Bahkan, sepertinya Satuan Reserse Polrestabes Semarang kesulitan mengungkap pelakunya lantaran diuga melibatkan oknum aparat. Karena itu, Jumat (25/11) kemarin, Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto turun tangan melakukan supervisi dengan mendatangi Mapolrestabes Semarang. Ia juga mendatangi lokasi di mana jazad korban Iwan Boedi ditemukan di kawasan Marina Semarang.
Benny Mamoto mengatakan, kehadirannya di Mapolrestabes Semarang untuk supervisi kasus ini. Dalam pertemuan itu, ia juga bertemu dengan istri korban, Theresia Onee Anggarawati dan pengacara keluarga Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setiawan untuk mendalami informasi. Hadir juga Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro.
"Kasus ini sudah di-backup oleh Bareskrim Polri dengan pendekatan saintifik dan beberapa belum berhasil. Nanti masih menunggu hasilnya. Mudah-mudahan segera keluar dengan relevan, dan jika itu sangat mendukung penyelidikan sangat menggembirakan," tutur Benny kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Selain itu, Benny juga menanggapi perlindungan saksi yang diberikan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Usai pertemuan ini, segera akan dilakukan pertemuan dengan LPSK, termasuk membahas terkait keterangan saksi AG alias AG Portal yang mengubah keterangannya kepada penyidik. "Artinya, hal-hal yang kemudian katakanlah ada birokrasi yang harus dilalui dengan sebagainya itu, nanti akan dicarikan solusi," jelas purnawirawan Polri berpangkat Irjen Pol ini.
Ia menyebut, saat ini kasus pembunuhan dengan cara dibakar ini masih tahap penyelidikan. Seluruh kemungkinan dibahas dan diskusikan, termasuk temuan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan sebagainya. Meski hingga kini pelaku masih buram, ia tetap optimistis kasus ini akan segera terungkap. Apalagi Menkopolhukam Mahfud MD juga memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini.
"Semua menjadi perhatian kami. Semua hal sudah didiskusikan, dan itu jadi perhatian kami. Tentunya kami dari pusat akan terus mengawal kasus ini seandainya ada kendala di mana, ada yang bisa kami bantu dan sebagainya. Karena atasan kami Kompolnas adalah Menkopolhukam," kata Benny.
Usai rapat koordinasi di Mapolrestabes Semarang, mantan Deputi Pemberantasan Narkotika BNN ini juga mendatangai TKP agar laporan yang disampaikan ke pimpinan lebih konkrit. Di TKP, Benny didampingi Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Sardo Lumbantoruan. Ia sempat memotret beberapa titik ditemukannya potongan tubuh Iwan Boedi.
Pengacara keluarga Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setiawan, mengatakan, Kompolnas ingin bertemu dan mendengar keterangan pihak keluarga. Misalnya, kata dia, apakah ada keluhan dari almarhum di hari-hari sebelumnya atau sampai berangkat tanggal 24 Agustus yang kemudian hilang. Lalu ditemukan meninggal di lahan CV Family kawasan Marina Kota Semarang pada Kamis (8/9) malam. "Apa ada hal terkait pekerjaan yang sempat dicurhati almarhum kepada keluarga, karena hal-hal kecil ini kemungkinan menjadi penting begitu," ujarnya.
Ia menyebut, keterangan yang diambil Kompolnas itu antara lain pemanggilan almarhum saat akan dimintai keterangan di Ditreskrimsus Polda Jateng terkait permasalahan penyerahan delapan bidang tanah di daerah Kecamatan Mijen tahun 2010 lalu.
"Atau mungkin ada kasus-kasus lain lagi yang berhubungan permasalahan lahan di Mijen itu, dan apakah itu menjadi salah satu motif. Mungkin kepolisian masih perlu pendalaman mengenai hal itu, dan apa keterkaitannya dengan peristiwa pembunuhan," imbuhnya.
Ia menambahkan, dalam pertemuan itu, ia menyampaikan keluarga ingin kasus ini lekas terungkap, dan tidak berlarut-larut. Dikhawatirkannya, masalah ini tidak terungkap seperti kasus pembunuhan wartawan Udin dan buruh Marsinah.
"Kita ingin kasus ini lekas ada proses, supaya cepat terungkap pelakunya siapa, motifnya apa, dan pengembangan terduganya siapa," harapnya.
Istri almarhum Iwan Boedi, Theresia Onee Anggarawati, yang hadir dalam pertemuan itu mengungkapkan kekhawatiran jika pelaku belum terungkap akan berkeliaran di mana-mana. Ia mencemaskan hal yang sama seperti apa yang dialami suaminya. Onne juga mengucapkan terima kasih atas atensi dari berbagai pihak.
"Terima kasih kepada Pak Mahfud MD untuk atensinya pada kami sampai sekarang, bersyukur ada yang mendampingi kami. Minta doanya agar segera terungkap," katanya. (ifa/aro) Editor : Agus AP