Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kronologi Pemuda di Tembalang Semarang Tewas di Rumah Teman dengan Luka Lebam, Diduga karena Ini

Muhammad Hariyanto • Jumat, 15 September 2023 | 15:38 WIB

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi meninggalnya Muhammad Alif Anwar Kamis (14/9). 
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi meninggalnya Muhammad Alif Anwar Kamis (14/9). 
 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Muhammad Alif Anwar, 18, ditemukan meninggal di dalam kamar rumah temannya di komplek perumahan Emerald Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kamis (14/9) sekitar pukul 13.30. Ia diduga meninggal karena penganiayaan.  

Alif ditemukan tewas di rumah Septi Pona Indryastuti. Warga Pakis Raya, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang ini merupakan teman anak pemilik rumah, Bagus Putra Pratama.

Kasubnit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang Ipda Dimmas Prawira menjelaskan, hasil olah TKP menemukan adanya luka di bagian kepala dan lebam bagian wajah. Selain itu juga adanya dugaan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. 

"Ini sementara masih diduga adanya tindak kekerasan. (Penusukan) tidak ada, hanya lebam saja," katanya Kamis (14/9). 

Selanjutnya korban dibawa ke kamar jenazah RSUP dr Kariadi Semarang guna penyelidikan lebih lanjut. “Korban bukan warga sini, kami masih mencari keluarga korban," katanya. 

Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan, awalnya korban bertemu Bagus di jembatan Pucanggading, sekitar pukul 03.00 WIB. Alif bercerita bahwa ia habis berkelahi.

Bagus lantas mengajak Alif menginap di rumahnya. Indri, sapaan akrab Septi Pona Indryastuti, mengatakan, teman anaknya tersebut memang sudah sering menginap di rumahnya.

"Sering main di sini, akrab. Dia punya masalah apapun cerita. Dia riwa-riwi ke sini ya tak anggap saudara, temen anak saya," katanya. 

Alif yang datang ke rumah Indri sekitar pukul 03.40, lantas tidur di ruang tengah. Saat itu, Indri juga sempat melihat luka lebam di area mata korban. Namun, korban menjawab tidak ada apa-apa. 

Sekitar pukul 12.00, Indri ingin membangunkan Alif dengan maksud mengajak makan. Tapi ternyata Alif sudah tidak bernyawa.

Indri mengakui, belum mengetahui secara pasti awal korban dari wilayah mana, sebelum bertemu di Pucanggading. Namun, korban dan anaknya sering nongkrong di sebuah warung bubur kacang ijo.

Di sisi lain, perempuan ini juga menceritakan, korban pergi dari rumah tinggalnya lantaran memiliki permasalahan dengan keluarganya. Ia takut pulang dimarahi ayahnya karena habis menjual motor.

Mendapat cerita tersebut, Indri mencegah supaya korban tidak mempergunakan uang hasil jual motor tersebut di rumah Indri.

Indri khawatir akan terjadi permasalahan di kemudian harinya dengan keluarga korban. "Namanya dicoret dari KK, itu dia cerita," katanya. 

Indri juga sempat menasehati kepada korban supaya bekerja sehingga memiliki penghasilan. Di sela itu, Indri juga mengatakan, korban sempat dicari oleh neneknya.

"Dia dicari mbahnya. Mbahnya kan baik ya namanya cucu senakal-nakalnya tetep dianggap cucu," jelasnya. (mha/ton) 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#tewas #Meninggal #penganiayaan #lebam