Setiawan tampak masih shock. Seharian anaknya, W, menghilang dibawa orang tak dikenal. Kejadiannya Selasa (10/1) subuh sekitar pukul 03.30.
Saat itu, ia berada di tempat usahanya di Jalan Hasanuddin, dekat Stasiun Poncol, Semarang Utara. Tiba-tiba datang seorang pria menghampirinya.
"Saat itu, saya mau tutupan warung dan pulang. Datang pelaku dan langsung mengajak salaman lalu ngobrol tentang ilmu-ilmu. Istri saya nanggapi. Tak lama kemudian, pelaku minta diantar mengambil barang rongsokan. Saya antar di dekat jamu Borobudur Hasanuddin," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang di Mapolsek Semarang Utara, , Selasa (10/1).
Awalnya, Setiawan tak menaruh curiga. Setelah diantar naik sepeda motor, pelaku kembali mengajak ngobrol hingga akhirnya peristiwa dugaan penculikan itu terjadi.
"Tahu-tahu anak sama dan motor hilang. Sebenarnya saya sempat melihat dia pergi naik motor, tapi saya tidak bisa ngomong, mulut seperti terkunci. Saya lalu berusaha mencari ke sana ke sini, tapi tidak ketemu," ceritanya.
Sebelum meninggalkan lokasi, Setiawan mengakui pelaku sempat kembali mengajak bersalaman. Selang sekitar 15 menit, Setiawan baru sadar. Saat itu, anaknya dan sepeda motornya sudah tidak di lokasi. Kejadian itu pun dilaporkan ke Polsek Semarang Utara.
"Ketemunya baru tadi sore oleh Pak Polisi di Pasar Waru. Lalu diajak ke sini. Pengakuan anak saya, dia diajak muter-muter, dimiming-imingi barang dan mau dibelikan motor trail,” katanya.
Pengakuan sang anak, ia sempat diajak keliling pelaku di sejumlah tempat. Namun tidak diajak memulung. Terakhir diajak ke Pasar Waru, dan dijanjikan akan dibelikan kelinci.
"Diajak muter-muter, dibawa ke mbah buyutnya, lalu ke buliknya, terus diajak ke orang jualan hewan. Katanya mau dibeliin kelinci. Sehari saya tidak dibelikan makanan, malah disuruh makan daun," ceritanya.
Kapolsek Semarang Utara Kompol Budi Abadi belum bersedia memberikan perjalanan detail terkait kejadian ini. Menurutnya, kasus tersebut akan dilimpahkan ke Polrestabes Semarang. "Ini akan diserahkan ke Polrestabes, dilakukan penanganan," katanya.
Berdasarkan informasi, korban W ditemukan oleh anggota Polsek Semarang Utara di Pasar Waru, Sawah Besar, Gayamsari. Pelakunya Santoso, warga Pandansari, Kota Semarang. Ia diringkus anggota Polsek Semarang Utara yang dipimpin Aiptu Agus Supriyanto, Selasa (10/1) sekitar pukul 17.30.
Santoso mengakui telah mengajak anak tersebut. Namun demikian, pria berambut putih ini selalu berdalih tidak menculik, dan ngomongnya banyak ngelantur.
"Saya ajak. Mau saya belikan motor trail. Saya juga mau ajak pengajian. Banyak yang sudah saya ajak pengajian. Saya pilih ngajak dia. Dia bagus, putih. Saya mau mulung," katanya. (bas/aro) Editor : Agus AP