RADARSEMARANG.ID — Tak kalah dengan Idul Fitri, perayaan Idul Adha juga menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam.
Pada hari suci satu ini, umat Islam akan melakukan ibadah kurban dengan menyembelih kambing, domba, sapi, kerbau, atau unta sebagai bagian dari syariat agama.
Baca Juga: SKTP April 2026 Terbit, Penyebab Gagalnya Proses Pencairan Tunjangan Profesi Guru Bulanan
Dalil Hari Raya Idul Adha:
Firman Allah Swt dalam Surat Al Hajj ayat 34 yang berbunyi:
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَۙ ٣٤
wa likulli ummatin ja‘alnâ mansakal liyadzkurusmallâhi ‘alâ mâ razaqahum mim bahîmatil-an‘âm, fa ilâhukum ilâhuw wâḫidun fa lahû aslimû, wa basysyiril-mukhbitîn
Artinya:
Bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, berserahdirilah kepada-Nya. Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati lagi taat (kepada Allah). (QS Al Hajj: 34).
Menyembelih hewan kurban tidak bisa dilakukan sembarangan.
Ada banyak hal yang harus dipersiapkan sejak lama, mulai dari belajar aturan penyembelihan hingga mencari hewan yang akan disembelih sendiri.
Karena itu, tanggal Idul Adha yang benar atau setidaknya perkiraannya perlu diketahui dengan lebih dini.
Pemerintah belum memberi tanggal resmi kapan hari raya Idul Adha tahun 2026/1477 H akan dilaksanakan.
Baca Juga: Begini Mekanisme Pencairan TPG THR 100 Persen 2026 Guru
Karena itu, penentuan hari besar tersebut masih menunggu hasil pengamatan hilal sebagai tanda mulainya bulan Zulhijah.
Selanjutnya, keputusan akhir akan ditentukan melalui sidang isbat yang dilaksanakan di akhir bulan Dzulqa'dah.
Di Indonesia, penentuan hilal mengikuti kriteria yang disepakati oleh Menteri Agama dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Menurut informasi dari situs Kemenag RI, kriteria terbaru MABIMS menyatakan bahwa hilal dianggap memenuhi syarat untuk pengamatan rukyat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan sudut elongasinya mencapai 6,4 derajat, sebagai dasar kemungkinan hilal dapat terlihat.
Meski keputusan resmi mengenai tanggal Idul Adha 2026 belum ditetapkan melalui sidang isbat, kita bisa tahu perkiraan tanggalnya dari Kalender Hijriah Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Republik Indonesia serta Surat Keputusan Bersama 3 Menteri tentang libur nasional dan cuti bersama tahun 2026.
Dalam kalender dan keputusan resmi tersebut, 1 Zulhijah 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.
Harap diingat, tanggal tersebut hanya sementara karena pengumuman resmi mengenai Idul Adha 2026 masih menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan oleh pemerintah.
Prediksi Idul Adha 2026 Versi Nahdlatul Ulama (NU)
Dalam menentukan awal bulan Zulhijah, NU menggunakan cara perhitungan astronomi atau hisab, sama seperti yang dilakukan oleh Muhammadiyah.
Meski begitu, NU tetap mengamati hilal untuk memastikan hasil perhitungan bulan.
Metode pengamatan hilal ini sama dengan yang dilakukan oleh pemerintah.
Oleh karena itu, keputusan tentang hari raya Idul Adha yang diumumkan oleh NU biasanya sesuai dengan hasil sidang isbat yang dilakukan pemerintah.
Baca Juga: Begini Mekanisme Pencairan TPG THR 100 Persen 2026 Guru
Karena belum ada tanggal resmi yang dikeluarkan, prediksi Idul Adha 2026 dari NU bisa dijadikan gambaran.
Informasinya tercatat dalam Almanak 2026 NU yang dikeluarkan oleh Lemabaga Falakiyah PCNU Bojonegoro.
Dalam kalender tersebut, 10 Dzulhijah 1447 H yang merupakan hari H Idul Adha jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.
Artinya, NU memperkirakan tanggal penyelenggaraan Idul Adha 2026 yang sama dengan perkiraan pemerintah.
Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah
Menurut Pedoman Hisab Muhammadiyah tentang awal bulan Kamariah, Muhammadiyah menentukan Idul Adha dengan cara menghitung hisab wujudul hilal untuk mengetahui tanda awal bulan.
Metode ini juga digunakan untuk menentukan awal bulan lainnya, bukan hanya bulan Dzulhijjah saja.
Metode perhitungan awal bulan Hijriah berdasarkan munculnya hilal atau bulan baru ketika ia tepat terletak di atas horizon saat matahari terbenam.
Oleh karena itu, dalam menentukan tanggal Idul Adha 2026 pada 10 Zulhijah 1447 H, Muhammadiyah tidak menggunakan cara memperhatikan hilal dengan mata telanjang untuk melihat bentuknya.
Penentuan awal bulan Hijriah oleh Muhammadiyah dilakukan dengan cara menghitung hisab, lalu hasilnya disusun dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Menurut informasi yang tercantum dalam kalender tersebut, Muhammadiyah menentukan bahwa Hari Raya Idul Adha akan dirayakan pada hari Rabu, 27 Mei 2026.
Penentuan hari Idul Adha oleh Muhammadiyah juga tercatat dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang hasil hisab untuk bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah tahun 1447 Hijriah.
Dalam informasi tersebut, tanggal 1 Zulhijah 1447 Hijriah ditentukan jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026.
Sehingga, Idul Adha yang dirayakan pada tanggal 10 Dzulhijjah jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.
"Idul adha (10 Zulhijah 1447 H) jatuh pada hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 M," demikian bunyi poin ke enam dalam sub bab C dari maklumat tersebut."
Ini beberapa poin ringkas yang perlu perhatikan:
Idul Adha Pemerintah: Rabu, 27 Mei 2026 (prediksi)
Idul Adha NU: Rabu, 27 Mei 2026 (prediksi)
Idul Adha Muhammadiyah: Rabu, 27 Mei 2026 (sudah ditetapkan)
Baca Juga: Hasil Final Four Proliga 2026: Bungkam Popsivo Polwan 3-0, Gresik Geser Electric PLN di Klasemen
Berikut ini detail libur panjang selama 6 hari yang bisa dinikmati jika mengikuti saran cuti tersebut.
Rabu, 27 Mei 2026: Hari libur nasional untuk Idul Adha 1447 H.
Kamis, 28 Mei 2026: Hari Libur Bersama Idul Adha 1447 H.
Jumat, 29 Mei 2026: Rekomendasi Cuti
Sabtu, 30 Mei 2026: Hari libur akhir pekan (sistem libur 2 hari)
Minggu, 31 Mei 2026: Libur Akhir Pekan
Senin, 1 Juni 2026: Hari Libur Nasional yang Merayakan Hari Lahir Pancasila.
Baca Juga: Kasus LPG Oplosan di Karanganyar Sudah Berlangsung 6 Bulan, Keuntungan Capai Rp 6,4 Miliar
Tanggal Penting Ibadah Zulhijah 1447 H
Bagi orang-orang yang beragama Islam, memahami jadwal bulan Zulhijah tidak hanya berkaitan dengan hari libur, tetapi juga dengan pelaksanaan amalan sunnah dan peraturan syariat yang harus diikuti sesuai dengan waktu tertentu.
• 1 Zulhijah 1447 H (Senin, 18 Mei 2026):
Pada hari pertama bulan Zulhijah, yang merupakan bulan yang sangat istimewa dan penuh keberkahan, dimulai dengan kesempatan untuk melakukan amal kebajikan yang sangat bernilai.
• 9 Zulhijah 1447 H / Puasa Arafah (Selasa, 26 Mei 2026):
Hari ini adalah kesempatan bagi umat Islam yang tidak berhaji untuk melaksanakan puasa sunah Arafah.
Puasa ini dianggap bisa menghilangkan dosa yang terjadi selama satu tahun sebelumnya dan satu tahun mendatang.
• 10 Zulhijah 1447 H / Hari H (Rabu, 27 Mei 2026):
Salat Idul Adha dilaksanakan di pagi hari, kemudian diikuti dengan pemotongan hewan kurban secara resmi.
• 11-13 Zulhijah / Hari Tasyrik (Kamis–Sabtu, 28–30 Mei 2026):
Hari-hari ketika umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa.
Saat ini, kegiatan menyembelih hewan kurban masih bisa dilakukan, disertai saran untuk meningkatkan zikir dan menikmati makanan hasil kurban. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi