Ibu dua anak ini meninggal setelah dianiaya oleh Yuda Bagus Zakharia, tak lain suami korban.
Korban ditemukan meninggal di atas springbed di kamar rumahnya.
Tubuhnya masih mengenakan celana panjang dan kaos pendek.
Terlihat luka lebam di sekujur tubuhnya.
Selain itu juga ada luka lecet-lecet pada wajah dan tangan.
Informasi yang diperoleh, tak ada yang melihat persisnya kejadian ini.
Namun, Suwito, 64, pemilik rumah alias mertua korban sempat mendengar percekcokan antara Yuda dengan Arisa sekitar pukul 03.00 WIB.
"Kalau dengar-dengar pas cekcok, saya denger sedikit, ndak nguping banyak, kayaknya perselingkuhan. Nyuwun sewu ini sing wedok ada (pria) yang lain," ungkap Suwito ditemui di rumahnya Senin (28/8).
"WA-nan chattingan. Gak tahu bagaimana bisa ketahuan. Mungkin dianya (Yuda, red) buka-buka HP apa gimana. Tapi dibilangain gak jujur. Aku ndak, aku ndak. Timbul cekcok akhirnya," sambungnya menirukan cekcok tersebut.
Setelah cekcok tersebut, kemudian Yuda menyampaikan kepada orang tuanya bahwa isterinya pingsan. Kemudian, Yuda keluar rumah jalan kaki.
Namun tak diketahui tujuannya.
Selang satu jam kemudian, Suwito ngecek kondisi korban di dalam kamar sekitar pukul 04.00 WIB.
Namun korban sudah dalam kondisi tidak bergerak.
Suwito mengaku tidak berani melerai anaknya yang sedang cekcok dengan istrinya. Menurutnya, pelaku temperamental. Sehingga, Suwito lebih memilih diam di dalam rumah.
"Pas cekcok saya ndak lihat, karena saya gak berani keluar. Dia marahnya kayak gitu, saya takut kalau ada apa apa, jadi saya jaga diri juga sih. Nyatanya kejadian ini, fatal lah istilahnya. Kalau menurut aku iya, cepat gampang marah orangnya (pelaku)," bebernya.
Suwito juga mengakui, cekcok tersebut bukan yang kali pertama.
Sebelumnya juga telah terjadi. Namun mereka kembali akur.
"Agustus awal sudah cekcok sampai sekarang ini. Sering bertengkar, kamar saya di belakangnya, sering dengar, dia bertengkar. Kadang baik, kadang bertengkar. Biasanya gak papa, terus antar anak sekolah. Ini paling parah ini," jelasnya.
Yuda merupakan putra kedua Suwito.
Setiap harinya bekerja sebagai pengrajin sarung keris. Ia bekerja sekitar pukul 19.00 hingga pagi hari.
Rumah tangga pasutri tersebut dikaruniai dua orang anak.
Anak pertama laki-laki masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar.
Anak kedua perempuan masih sekolah Taman Kanak-Kanak.
Suwito berharap, kejadian ini yang pertama dan terakhir kali di lingkungan keluarganya.
Pihak keluarga juga sempat menghubungi petugas medis dari Ambulan Hebat. Setelah dicek ternyata sudah tidak bernyawa.
Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan ke kepolisian melalui command centre.
Hingga kemudian, petugas kepolisian dari Polsek Tembalang bersama Unit Inafis Polrestabes Semarang mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP.
"Iya, korban meninggal akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Ada luka di bagian kepala, terus dibagian punggungnya lebam semua. Luka pada kepala ada sedikit goresan-goresan," ungkap Kapolsek Tembalang Kompol Wahdah Maulidiawati.
Kapolsek juga menyampaikan, pelaku berhasil diamankan di daerah Kedungmundu, Kecamatan Tembalang sekitar pukul 07.30 WIB.
Selanjutnya, Yuda dibawa ke Mapolsek Tembalang.
Namun pada akhirnya kasus ini ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Semarang.
"Kita belum mengetahui motifnya, karena pemeriksaan, penyidiknya di Polrestabes Semarang," katanya. (mha/ton)
Editor : Baskoro Septiadi