Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

38 Jemaah Embarkasi Solo Batal Berangkat Haji, Ini Alasannya

Khafifah Arini Putri • Senin, 11 Mei 2026 | 10:07 WIB

 

Kepala Kanwil Kemenhaj Jateng Fitriyanto
Kepala Kanwil Kemenhaj Jateng Fitriyanto

 

RADARSEMARANG.ID - Sebanyak 38 calon jemaah haji dari Embarkasi Solo batal berangkat ke Tanah Suci. Mayoritas jemaah yang batal berangkat merupakan lansia dengan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk terbang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah, Fitriyanto menjelaskan, pembatalan keberangkatan dilakukan karena jemaah dinyatakan tidak istithaah atau tidak memenuhi syarat kesehatan untuk menjalankan ibadah haji.

“Iya (batal berangkat). Karena sakit, tidak istithoah (dinyatakan sehat),” ujarnya, Minggu (10/5)

Menurutnya, kondisi kesehatan jemaah bisa berubah sewaktu-waktu. Kendati demikian, pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji ini dilakukan secara berkelanjutan sejak dari daerah asal hingga tiba di embarkasi.

Baca Juga: SKTP Mei 2026 Terbit, Berikut Tahapan Penting Penyaluran TPG Guru yang Perlu Diperhatikan

Ia menambahkan, sebagian jemaah yang batal berangkat juga disertai pendamping atau pasangan. Karena itu, mereka ikut menunda keberangkatan. 

“Kalau (misal) suami (sakit) istrinya kan enggak mungkin berangkat sendiri. Akhirnya kan ikut batal,” jelasnya.

Fitriyanto mengatakan, pembatalan tersebut belum tentu membuat jemaah gagal berhaji sepenuhnya tahun ini. Jika kondisi kesehatan membaik dan masih memungkinkan mengikuti kloter berikutnya, jemaah masih bisa diberangkatkan.

“Kalau enggak tahun ini ya berarti berangkat tahun depan (kalau) kesehatannya membaikkan," tuturnya.

Fitriyanto mengungkapkan sebagian besar jemaah yang batal berangkat berusia di atas 65 tahun. Namun, ada pula jemaah usia nonlansia yang mengalami gangguan kesehatan serius.

“Rata-rata lansia. Di atas 65 tahun,” ujarnya.

Beberapa penyakit yang diderita jemaah di antaranya gangguan jantung, paru-paru, hingga kondisi yang mengharuskan cuci darah.

“Karena (mereka) tidak layak terbang, ada yang sakit jantung, ada yang sakit paru, ada yang cuci darah, dan sebagainya,” katanya.

Ia menyebut, 38 jemaah tersebut berasal dari akumulasi beberapa kelompok terbang (kloter) di berbagai daerah di Jawa Tengah. Mereka berasal dari Tegal, Jepara, dan beberapa daerah lainnya.

Baca Juga: Pencairan Gaji ke 13 ASN, TNI, Polri, Pensiunan Dilakukan Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 Anggaran Kisaran Rp55 triliun

“Kan itu kan akumulasi beberapa kloter. Ada yang dari Tegal, Jepara," ungkapnya.

Ia menjelaskan hingga saat ini, Embarkasi Solo telah memberangkatkan sekitar 55 kloter calon jemaah haji menuju Tanah Suci.

Fitriyanto juga mengimbau calon jemaah yang belum berangkat agar menjaga kondisi tubuh dan tidak terlalu lelah mempersiapkan keberangkatan.

“Yang belum berangkat ya tentu menjaga kesehatan, jangan terlalu capek untuk persiapan-persiapannya. Obat-obatan dibawa yang biasa, jangan dimasukkan di koper besar semuanya. Ada yang yang di koper kabin sehingga saat di asrama, saat perjalanan mereka bisa tetap minum obat,” pungkasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#Embarkasi Solo #calon jemaah haji