Heru Ariyanto bersama tersangka minum miras bareng. Korban dan tersangka memang sudah kenal. Di tengah mabuk bareng itu, korban dan tersangka cekcok.

 

Tidak dapat membendung amarahnya, tersangka kemudian mengeluarkan senjata tajam (sajam) dan menyerang korban membabi buta.

 

Korban Heru sempat melarikan diri. Namun karena lukanya terus mengucurkan darah segar, akhirnya korban tumbang. Tepatnya di depan Rumah Makan padang Diba Minang. Korban ditemukan terpakar sekitar pukul 14.30.

 

"Ada luka di dada, kemungkinan (tembus) jantung. Ada luka di tangan juga semacam tusukan senjata tajam," ungkap salah satu anggota Polrestabes di lokasi kejadian. 

 

Berdasar informasi, sebelum ditemukan tewas, korban bersama temannya nongkrong di tepi jalan Majapahit, depan akses masuk SuperIndo. Korban dan temannya, juga menenggak minuman keras. Kemudian terlibat cekcok hingga berakhir penusukan. 

 

"Tadinya kejadian di TKP awal, kemudian ditusuk. Lari nyeberang ke sini, sempat jatuh di tengah jalan. Bangkit lagi, nggak kuat terus tergeletak di sini (TKP kedua)," terangnya. 

 

EVAKUASI: Heru Ariyanto, korban pembunuhan tergeletak di Jalan Majapahit Kota Semarang.
EVAKUASI: Heru Ariyanto, korban pembunuhan tergeletak di Jalan Majapahit Kota Semarang.

Sumber ini belum mengetahui secara pasti penyebab awal terjadinya cekcok antara korban dan pelaku. Hal sama diungkapkan Dwi Kurniawan, tetangga korban.

"Ini tetangga saya. Dulu kerja ndaplang (Pak Ogah). Taunya ya dapat kabar langsung ke sini. Kalau permasalahan apa saya kurang tahu," katanya. 

 

Sementara, Wakasatreskrim Polrestabes Semarang Kompol Aris Munandar membenarkan korban bersama rekannya nongkrong dan menenggak minuman beralkohol. Korban dan pelaku saling kenal. Saat minum diduga ada perkataan salah paham.

 

“Kemudian pelaku mengeluarkan senjata tajam, lalu melakukan penganiayaan korban," katanya. 

 

Hasil pemeriksaan ditemukan luka di tubuh korban bagian dada sebelah kiri dan tangan sebelah kiri. “Luka di tangan ini diduga saat menangkis sajam. Ini kita lakukan otopsi," bebernya.

 

Aris Munandar juga telah mengamankan satu orang diduga pelaku. Sementara, orang tersebut telah dibawa ke Mapolsek Pedurungan guna pemeriksaan lebih lanjut. 

 

"Satu orang yang diamankan berinisial M, warga sekitar TKP. Apakah ada keterlibatan pihak-pihak lain yang melakukan perbuatan ini sehingga menghilangkan nyawa orang lain, ini masih kita lakukan pemeriksaan," katanya.

Berdasar informasi, korban dan pelaku sudah saling kenal. Diduga motif pembunuhan itu dilatarbelakangi dendam dan sakit hati karena korban sebelumnya sering mendatangi rumah tersangka dan mengajak berantem. (mha/zal)

Editor : Muhammad Rizal Kurniawan
#PEMBUNUHAN #Polrestabes Semarang #polsek pedurungan #KOTA SEMARANG