Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Penganiaya Ojol di Semarang Tewas Dikeroyok Rekan Sesama Ojol, Begini Kronologi Lengkapnya

Agus AP • Rabu, 28 September 2022 | 16:42 WIB
Empat tersangka penganiayaan terhadap Kukuh Panggayuh Utomo saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Empat tersangka penganiayaan terhadap Kukuh Panggayuh Utomo saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Makam Kukuh Panggayuh Utomo, 31, yang tewas dikeroyok driver ojek online (ojol), Selasa (27/9) siang kemarin dibongkar. Hal itu dilakukan untuk kepentingan otopsi jenazah Kukuh oleh tim DVI Polda Jateng dan Inafis Polrestabes Semarang.

Korban yang bekerja sebagai juru parkir (jukir) ini tewas usai dikeroyok driver ojol di Jalan Nogososro, Tlogosari, Semarang. Proses otopsi dipimpin Kabiddokkes Polda Jateng Kombes Pol Dr dr Sumi Hastry melibatkan sejumlah petugas forensik Biddokkes Polda Jateng.

Kapolsek Pedurungan Kompol Dina Novita mengatakan, otopsi sengaja digelar untuk kepentingan penyelidikan dan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Hingga saat ini pihaknya telah menangkap empat terduga pelaku penganiayaan dan dimungkinkan akan terus bertambah sesuai perkembangan penyelidikan.

Hal itu dibenarkan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar. Dikatakan, keempat tersangka itu adalah Budi Warsono, Nugroho Saputro, Harlan, dan Zaini Dahlan. Mereka adalah tersangka penganiayaan di TKP kedua, yakni di Jalan Nogososro, Tlogosari dengan korban Kukuh Panggayuh Utomo.

Dijelaskan, aksi penganiayaan ini terbagi menjadi dua kasus yang saling berkaitan. Kasus pertama, penganiayaan dilakukan tiga pelaku, salah satunya korban Kukuh Panggayuh Utomo dengan korban driver ojol Hasto Priyo Wasono pada Sabtu (24/9) sekitar pukul 16.00. Kejadiannya, saat ketiga pelaku dan korban Hasto sedang antre mengisi BBM di SPBU 44501 Jalan Brigjend Sudiarto No 264, Pedurungan.

Saat itu, dua dari tiga pelaku, yakni Kukuh dan Adi Priyono (masih buron) diingatkan oleh Hasto untuk bergeser maju, karena titik pengisian BBM sudah kosong. "Imbauan untuk maju inilah yang memicu kemarahan pelaku, hingga mengakibatkan penganiayaan terhadap korban Hasto Priyo Wasono," jelasnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (27/9).

Kapolrestabes menambahkan, saat kejadian, para pelaku berboncengan tiga orang. Namun saat peristiwa penganiayaan, pelaku Agung sedang mengambil uang di ATM. Ia tidak ikut melakukan kekerasan.

Irwan menyebut, akibat penganiayaan ini, berbuntut aksi penganiayaan kedua yang terjadi di Jalan Nogososro, Tlogosari, Sabtu (24/9) petang. Apalagi video kejadian ini sempat viral di media sosial. Hingga rekan-rekan Hasto sesama driver ojol berusaha mencari ketiga pelaku.

Hingga Kukuh berhasil ditemukan saat menjadi juru parkir di daerah Tlogosari. Hal itu langsung tersebar di grup WA para ojol. Kukuh pun diamankan oleh teman-teman sesama ojol. "Sayangnya, ada upaya kekerasan yang mengakibatkan Kukuh meninggal," kata kapolrestabes.

Tak hanya Kukuh, dalam peristiwa itu mengakibatkan driver ojol Budi Warsono yang menjadi tersangka kasus kedua ini mengalami luka-luka karena terkena sabetan senjata tajam yang dilakukan Kukuh. Tangan dan mulutnya terluka. Dalam gelar perkara kemarin, tangan dan mulut Budi masih diperban.

Tersangka Budi mengaku, saat itu, ia bersama driver ojol lain berusaha menangkap Kukuh dan Adi Priyono. Ketika itu, ia sedang berada di Mapolsek Pedurungan untuk membuat laporan terjadinya penganiayaan yang menimpa Hasto.

Laporan itu dibuat setelah Hasto mendapat visum dari rumah sakit. Tiba-tiba Budi dan teman-temannya mendapat informasi jika Kukuh dan Adi Priyono ditemukan berada di daerah Jalan Nogososro, Tlogosari melalui grup chat, Sabtu (24/9).

Dengan dalih solidaritas sesama driver ojol, Budi dan teman-temannya datang ke TKP kedua ini.  Terjadilah aksi saling kejar antara driver ojol dengan Kukuh dan Adi Priyono di daerah Tlogosari. Nah, saat itu tersangka Budi sempat melemparkan helmnya hingga mengakibatkan Kukuh terjatuh. Dalam waktu bersamaan, ia terkena sabetan senjata tajam berupa sangkur yang dibawa Kukuh.

“Kukuh fokus ke saya. Karena saya teriak kalau dia bawa sajam. Saya bilang difoto-difoto. Dia langsung ngejar saya. Helm saya lempar, terus dia nyabetkan sangkur ke saya,” ceritanya sembari memeragakan kronologi yang terjadi di Jalan Nogososro, Tlogosari.

Setelah Kukuh terjatuh, lanjut dia, banyak orang yang mengerumuni untuk memberi pelajaran. Di antaranya, tersangka Nugroho Saputro yang memukul menggunakan batang bambu sebanyak dua kali mengenai pundak dan tangan kanan korban. Ia juga menendang punggung korban satu kali. Sedangkan tersangka Zaini Dahlan menendang pundak korban dengan kaki kanan.

Setelah korban babak belur, lalu diserahkan ke Polsek Pedurungan sekitar pukul 18.30. Selanjutnya korban dalam kondisi koma dibawa ke IGD RS Bhayangkara sekitar pukul 19.00. Namun karena lukanya sangat parah, pada Minggu (25/9) sekitar pukul 22.00 korban dinyatakan meninggal. Oleh keluarganya, jenazah Kukuh dibawa ke Mijen, Kota Semarang. Keesokan harinya, Senin (26/9), dimakamkan di Boja, Kendal.

Irwan menambahkan, dari rekaman CCTV yang berhasil didapatkan Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang, saat peristiwa di SPBU Jalan Brigjend Sudiarto, keempat tersangka ini tidak terlibat. Sebaliknya, mereka melakukan penganiayaan di Jalan Nogososro, Tlogosari. Aksi mereka ini juga terekam video amatir warga.

Adapun barang bukti diamankan, di antaranya pisau yang masih meninggalkan bercak darah, potongan bambu, dan helm. Keempat tersangka akan dijerat pasal 170 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan tewasnya korban.

Sementara itu, berdasarkan hasil otopsi terhadap jenazah Kukuh yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang, pria dengan tinggi badan 173 sentimeter dan berat badan sekitar 65 kg itu tewas dengan luka memar di wajah, bibir dan gusi.

Diduga luka ini akibat ditendang, dipukul dengan tangan kosong dan dibenturkan aspal jalan. Korban juga mengalami luka lecet di wajah, daun telinga kiri, bibir atas dan bawah yang diduga akibat diseret.

Tak hanya itu, ditemukan adanya resapan darah pada kulit kepala bagian dalam, otak besar kanan bagian belakang, dan lambung. Juga terdapat pelebaran pembuluh darah pada penggantung usus  “Terdapat patah tulang pada tulang dasar tengkorak kanan bagian belakang.  Akibat dari pendarahan otak ini, sirkulasi oksigen terganggu yang mengakibatkan korban mati lemas,” jelas sumber Jawa Pos Radar Semarang. (ifa/aro) Editor : Agus AP
#top #ojol #Penganiaya ojol #KRIMINALITAS