RADARSEMARANG.ID - Idul Adha 2025 panen daging bagi warga Indonesia.
Dimana disemua tempat sedang berlomba-lomba menyembelih hewan kurban sapi maupun kambing.
Hal ini sudah dicontohkan sejak zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as.
Daging sapi dan kambing merupakan salah satu bahan makanan kesukaan hampir semua orang.
Daging sapi dan kambing memiliki cita rasa khas dan bisa diolah menjadi berbagai masakan menggugah selera.
Biasanya, sebelum daging sapi dan kambing diolah menjadi berbagai masakan, daging sapi dan kambing akan direbus terlebih dulu.
Tujuannya adalah, agar daging sapi dan kambing memiliki tekstur yang lebih empuk dan bebas bau amis atau prengus.
Berikut Tata Cara Menyembelih Hewan
1. Menggunakan Pisau atau Alat Penyembelihan yang Tajam
Diriwayatkan dari Syaddad ibn Aus RA, dimana Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua hal yang senantiasa aku jaga yang berasal dari Rasulullah SAW.
Rasulullah bersabda, “Allah memerintahkan untuk berbuat kebaikan kepada segala sesuatu. Apabila kamu membunuh, maka baguskanlah cara dan keadaan dalam membunuh, dan apabila kamu menyembelih, maka baguskanlah penyembelihannya, dan hendaklah menajamkan pisaunya, dan menenangkan hewan sembelihannya.’” (HR. Muslim)
2. Menghadapkan Hewan ke Arah Kiblat
Ketika kamu akan menyembelih hewan kurban, hadapkanlah hewan yang akan disembelih ke kiblat, yaitu di bagian leher yang akan disembelih.
Untuk letak kepala hewan kurban bisa di sebelah utara atau selatan.
“Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan tulus ikhlas dan menyerahkan diri dan aku bukanlah golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, pengabdianku, hidupku, dan matiku adalah untuk Allah Zat yang menguasai alam semesta. Tidak ada sekutu baginya, dan demikian aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang muslim. Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, ya Allah (kurban ini) dari-Mu dan untukmu dan dari Muhammad dan umatnya. Bismillahi Allahu Akbar. Kemudian beliau menyembelihnya.” (HR Abu Dawud).
3. Membaca Doa ketika Menyembelih Hewan Kurban
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ عَنْ مُحَمَّدٍ وَأُمَّتِهِ
“Sesungguhhnya aku hadapkan wajahku kepada Zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan tulus ikhlas dan menyerahkan diri dan aku bukanlah golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, pengabdianku, hidupku dan matiku adalah untuk Allah Zat yang menguasai alam semesta. Tidak ada sekutu baginya, dan demikian aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang muslim. Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, ya Allah (kurban ini) darimu dan untukmu dan dari (sebutkan nama shahibul kurban).” (HR Abu Dawud).
4. Memutus Tenggorokan dan Urat Nadi di Leher
Proses ini dimulai dengan menyiapkan hewan dan memastikan pisau yang digunakan tajam agar pemotongan berlangsung cepat.
Saat menyembelih, bagian tenggorokan, esofagus, serta dua urat nadi utama di leher hewan harus dipotong secara bersamaan.
Pemotongan ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit pada hewan dan mempercepat proses kematian.
Selamat Hari Raya Idul Adha 2025. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi